Ramadan dan Lebaran Jadi Pemacu Pertumbuhan Ekonomi Jogja Awal 2026

- BI DIY memproyeksi ekonomi triwulan I 2026 tumbuh positif dan sedikit lebih tinggi dari triwulan IV 2025 yang mencapai 5,94 persen year-on-year.
- Kenaikan UMP, penyaluran bansos, serta momen Ramadan dan Lebaran diperkirakan meningkatkan konsumsi rumah tangga dan aktivitas ekonomi di Yogyakarta.
- Selama libur Idul Fitri 2026, sekitar 8,2 juta wisatawan dan pemudik menuju DIY, mendorong sektor restoran, hotel, serta transportasi sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Yogyakarta, IDN Times – Bank Indonesia Kantor Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta (BI Kpw DIY) memperkirakan pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan I 2026 tumbuh positif. Pertumbuhan awal tahun diproyeksi lebih tinggi dibanding akhir 2025.
“Perkiraan kami (pertumbuhan ekonomi) lebih tinggi dari triwulan IV Tahun 2025, triwulan IV kan 5,94 persen year of year (yoy). Triwulan I Tahun 2026 bisa sedikit di atas itu,” ucap Deputi Kepala Perwakilan BI DIY, Hermanto, di Kantor BI DIY, Senin (16/3/2026).
1. Kenaikan disebabkan konsumsi rumah tangga hingga UMP

Hermanto menyebut beberapa faktor yang memacu pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2026, antara lain konsumsi rumah tangga meningkat. “Penyebabnya tentu konsumsi rumah tangga, UMP (Upah Minimum Provinsi) meningkat, ada bansos pemerintah pusat,” ungkap Hermanto.
Selain itu, Hermanto menyoroti dari sisi konstruksi, banyak program pemerintah yang mulai berjalan di Jogja. Termasuk momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Lebaran maupun Ramadan turut memacu pertumbuhan ekonomi. Pemudik dan wisatawan juga mulai datang ke Jogja. “Kemudian juga adanya konsumsi pemerintah THR (Tunjangan Hari Raya) juga,”ucapnya.
2. Pergerakan wisatawan dan pemudik pacu ekonomi

Lebih rinci, Kepala Perwakilan BI DIY, Sri Darmadi Sudibyo menjelaskan selama libur HBKN Idul Fitri 2026, diperkirakan 143,91 juta orang atau 50,6 persen dari populasi nasional akan melakukan perjalanan. Jogja menjadi salah satu tujuan utama perjalanan dengan total perkiraan 8,2 juta orang atau memiliki pangsa 5,70 persen.
“Pergerakan mudik dan wisatawan ke DIY selama Periode HBKN Idul Fitri memberikan dampak positif pada perekonomian, terutama melalui peningkatan konsumsi rumah tangga dan kesempatan kerja. Sektor-sektor seperti restoran, hotel, dan transportasi menjadi sektor dengan dampak terbesar, menunjukkan peran penting pariwisata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi,” ucap Sri Darmadi.
3. Pertumbuhan ekonomi DIY akhir 2025

Diketahui sebelumnya pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan IV 2025 tumbuh positif, meningkat dibandingkan triwulan III 2025. “Pertumbuhan ekonomi DIY tertinggi se-Jawa dan lebih tinggi dari capaian nasional,” ujar Sri Darmadi.
Untuk pertumbuhan ekonomi DIY triwulan IV 2025 sebesar 5,94 persen (yoy). Angka tersebut lebih tinggi dibanding angka di Jawa 5,80 persen (yoy) dan angka nasional 5,39 persen (yoy).














![[QUIZ] Cara Kamu Bereaksi dalam Hubungan Bisa Ungkap Attachment Style-mu!](https://image.idntimes.com/post/20260206/pexels-timur-weber-8560647_06931aa1-1620-445c-aaa1-9602275c520f.jpg)


