Nelayan Hilang di Pantai Baru Bantul Ditemukan Meninggal Dunia

- Riza, nelayan asal Trimurti Bantul yang hilang di Pantai Baru, ditemukan meninggal terapung sekitar 350 meter dari lokasi awal tenggelam pada Kamis siang.
- Jenazah korban dievakuasi ke darat, diperiksa tim Inafis dan medis yang memastikan penyebab kematian karena tenggelam, lalu dibawa ke RSUD Panembahan Senopati Bantul.
- Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup; diketahui Riza baru sebulan bekerja sebagai nelayan setelah sebelumnya berprofesi sebagai sopir.
Bantul, IDN Times - Hari kedua pencarian terhadap Riza (30), seorang nelayan dari Padukuhan Prokerten, Kelurahan Trimurti, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul yang hilang di Pantai Baru, pada Rabu siang, 14 Mei 2026 telah ditemukan.
Tubuhnya terapung di laut sekitar 350 meter arah barat dari lokasi awal dinyatakan tenggelam dan hilang.
"Korban ditentukan sekitar pukul 11.52 WIB. Korban selanjutnya dievakuasi ke darat," ungkap Sekretaris Satgas Jogo Segoro Wilayah 4 Bantul, Nugroho, Kamis, (14/5/2026).
1. Jenazah dibawa ke RSUD Panembahan Senopati Bantul

Tim Inafis Polres Bantul dan tim medis dari Puskesmas Srandakan melakukan pemeriksaan dan menyatakan korban meninggal karena tenggelam.
"Jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD Panembahan Senopati Bantul untuk penanganan lebih lanjut," ucapnya.
2. Operasi pencarian dan pertolongan resmi ditutup

Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Rio Banupanitis, mengatakan dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.
"Operasi pencarian dan pertolongan siang ini ditutup setelah korban ditemukan," katanya.
3. Korban baru sebulan menjadi nelayan di Pantai Baru

Perwakilan keluarga korban, Sunarno (40), menjelaskan Riza baru sebulan terakhir bekerja sebagai nelayan. Ia tiga kali turun melaut atau mencari ikan di laut. Hanya saja, kali ketiga korban turun melaut, tiba-tiba mengalami kecelakaan dan dinyatakan hilang.
"Sebelumnya kerja sopir dia (korban Riza). Sopir ya ngangkut pasir atau macem-macem lah. Terus kadang-kadang melaut. Ya korban kayaknya kurang bisa berenang," katanya.

















