Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pria di Bantul Bakar Rumah Orangtua Gegara Tak Diberi Uang Rp15 Juta

Kab. Bantul
Pria di Bantul Bakar Rumah Orangtua Gegara Tak Diberi Uang Rp15 Juta
Seorang pria berinisial MN (32) diduga membakar rumah milik orang tuanya di Dusun Ngebel, Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, pada Rabu (22/7/2026) malam. (Dok. Humas Polres Bantul)
Intinya Sih
5W1H
  • Seorang pria berinisial MN di Bantul diduga membakar rumah orang tuanya setelah permintaan uang Rp15 juta untuk menebus motor dan membayar angsuran tidak dipenuhi.
  • Polisi menyebut pelaku sudah merencanakan pembakaran sejak sehari sebelumnya, dan aksi dilakukan saat situasi keluarga memanas hingga menyebabkan kebakaran di salah satu kamar rumah.
  • Petugas Bhabinkamtibmas serta pelaku mengalami luka bakar saat memadamkan api, dengan kerugian material sekitar Rp5 juta; kasus kini ditangani kepolisian untuk penyelidikan lanjutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bantul, IDN Times - Seorang pria berinisial MN (32) diduga membakar rumah milik orang tuanya di Dusun Ngebel, Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, pada Rabu (22/7/2026) malam. Aksi tersebut dipicu persoalan keluarga setelah permintaan pelaku agar orang tuanya memberikan uang Rp15 juta untuk menebus sepeda motor dan membayar angsuran belum terpenuhi.

Akibatnya, MN diduga meluapkan emosinya dengan membakar salah satu kamar di rumah tersebut menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite.

Diduga sudah merencanakan pembakaran

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan Polsek Kasihan menerima laporan kebakaran rumah sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah menerima laporan tersebut, petugas piket fungsi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan.

Rita menjelaskan, pelaku meminta uang Rp15 juta kepada orang tuanya untuk mengambil sepeda motor dan membayar angsuran. "Orang tuanya sebenarnya sudah berusaha mencarikan dana, tetapi pelaku tidak sabar hingga akhirnya terjadi pertengkaran yang berujung pada aksi pembakaran," kata Rita.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, lanjut Rita, pelaku diduga telah memiliki rencana membakar rumah sejak sehari sebelum kejadian. Namun, aksi tersebut baru dilakukan pada Kamis malam setelah kondisi di rumah kembali memanas.

"Dari keterangan para saksi diketahui bahwa sejak sehari sebelumnya pelaku sudah memiliki niat membakar rumah menggunakan BBM jenis Pertalite, tetapi saat itu tidak jadi dilakukan. Kemudian pada hari kejadian, sejak pagi pelaku kembali mengamuk sehingga situasi di rumah semakin tidak kondusif," ujarnya.

Petugas dan pelaku alami luka bakar

Ilustrasi api
Ilustrasi api (Unsplash.com/Cullan Smith)

Rita mengatakan, sekitar pukul 19.30 WIB warga, perangkat wilayah, dan petugas Bhabinkamtibmas mendatangi rumah tersebut untuk meredakan situasi. Namun, upaya persuasif yang dilakukan tidak berhasil menenangkan pelaku.

"Pada sekitar pukul 20.30 WIB pelaku kemudian menyiram salah satu kamar menggunakan Pertalite dan membakarnya. Melihat api mulai membesar, Bhabinkamtibmas bersama warga langsung berupaya memadamkan kobaran api sehingga api berhasil dikendalikan dan tidak merembet ke bagian rumah lainnya," jelasnya.

Saat memadamkan api, Bripka Agustinus Sulistiyono mengalami luka bakar di kedua telapak tangan dan telapak kaki akibat terkena kobaran api. Rita mengatakan korban segera dievakuasi ke Puskesmas Kasihan 1 untuk mendapatkan perawatan.

Sementara itu, pelaku MN (32) juga mengalami luka bakar pada bagian kaki bawah dan punggung. Setelah dievakuasi warga, pelaku dibawa ke RS Bethesda untuk menjalani perawatan.

Kerugian Rp5 Juta

Kebakaran itu mengakibatkan sejumlah barang di dalam kamar rusak, seperti kasur, bantal, pakaian, jendela, dan kursi busa. Kerugian material akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp5 juta.

Rita mengatakan, hasil pendalaman sementara menunjukkan pelaku memiliki riwayat persoalan keluarga. Warga juga beberapa kali telah memperingatkan pelaku karena dinilai kerap menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar.

"Saat ini peristiwa tersebut masih dalam penanganan kepolisian untuk proses penyelidikan lebih lanjut," pungkas Rita.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More