Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Wisudawan Thailand dan Maluku di UAD: Taklukkan Keraguan, Raih Mimpi!

Kota Yogyakarta
Wisudawan Thailand dan Maluku di UAD: Taklukkan Keraguan, Raih Mimpi!
Wisudawan Program Studi Sastra Inggris yang berasal dari Thailand, Sakis Chemamat. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Intinya Sih

  • Wisudawan Thailand Sakis Chemamat menaklukkan kendala bahasa dan adaptasi di UAD berkat dukungan komunitas, lalu aktif berkegiatan serta mengajak lulusan menjadi jembatan antarbudaya.
  • Hafiz Ahmad Rumalutur asal Maluku menegaskan kerja keras, niat, dan ambisi lebih menentukan daripada latar belakang, setelah menyelesaikan studi Hukum di UAD Yogyakarta.
  • UAD mewisuda 1.282 mahasiswa, termasuk 958 cumlaude; rektor meminta lulusan menguasai teknologi tanpa mengabaikan nalar, integritas, karakter, dan tanggung jawab moral.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Yogyakarta, IDN Times - Jarak ribuan kilometer dari kampung halaman tak menghalangi usaha mencapai mimpi. Seorang mahasiswa asal Thailand dan Maluku, berdiri di podium Wisuda Periode IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Jogja Expo Center, Sabtu (1/8/2026). Mereka membagikan kisah perjuangan yang menginspirasi ribuan wisudawan untuk percaya bahwa kerja keras dan tekad mampu mengalahkan segala keterbatasan.

Di hadapan ribuan wisudawan, keluarga, dan sivitas akademika UAD, wisudawan Program Studi Sastra Inggris yang berasal dari Thailand, Sakis Chemamat menyampaikan kisah perjuangannya selama menempuh studi di Indonesia. Ia mengaku datang ke Yogyakarta pada 2022 dengan penuh semangat, sekaligus diliputi rasa gugup karena menghadapi lingkungan, bahasa, dan budaya baru.

"Ketika saya tiba di Indonesia pada tahun 2022, saya sangat bersemangat, tetapi juga merasa gugup. Segalanya terasa asing bagi saya, mulai dari bahasa, budaya, hingga lingkungan yang baru," ujar Sakis.

1. Sempat merasa berat tapi terus berusaha

WhatsApp Image 2026-08-01 at 13.53.53-2.jpeg
Wisuda Periode IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Jogja Expo Center, Sabtu (1/8/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Menurutnya, kuliah di luar negeri tidak hanya mengejar gelar akademik, tetapi juga proses belajar beradaptasi, bertumbuh, dan bangkit dari berbagai tantangan. Sakis mengungkapkan, masa tersulit dialaminya saat memasuki semester dua dan tiga. Kesulitan berbahasa membuatnya sempat mempertanyakan kemampuannya untuk melanjutkan studi.

"Sejujurnya, pada semester dua dan tiga saya sempat bertanya pada diri sendiri apakah saya mampu melanjutkan. Saya kesulitan dengan bahasa dan beradaptasi dengan lingkungan baru bukanlah hal yang mudah. Bahkan, hal-hal sederhana pun terasa sulit," katanya.

Rasa ragu itu perlahan sirna berkat dukungan dari teman-teman Indonesia, mahasiswa internasional, para dosen, anggota Kantor Kerja Sama dan Urusan Internasional (KKUI), serta komunitas Thai Student Association yang selalu mendampinginya. "Mereka memberi semangat ketika saya mulai meragukan diri sendiri. Mereka mengingatkan bahwa melakukan kesalahan adalah hal yang wajar. Berkat mereka, saya terus melangkah," tuturnya.

Seiring waktu, Sakis mampu beradaptasi. Ia belajar Bahasa Indonesia sedikit demi sedikit, menjadi lebih percaya diri, serta berani mengambil berbagai kesempatan yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan. "Saya pernah gagal, saya belajar, saya bertumbuh. Ketika melihat kembali perjalanan itu, saya menyadari bahwa tempat ini tidak berubah, tetapi sayalah yang berubah. Tantangan yang dulu membuat saya takut justru membentuk saya menjadi pribadi yang berdiri di sini hari ini," ungkapnya.

Selama menempuh pendidikan di UAD, Sakis aktif mengikuti berbagai kegiatan kemahasiswaan. Pengalaman tersebut membuatnya bertemu dengan banyak orang dari beragam latar belakang dan membangun persahabatan lintas negara. Ia menilai kesuksesan tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari keberanian untuk terus berkembang serta manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.

"Kita dikenang bukan hanya karena pengetahuan yang kita miliki, tetapi juga karena integritas, kepedulian, dan dampak positif yang kita berikan di mana pun berada," ujarnya.

Di akhir pidatonya, Sakis mengajak seluruh wisudawan memanfaatkan ilmu yang telah diperoleh untuk membangun karier sekaligus mengabdi kepada masyarakat. Menurutnya, sebagai lulusan internasional, mereka memiliki peran penting sebagai jembatan yang menghubungkan berbagai budaya.

"Sebagai lulusan internasional, kita menjadi jembatan antarbudaya. Ke mana pun kehidupan membawa kita, semoga kita terus menumbuhkan saling pengertian, rasa hormat, dan perdamaian," ucap Sakis.

2. Semua memiliki kesempatan untuk berkembang

Wisudawan dari Prodi Hukum, Hafiz Ahmad Rumalutur. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Wisudawan dari Prodi Hukum, Hafiz Ahmad Rumalutur. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Wisudawan lainnya dari Prodi Hukum, Hafiz Ahmad Rumalutur mengajak seluruh wisudawan untuk tidak pernah menyerah pada keterbatasan. Menurutnya, setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda, tetapi kerja keras dan keyakinan akan membawa seseorang pada tujuan yang dicita-citakan.

"Sampai pada titik ini saya percaya dan meyakini bahwa kita semua memiliki kisah masing-masing. Sudah banyak jatah gagal yang kita lewati. Ada ocehan, cemohan, dan keraguan dari orang lain. Tetapi hari ini, dengan toga yang begitu sangat mewah ini, kita telah membuktikan bahwa kita mampu berdiri di titik ini dengan kepala tegak dan penuh percaya diri," ujar Hafiz di hadapan para wisudawan dan tamu undangan.

Pria asal Maluku itu mengingatkan setiap orang memiliki kesempatan yang sama. “Tidak peduli siapa kita, dari mana kita berasal, seperti apa penampilan kita, apakah miskin ataupun kaya. Yang menentukan bukanlah asal kita, tetapi seberapa besar niat, ambisi, dan kerja keras yang kita miliki," tuturnya.

Hafiz kemudian menceritakan perjalanan hidupnya yang berasal dari daerah di ujung timur Indonesia. Ia mengaku bersyukur dapat menempuh pendidikan di Yogyakarta hingga akhirnya menyelesaikan studi di UAD.

"Di sini, di Yogyakarta, di Universitas Ahmad Dahlan, saya, Hafiz Ahmad Rumalutur, dari daerah matahari terbit, tepatnya Desa Kiblat, Kecamatan Tutuk Tolu, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku, Alhamdulillah sudah membuktikannya," ucapnya yang langsung disambut tepuk tangan para hadirin.

3. Wisuda ribuan mahasiswa UAD

WhatsApp Image 2026-08-01 at 13.53.53-3.jpeg
Wisuda Periode IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Jogja Expo Center, Sabtu (1/8/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Rektor UAD, Prof. Muchlas menyampaikan jumlah wisudawan periode IV TA 2025/2026 sebanyak 1.282 wisudawan dengan capaian cumlaude sebanyak 958 wisudawan.

Ia mengatakan keberhasilan para wisudawan tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga bagian dari perjalanan UAD dalam meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan inovasi.

"Keberhasilan saudara merupakan bagian dari perjalanan Universitas Ahmad Dahlan yang terus meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan tentu inovasi," ujar Prof. Muchlas dalam sambutannya.

Dalam pesannya kepada para lulusan, Prof. Muchlas mengingatkan mereka akan memasuki dunia kerja yang mengalami perubahan sangat cepat akibat perkembangan kecerdasan artifisial (AI), otomasi, dan transformasi digital. Menurutnya, kemajuan teknologi tidak akan pernah menggantikan nilai-nilai kemanusiaan, akhlak, integritas, dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. Karena itu, lulusan perguruan tinggi harus mampu menguasai teknologi sekaligus memiliki karakter yang kuat.

"Jadikan kecerdasan artifisial sebagai mitra untuk meningkatkan produktivitas, bukan sebagai pengganti nalar kita, karakter kita, dan tanggung jawab moral kita," tegasnya.

Ia juga berpesan agar para lulusan terus mengembangkan kompetensi, menjaga nama baik almamater, serta mengamalkan nilai-nilai Islam berkemajuan dalam setiap pengabdian kepada masyarakat. "Gelar akademik yang saudara peroleh hari ini adalah awal dari proses pembelajaran sepanjang hayat. Teruslah belajar, terus berinovasi, dan terus memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan," ujarnya.

Di akhir sambutannya, Prof. Muchlas menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan keluarga yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada UAD. Menurutnya, keberhasilan para wisudawan merupakan buah dari doa keluarga, dedikasi dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh sivitas akademika.

Ia berharap para alumni mampu menjadi pribadi yang sukses dalam karier sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat dan bangsa. "Teruslah berkarya, menjaga integritas, dan mengharumkan nama baik Universitas Ahmad Dahlan di mana pun saudara mengabdi," pungkasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More