Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BiosfeRun 2026 Padukan Olahraga, Alam, dan Budaya di Menoreh

Kota Yogyakarta
3 min read
BiosfeRun 2026 Padukan Olahraga, Alam, dan Budaya di Menoreh
Jumpa pers BiosfeRun 2026, di Yogyakarta Kamis (1/10/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
  • BPOB akan menggelar BiosfeRun 2026 pada 18 Oktober di Lapangan Pagerharjo, Kulon Progo, dengan target 1.000 peserta kategori 7K, 15K, dan 30K.

  • Lintasan trail running melintasi Perbukitan Menoreh yang termasuk Cagar Biosfer UNESCO, menggabungkan tantangan olahraga, panorama alam, serta pengenalan kehidupan dan karakter kawasan setempat.

  • Mengusung filosofi Memayu Hayuning Bawana, acara melibatkan masyarakat lokal untuk mengangkat budaya dan potensi desa, sekaligus mendorong ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pariwisata berkelanjutan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Yogyakarta, IDN Times - Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) kembali menggelar BiosfeRun 2026. Ajang trail running ini memadukan olahraga, keindahan alam, dan kekayaan budaya di kawasan Perbukitan Menoreh.

BiosfeRun 2026 dijadwalkan berlangsung pada Minggu (18/10/2026). Lapangan Pagerharjo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), akan menjadi titik kegiatan.

  1. 1. Lewati kawasan Cagar Biosfer UNESCO

    WhatsApp Image 2026-10-01 at 19.12.13.jpeg
    Plt. Direktur Utama BPOB, Yusuf Hartanto (kiri), saat jumpa pers di Yogyakarta, Kamis (1/10/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

    Para peserta akan diajak berlari melewati kawasan Perbukitan Menoreh yang menjadi bagian dari Cagar Biosfer UNESCO. Selain menawarkan tantangan fisik, lintasan BiosfeRun dirancang untuk memberikan pengalaman menikmati bentang alam sekaligus mengenal karakter kawasan dan kehidupan masyarakat setempat. 

    “Tahun ini, BiosfeRun menargetkan 1.000 peserta yang terbagi dalam tiga kategori, yakni 7K, 15K, dan 30K. Khusus kategori utama 30K, pemenang akan mendapatkan gelar “The Highlander”. Gelar tersebut menjadi simbol ketangguhan, keberanian, dan kedekatan dengan alam,” ujar Plt. Direktur Utama BPOB, Yusuf Hartanto, saat konferensi pers, Kamis (1/10/2026).

  2. 2. Bawa filosofi Memayu Hayuning Bawana

    IMG_2368.JPG.jpeg
    Night run menyambut BiosfeRun 2026 di Yogyakarta, Kamis (1/10/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

    BiosfeRun 2026 mengusung filosofi Jawa “Memayu Hayuning Bawana”, yang dimaknai sebagai upaya merawat diri, bumi, dan sesama. Karena itu, ajang ini tidak hanya mengajak peserta menaklukkan lintasan. Peserta juga diajak membangun kepedulian terhadap kelestarian alam dan kehidupan masyarakat di kawasan Menoreh.

    Penyelenggaraan BiosfeRun juga menjadi bagian dari komitmen BPOB dalam mendorong pariwisata yang memperhatikan keseimbangan aspek ekologi, ekonomi, dan sosial. Sejalan dengan program Kementerian Pariwisata, kegiatan tersebut diharapkan dapat menghadirkan event berkualitas sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi masyarakat dan mendukung pelestarian lingkungan.

    Yusuf mengatakan BiosfeRun menjadi salah satu upaya menghadirkan kegiatan pariwisata yang memberikan pengalaman bagi wisatawan sekaligus manfaat bagi kawasan dan masyarakat.

    “BiosfeRun 2026 kami hadirkan bukan hanya sebagai ajang olahraga, tetapi sebagai bagian dari upaya membangun pariwisata yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Melalui perpaduan olahraga, alam, dan budaya, kami ingin menghadirkan event berkualitas yang tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal,” ujar Yusuf.

  3. 3. Libatkan masyarakat lokal

    WhatsApp Image 2026-10-01 at 19.12.13-3.jpeg
    Jumpa pers BiosfeRun 2026 di Yogyakarta, Kamis (1/10/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

    BiosfeRun 2026 juga menjadi ruang kolaborasi antara penyelenggara dan masyarakat untuk mengangkat potensi alam serta kekayaan budaya Menoreh. Keterlibatan masyarakat lokal menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan event. Dengan begitu, manfaat kegiatan diharapkan tidak hanya dirasakan selama acara berlangsung, tetapi juga dapat berdampak bagi desa-desa di sekitar kawasan. 

    Kepala Divisi Pemasaran Nusantara Pariwisata BPOB, Ricky Harris Fadhila, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting agar BiosfeRun dapat tumbuh bersama kawasan. “BiosfeRun tidak hanya diperuntukkan bagi para pelari, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi bersama masyarakat. Kami ingin event ini ikut mengangkat potensi alam, budaya, serta produk dan aktivitas masyarakat lokal sehingga manfaat penyelenggaraannya dapat dirasakan secara langsung oleh desa-desa di sekitar kawasan Menoreh,” kata Ricky.

    Melalui BiosfeRun 2026, BPOB berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan, mulai dari memperkuat ekonomi masyarakat desa, melestarikan budaya dan lingkungan, hingga memperkenalkan Borobudur Highland sebagai destinasi pariwisata hijau dan berkelanjutan di tingkat nasional maupun internasional.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More