Tragis, Buruh Tani di Bantul Meninggal Disambar Arus Tegangan Tinggi

- Seorang buruh tani berusia 70 tahun di Bantul ditemukan meninggal dunia setelah tersengat listrik tegangan tinggi saat memotong ranting pohon untuk pakan ternak.
- Polisi dan tim medis memastikan korban meninggal di lokasi tanpa tanda kekerasan, dan peristiwa ini dinyatakan sebagai kecelakaan murni akibat sengatan listrik dari jaringan PLN.
- Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah, sementara polisi mengimbau warga agar berhati-hati bekerja di sekitar kabel listrik dan berkoordinasi dengan pihak terkait sebelum memangkas pohon.
Bantul, IDN Times - Peristiwa tragis menimpa seorang buruh tani berinisial T (70), warga Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul. Ia ditemukan tak bernyawa diduga akibat tersengat listrik tegangan tinggi pada Senin (13/7/2026) pagi. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal di atas pohon di kawasan Jalan Joyowinoto, Dusun Paten, Srihardono.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan kejadian itu pertama kali diketahui sekitar pukul 09.15 WIB. Usai menerima laporan warga, personel Polsek Pundong bersama Tim Inafis Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bantul dan tenaga medis dari Puskesmas Pundong mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
"Korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa di atas pohon. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan para saksi, korban diduga tersengat aliran listrik dari jaringan PLN saat sedang memotong ranting pohon untuk dijadikan pakan ternak," kata Rita dilansir laman Polres Bantul.
Ia menjelaskan, sebelum kejadian korban diduga memanjat pohon mandingan untuk memotong ranting sebagai pakan ternak. Saat proses tersebut, ranting yang dipotong diduga menyentuh jaringan listrik milik PLN sehingga arus listrik mengalir ke pohon yang dipegang korban.
"Diduga setelah ranting mengenai kabel listrik, arus bertegangan tinggi langsung menyambar pohon. Saat itu korban masih berpegangan pada batang pohon sehingga tidak sempat melepaskan diri dan meninggal dunia di lokasi kejadian," ujarnya.
Murni kecelakaan
Rita mengatakan dokter dari Puskesmas Pundong menyatakan korban meninggal dunia saat melakukan pemeriksaan awal pada pukul 09.45 WIB. Setelah itu, Tim Inafis Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bantul melakukan identifikasi dan pemeriksaan terhadap jenazah korban.
"Dari hasil pemeriksaan Tim Inafis tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan ataupun penganiayaan pada tubuh korban. Peristiwa ini murni merupakan kecelakaan akibat sengatan aliran listrik," jelas Rita.
Usai proses identifikasi selesai, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Menurut Rita, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak mengajukan keberatan atas hasil pemeriksaan petugas.
"Keluarga korban menerima peristiwa ini sebagai musibah dan tidak mengajukan keberatan atas hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas," katanya.
Rita mengimbau masyarakat agar mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sekitar jaringan listrik, terutama ketika memangkas pohon atau melakukan pekerjaan yang berisiko bersentuhan dengan kabel listrik.
"Kami mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika bekerja di sekitar jaringan listrik. Apabila terdapat pohon yang rantingnya sudah mendekati kabel listrik, sebaiknya berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak terkait agar proses pemangkasan dapat dilakukan secara aman dan tidak membahayakan keselamatan," pungkasnya.


















