Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Negara Terancam Kaos, Sosiolog UGM: Pemerintah Harus Peka Atasi Krisis

 Negara Terancam Kaos, Sosiolog UGM: Pemerintah Harus Peka Atasi Krisis
Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Arie Sujito. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Intinya Sih
  • Sosiolog UGM Arie Sujito menilai pemerintah harus peka dan sigap menghadapi krisis ekonomi serta politik agar negara tidak terjerumus dalam kekacauan.

  • Arie menyoroti dugaan korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis dan meminta evaluasi menyeluruh, bukan sekadar pergantian pimpinan simbolik.

  • Terkait isu Reformasi Jilid II, Arie menegaskan fokus utama saat ini adalah penyelamatan rakyat dan bangsa di tengah situasi krisis yang melanda.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Sleman, IDN Times – Berbagai persoalan menimpa Indonesia belakangan ini, mulai kasus korupsi hingga pelemahan nilai tukar rupiah. Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Arie Sujito menilai pemerintah mesti peka terhadap persoalan ini untuk mencegah kaos.

Chaos dan tidak kan sebetulnya tergantung negara memperlakukan masalah ini. Jadi yang paling penting itu krisis ini terjadi harus diatasi. Kalau negara tidak peka atau memiliki langkah-langkah strategis dalam jangka pendek maupun jangka menengah apapun bisa terjadi,” ungkap Arie, Sabtu (6/6/2026).

1. Persoalan berat menimpa Indonesia

Ilustrasi Uang Rupiah (Unsplash/Mufid Majnun)
Ilustrasi Uang Rupiah (Unsplash/Mufid Majnun)

Arie menilai berbagai persoalan yang menimpa Indonesia belakangan ini dinilai bukan persoalan ringan. Seperti pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar, kemudian naiknya sejumlah harga kebutuhan masyarakat.

“Itu pekerjaan rumah yang sebenarnya tidak bisa dianggap ringan. Negara harus kredibel untuk menjawab problem ini, karena dengan chaos itu suka tidak suka, sekarang ini terjadi krisis politik dan krisis ekonomi,” ungkap Arie.

2. Masalah korupsi dalam program makan bergizi gratis

Dadan Hindayana
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana menggunakan rompi merah muda usai diperiksa di Gedung Bundar Kejaksaan Agung (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Arie menyoroti secara khusus persoalan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan ini kembali ramai karena persoalan korupsi. Ia menilai persoalan program ini tidak hanya di pucuk pimpinan, namun juga ada di bawah. Pemerintah menurutnya perlu mengoreksi secara keseluruhan program ini.

“Jangan sampai penggantian kepala BGN (Badan Gizi Nasional) ini dan pimpinan ini hanya simbolik saja. Tapi yang paling penting itu harus diikuti perombakan-perombakan ke bawah, karena itulah yang rentan selama ini ada,” ucap Arie.

3. Soal potensi reformasi jilid 2

ilustrasi reformasi 1998 (commons.wikimedia.org/ANRI (National Archive of the Republic of Indonesia))
ilustrasi reformasi 1998 (commons.wikimedia.org/ANRI-National Archive of the Republic of Indonesia)

Saat disinggung berbagai persoalan yang ada akan memicu Reformasi Jilid II, seperti dikatakan Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer, Arie tidak banyak berkomentar. “Saya tidak tahu maksudnya Noel (Immanuel Ebenezer), tapi saya rasa tergantung krisis ini,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM itu.

Arie menyebut mahasiswa saat ini juga memiliki cara dan logikanya sendiri dalam merespons realitas. Poin penting saat ini menurut Arie adalah penyelamatan rakyat dan bangsa dalam menghadapi krisis ini.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest News Jogja

See More