2 Pekan Terakhir, Kulon Progo Nol Kasus COVID-19

Waspadai subvarian baru Omicron BA4 dan BA5

Kulon Progo, IDN Times - ‎Selama dua pekan terakhir ini, Kabupaten Kulon Progo mencatatkan nol kasus COVID-19. Namun, masyarakat tetap diminta untuk waspada dan tetap menerapkan protokol kesehatan, mengingat subvarian baru Omicron BA4 dan BA5 sudah terdeteksi di Indonesia.

"Dalam dua minggu terakhir sudah nol kasus, namun masyarakat tetap harus waspada," kata ‎Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati, Minggu (12/6/2022).

Baca Juga: Pedagang Masukkan Ternak ke Kulon Progo Lewat Jalan Tikus

1. Tak perlu panik berlebihan dengan subvarian baru Omicron‎

2 Pekan Terakhir, Kulon Progo Nol Kasus COVID-19‎Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Kulon Progo, Baning Rahayujati. (IDN Times/Istimewa)

Menurut Baning, meski sudah dua pekan terakhir ini tidak ada lagi penambahan kasus baru namun di sisi lain penularan COVID-19 secara nasional kembali meningkat. Hal ini seiring dengan temuan varian baru Omicron yang harus diwaspadai.

"Masyarakat tidak perlu panik berlebihan namun harus tetap menjaga daya tahan tubuh dengan makan bergizi, istirahat yang cukup, melakukan vaksinasi sampai dengan booster di puskesmas terdekat," tuturnya.

2. Tetap gunakan masker dan cuci tangan

2 Pekan Terakhir, Kulon Progo Nol Kasus COVID-19Ilustrasi kampanye menggunakan masker. (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)

Baning mengatakan, protokol kesehatan dengan menggunakan masker, mencuci tangan pada air yang mengalir dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas harus tetap diterapkan.

"Gunakan masker saat berada di kerumunan dan cuci tangan ketika bertemu banyak orang," ungkapnya.

3. Sudah ada pasien yang terpapar subvarian baru Omicron BA4 dan BA5‎

2 Pekan Terakhir, Kulon Progo Nol Kasus COVID-19ilustrasi varian baru COVID-19, Omicron (IDN Times/Aditya Pratama)

Kementerian Kesehatan mencatat subvarian baru Omicron BA4 dan BA5 telah terdeteksi di Indonesia. Subvarian tersebut diketahui memiliki tingkat kesakitan rendah pada pasien yang terkonfirmasi positif.

Terdapat empat kasus subvarian baru BA4 dan BA5 pertama yang dilaporkan di Indonesia pada 6 Juni 2022. Satu orang dinyatakan positif BA4 dengan kondisi klinis tidak bergejala serta vaksinasi sudah dua kali.

Sisanya 3 orang kasus positif BA5 merupakan pelaku perjalanan luar negeri delegasi pertemuan the Global Platform for Disaster Risk Reduction di Bali pada 23-28 Mei 2022.

Satu orang di antaranya mengalami gejala batuk dan pegal-pegal. Sedangkan lainnya tidak menunjukkan gejala. Mereka rata-rata sudah divaksinasi booster bahkan ada yang empat kali vaksinasi.‎

Baca Juga: 72 Ternak Terserang PMK, Kulon Progo Hentikan Pengiriman ke Luar Kota 

Topik:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya