Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pustral UGM Rilis Tingkat Kepuasan Masyarakat Terkait Angkutan Nataru

Ketua Tim Survei Nataru 2025/2026 Pustral UGM, Prof. Muhammad Zudhy Irawan.
Ketua Tim Survei Nataru 2025/2026 Pustral UGM, Prof. Muhammad Zudhy Irawan. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Intinya sih...
  • Rekomendasi kebijakan untuk penyelenggaraan transportasi selama Nataru, termasuk peningkatan kualitas armada dan terminal, rekayasa lalu lintas yang lebih adaptif, serta memperkuat Posko Nataru dan rest area.
  • Dampak ekonomi selama Nataru mencapai Rp40,29 triliun, dengan Rp20,32 triliun dari sektor transportasi dan Rp19,98 triliun dari sektor non-transportasi.
  • Pusat Studi Transportasi dan Logistik UGM berharap hasil survey ini dapat mendukung formulasi kebijakan transportasi untuk meningkatkan kualitas layanan pada masa Nataru.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Yogyakarta, IDN Times – Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada (Pustral UGM) merilis hasil survei kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan dan pelayanan transportasi angkutan Natal 2025 dan tahun baru 2026, di Gedung Pascasarjana UGM, Selasa (6/1/2026).

Hasil survei menunjukkan indeks kepuasan masyarakat terkait penyelenggaraan dan layanan transportasi mencapai 87,43 persen atau sangat puas.

“Proporsi responden memberi penilaian positif 90,9 persen, yaitu 43,9 persen puas dan 47 persen sangat puas. Dengan indeks kepuasan masyarakat mencapai 87,43 atau sangat puas,” Ketua Tim Survei Nataru 2025/2026 Pustral UGM, Prof. Muhammad Zudhy Irawan.

Zudhy menjelaskan survei diambil dari 9.999 responden yang berada di 26 wilayah terpilih dengan 188 simpul mencakup rest area, terminal, pelabuhan, stasiun, dan bandara. Enam kelompok moda yang disurvei, kendaraan pribadi, bus, kereta api, laut, Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP), dan udara.

1. Rekomendasi kebijakan

Pustral UGM merilis hasil survei kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan dan pelayanan transportasi angkutan Natal 2025 dan tahun baru 2026, di Gedung Pascasarjana UGM, Selasa (6/1/2026).
Rilis hasil survey kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan dan pelayanan transportasi pada angkutan natal 2025 dan tahun baru 2026, di Gedung Pascasarjana UGM, Selasa (6/1/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Meski mendapat respons positif dari masyarakat, Pustral UGM memberi catatan terhadap penyelenggaraan dan pelayanan transportasi selama Nataru. Sejumlah rekomendasi kebijakan ditawarkan untuk angkutan umum jalan, diharapkan meningkatkan kualitas armada dan terminal, rekayasa lalu lintas (contra flow & one way) lebih adaptif, serta perlu memperkuat posko Nataru, rest area, dan mudik gratis.

Untuk angkutan udara, evaluasi harga tiket dan penanganan delay, optimalisasi extra flight (rute, waktu, keterisian), dan memperkuat posko nataru bandara.

"Lalu untuk angkutan kereta api, perlu menyesuaikan diskon dan kapasitas dengan pola permintaan, penambahan perjalanan puncak berbasis data, dan memperkuat integrasi layanan first-last mile," papar Zudhy.

“Angkutan laut, tepatkan sasaran diskon dan tiket gratis, tingkatkan keselamatan dan kenyamanan pelabuhan, perkuat posko nataru. Angkutan pribadi, manajemen lalu lintas berbasis informasi real time, optimalisasi one way, contra flow, pembatasan barang dan perbaikan fasilitas pendukung perjalanan. Angkutan ASDP tingkatkan ketepatan waktu dan pemerataan rute, perbaiki kenyamanan fasilitas kapal, perkuat sistem reservasi dan antrean digital di Pelabuhan,” imbuh Zudhy.

 

2. Dampak ekonomi capai puluhan triliun

ilustrasi uang rupiah (pixabay.com/Iqbal Nuril Anwar)
ilustrasi uang rupiah (pixabay.com/Iqbal Nuril Anwar)

Zudhy memaparkan prediksi dampak ekonomi selama Nataru untuk sektor transportasi yang meliputi bahan bakar, tiket, tol dan non transportasi (akomodasi, oleh-oleh, makan, minum, dan sebagainya) mencapai puluhan triliun. Eskalasi dampak ekonomi diprediksi dari total jumlah pelaku perjalanan Nataru 2025-2026 yang menurut Kementerian Perhubungan adalah 119,5 juta orang.

“Dampak ekonomi total adalah Rp40,29 triliun yang terdiri dari Rp20,32 triliun sektor transportasi dan Rp19,98 triliun sektor non transportasi. Menunjukkan bahwa pergerakan pada masa Nataru memberikan manfaat sektor transportasi dan non transportasi yang relatif seimbang,” jelas Zudhy.

3. Diharap mendukung kebijakan transportasi

Caretaker Pustral UGM, Prof. Siti Malkhamah.
Caretaker Pustral UGM, Prof. Siti Malkhamah. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Caretaker Pustral UGM, Prof. Siti Malkhamah dalam sambutannya mengatakan, pada masa Nataru terdapay lonjakan permintaan perjalanan. Ia menyebut beberapa tahun terakhir pemerintah melakukan sejumlah upaya untuk meningkatkan kualitas layanan. Meski demikian di lapangan tantangan cukup banyak.

“Kami melakukan survei ini sebagai gambaran objektif, alat ukur kredibel. Diharap bisa mendukung formulasi kebijakan. Memberi manfaat untuk akademisi, operator, dalam pemanfaatan data dan publikasi,” ucapnya.

 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest News Jogja

See More

Pemandangan Tepi Pantai Sepanjang Usai Ratusan Kios Dibongkar

07 Jan 2026, 21:09 WIBNews