Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dosen UMY Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Dinonaktifkan

Dosen UMY Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Dinonaktifkan
Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).(IDN Times/Daruwaskita)
Intinya Sih
  • Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menonaktifkan sementara dosen Prodi Farmasi yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswi, sambil menunggu hasil pemeriksaan dan keputusan resmi universitas.
  • Pihak kampus bersama Satgas PPKPT melakukan investigasi menyeluruh untuk menelusuri dugaan kasus, memeriksa pihak terkait, serta mencari kemungkinan adanya kasus serupa yang belum dilaporkan.
  • UMY menegaskan komitmen menjaga lingkungan kampus aman dan bermartabat, memberikan pendampingan bagi korban, serta mengimbau publik tidak menyebarkan informasi atau identitas yang belum terverifikasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bantul, IDN Times - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyatakan telah menonaktifkan oknum dosen Prodi Farmasi di kampusnya yang sebelumnya diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswinya.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan dan rekomendasi awal dari Program Studi Farmasi, FKIK, dan Satgas PPKPT UMY, Universitas menonaktifkan sementara dosen yang bersangkutan dari seluruh tugas akademik dan nonakademik," tulis poin kelima pada surat keterangan resmi yang diterima, Minggu (12/7/2026).

Surat keterangan berisi 6 poin itu ditandatangani oleh Rektor UMY, Achmad Nurmandi, Sabtu (11/7/2026).

Nonaktifkan selama pemeriksaan, cari kemungkinan kasus lain

Masih pada poin kelima surat tersebut dijelaskan bahwa penonaktifan sementara ini berlaku sampai proses pemeriksaan tuntas dan diterbitkan keputusan lebih lanjut oleh Universitas sesuai dengan ketentuan berlaku.

Sementara itu pada poin keempat tertulis bahwa Prodi Farmasi dan FKIK telah bertindak pada Sabtu (11/7/2026) kemarin.

Mereka melakukan investigasi bersama dengan Satgas PPKPT Universitas demi meneluri, memeriksa, dan mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat, memiliki keterkaitan, atau mengetahui informasi mengenai peristiwa tersebut.

"Tim juga akan menelaah kemungkinan adanya kasus lain yang berkaitan, serupa, atau belum sempat dilaporkan agar tidak ada informasi maupun persoalan yang terabaikan," tulis keterangan tersebut.

Komitmen serius UMY

Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). (IDN Times/Daruwaskita)
Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). (IDN Times/Daruwaskita)

UMY menyatakan keprihatinannya terhadap dugaan kasus tersebut dan memastikan memberikan dukungan, perlindungan, serta pendampingan psikologis bagi para korban maupun pihak yang telah menyampaikan informasi. Kampus juga menyediakan mekanisme pelaporan yang aman dengan menjamin kerahasiaan identitas pihak pelapor.

Pihak universitas menyebut persoalan ini menjadi perhatian serius dan berkomitmen menjaga lingkungan kampus tetap aman, bermartabat, serta terbebas dari berbagai bentuk kekerasan. UMY juga memastikan proses investigasi bersama Satgas PPKPT dilakukan secara menyeluruh untuk memperoleh informasi yang lengkap, akurat, objektif, dan berdasarkan fakta.

"UMY menegaskan tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk pelecehan, kekerasan, intimidasi, maupun tindakan lain yang dapat mengancam keamanan, kenyamanan, dan martabat setiap individu di lingkungan kampus," tulis keterangan tersebut.

Universitas juga mengimbau masyarakat untuk memberi kesempatan agar proses pemeriksaan berjalan secara objektif serta menghindari penyebaran identitas dan informasi yang belum terverifikasi demi melindungi hak serta privasi pihak-pihak yang terlibat.

Viral di media sosial

Dugaan kasus pelecehan oleh dosen terhadap mahasiswinya ini viral di media sosial sejak beberapa hari terakhir.

Dugaan pelecehan ini mencuat melalui platform media sosial Threads. Sebuah unggahan memperlihatkan tangkapan layar percakapan pesan WhatsApp yang diduga berisi komunikasi antara oknum dosen dengan beberapa mahasiswinya.

Unggahan itu menyoroti pesan yang  bernada pelecehan verbal dari oknum dosen kepada beberapa mahasiswi sebagai terduga korban.

Unggahan itu pun memantik berbagai respons. Beberapa warganet mengaku pernah mendapatkan perlakuan serupa dari si oknum dosen.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest News Jogja

See More