Pertamina SMEXPO 2026 Libatkan 48 UMKM, Dukung Pemulihan Sumatra

- Pertamina SMEXPO 2026 di Pasar Ngasem, Yogyakarta, berlangsung 2–4 Oktober dengan 48 UMKM, sebagai wadah promosi, pemasaran, dan pertemuan dengan konsumen serta mitra bisnis.
- Selain penjualan langsung, Pertamina Foundation mempertemukan UMKM dengan sektor pariwisata dan perhotelan untuk membuka pesanan B2B, disertai pembinaan melalui PFpreneur dan UMKM Academy.
- Gelaran ini menitipjual produk UMKM terdampak bencana dari Aceh dan Sumatra Utara, melibatkan seniman difabel, serta menjadi bagian peringatan HUT ke-270 Yogyakarta.
Yogyakarta, IDN Times – Pertamina Small Medium Enterprise Expo (SMEXPO) 2026 kembali hadir di Yogyakarta dengan melibatkan 48 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Mengusung tema “Lokal Jadi Vokal”, kegiatan ini berlangsung di Pasar Ngasem, Yogyakarta, pada Jumat (2/10/2026) hingga Minggu (4/10/2026).
SMEXPO 2026 merupakan bagian dari program pembinaan UMKM Pertamina yang telah berjalan sejak 2020. Selain menjadi ruang promosi dan pemasaran produk lokal, kegiatan ini dirancang untuk mempertemukan UMKM dengan pasar yang lebih luas, termasuk melalui skema bisnis ke bisnis (B2B).
Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, mengatakan SMEXPO pertama kali digelar pada masa pandemi COVID-19 untuk membantu UMKM yang saat itu mengalami kesulitan dalam mengakses pasar. “SMEXPO itu artinya Small Medium Enterprise Expo. Ini dibentuk di tahun 2020, awalnya pada era COVID, di mana kita berusaha membantu teman-teman UMKM yang sedang kesulitan untuk menembus pasar,” kata Arya, Jumat (2/10/2026).
1. SMEXPO Jadi ruang UMKM bertemu pasar

(ki-ka) President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari dan Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo) Menurut Arya, pelaksanaan SMEXPO terus berkembang. Setelah sebelumnya digelar secara daring, program tersebut kini hadir secara langsung dan menjadi rangkaian kegiatan regional di sejumlah daerah.
SMEXPO regional Yogyakarta menjadi salah satu rangkaian setelah pelaksanaan di Pekanbaru. Selanjutnya, kegiatan serupa akan digelar di Bekasi, Cirebon, dan Cilacap, sebelum SMEXPO tingkat nasional dilaksanakan di Jakarta.
SMEXPO juga hadir dalam sejumlah momentum tematik, seperti Ramadan, Hari Kartini, perayaan kemerdekaan, serta Natal dan Tahun Baru. “Harapannya setiap momentum penting ini bisa membantu mengantarkan produk-produk UMKM ini bertemu dengan pasar,” ujar Arya.
Arya menegaskan, Pertamina berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penguatan UMKM. Menurutnya, kegiatan seperti SMEXPO menjadi salah satu cara mempertemukan pelaku usaha dengan calon konsumen maupun mitra bisnis.
President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S Asngari, mengatakan kehadiran 48 UMKM di SMEXPO Yogyakarta tidak hanya diarahkan untuk mendapatkan pembeli secara langsung. Pertamina Foundation juga menghadirkan temu bisnis dengan pelaku pariwisata, perhotelan, serta berbagai pihak yang berpotensi menjadi pasar produk UMKM.
“Harapannya dari hari ini kita bawa 48 UMKM, mudah-mudahan mereka akan punya bisnis yang lebih banyak lagi,” kata Agus.
Menurutnya, transaksi B2B penting karena dapat membuka peluang pesanan dalam jumlah lebih besar. Produk UMKM, misalnya, dapat digunakan sebagai seragam, suvenir, maupun kebutuhan perusahaan lainnya.
“Angka yang besar itu datang dari bisnis-bisnis. Mereka bikin seragam, mereka bikin souvenir dari beberapa produk UMKM ini,” ujarnya.
Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pertamina Foundation mengembangkan kapasitas pelaku UMKM melalui berbagai program pembinaan. Salah satunya PFpreneur yang menyasar perempuan pelaku usaha di berbagai daerah.
Agus mengatakan program tersebut telah menjangkau peserta dari berbagai wilayah Indonesia. Sebagian peserta kemudian mendapatkan pendampingan lanjutan melalui UMKM Academy Pertamina untuk mendorong mereka menuju pasar yang lebih luas.
2. Titip Jual Produk UMKM Terdampak Bencana di Sumatera

Pembukaan Pertamina Small Medium Enterprise Expo (SMEXPO) 2026 di Pasar Ngasem, Jumat (2/10/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo) SMEXPO Yogyakarta 2026 juga menjadi ruang untuk mendukung UMKM yang terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatra. Agus mengatakan produk UMKM dari Aceh dan Sumatra Utara turut dititipkan untuk dijual dalam gelaran SMEXPO Yogyakarta.
“Di sini ada stan-stan daripada UMKM yang kena bencana di Sumatra Utara, Aceh, kemudian Sumatra Utara. Ini kita titip jual di sini,” katanya.
Menurutnya, kehadiran produk tersebut diharapkan dapat membuka akses pasar sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap pelaku UMKM yang terdampak bencana. Selain UMKM, SMEXPO juga memberikan ruang bagi seniman difabel dan penyandang autisme untuk menampilkan serta memasarkan karya mereka kepada pengunjung.
Komisaris Independen Pertamina, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan pengembangan UMKM tidak cukup hanya melalui pemberian bantuan atau pembinaan. Menurutnya, program tanggung jawab sosial perusahaan perlu diarahkan pada pemberdayaan yang berkelanjutan sehingga pelaku UMKM mampu mengembangkan usahanya secara mandiri.
“Pembinaan sekarang yang namanya CSR, yang namanya foundation, jangan bersifat charity. Tapi harus berkelanjutan sehingga mereka harus dijadikan entrepreneur-trainer. Mereka harus diberdayakan,” kata Nanik.
Pemilihan Pasar Ngasem sebagai lokasi SMEXPO Yogyakarta juga dinilai strategis karena kawasan tersebut menjadi salah satu tujuan wisata di Kota Yogyakarta. Nanik berharap wisatawan yang datang ke Pasar Ngasem dapat mengenal produk UMKM binaan Pertamina yang berasal dari berbagai daerah, termasuk Aceh, Jawa Timur, dan Yogyakarta.
Menurutnya, pasar memiliki peran penting sebagai tempat bertemunya produk UMKM dengan konsumen. “Orang bisa membuat produk tapi belum tentu bisa menjual. Salah satu tempat menjual yang efektif adalah di pasar,” ujarnya.
Ia berharap ke depan Pertamina tidak hanya mendampingi UMKM, tetapi juga ikut menghidupkan pasar-pasar di berbagai daerah sebagai ruang pemasaran produk lokal.
3. Jadi Bagian HUT ke-270 Kota Yogyakarta

Pertamina Small Medium Enterprise Expo (SMEXPO) 2026 di Pasar Ngasem Yogyakarta, Jumat (2/10/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo) Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, mengapresiasi pelaksanaan SMEXPO yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-270 Kota Yogyakarta. Menurut Wawan, kegiatan tersebut sejalan dengan tagline HUT ke-270 Kota Yogyakarta, yakni “Authentic, Concrete.”
“Pertamina ini juga autentik dan konkret membantu UKM kita. Dari Jogja, UMKM bisa naik kelas. Kami mengapresiasi sinergi yang dibangun antara pemerintah kota, Pertamina, dan masyarakat,” ujar Wawan.
Ia mengatakan perayaan HUT ke-270 Kota Yogyakarta berlangsung sepanjang Oktober dengan melibatkan berbagai pihak. Sejumlah agenda yang disiapkan antara lain “1001 Pembatik di Malioboro” dan festival musik di Pasar Kembang.
“Kegiatan ini bukan hanya diadakan oleh pemerintah kota, tetapi melibatkan semua stakeholder. Pertamina hadir dengan kontribusi nyata, sehingga UMKM lokal bisa semakin vokal dan berani unjuk gigi,” katanya.
SMEXPO Yogyakarta 2026 ditargetkan menarik lebih dari 4.000 pengunjung. Pertamina Foundation juga menyiapkan program lanjutan berupa pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi UMKM peserta.
Program lanjutan tersebut diarahkan agar pelaku usaha tidak berhenti pada pameran, tetapi dapat membangun kerja sama jangka panjang dengan pasar modern, hotel, restoran, hingga industri besar.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















