Tidar DIY Gaungkan Prabowo Dua Periode di Tengah Konsolidasi

- Musda Tidar DIY menggaungkan dukungan bagi Prabowo Subianto dua periode sambil memperkuat konsolidasi dan regenerasi kader muda Gerindra.
- Tidar menyiapkan kader untuk membangun jaringan, kegiatan sosial, pendidikan, dan politik, serta membidik pemilih muda menjelang Pemilu 2029.
- Gerindra DIY meminta kader Tidar merangkul keberagaman tanpa membedakan latar belakang maupun pilihan politik, serta menjunjung persatuan.
Yogyakarta, IDN Times - Dukungan agar Presiden Prabowo Subianto melanjutkan kepemimpinan hingga dua periode menggema dalam Musyawarah Daerah (Musda) Tunas Indonesia Raya (Tidar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (11/9/2026). Suara dukungan tersebut muncul di tengah agenda konsolidasi organisasi sayap Partai Gerindra yang digelar di Hotel Platinum Adisucipto Yogyakarta, Jumat (11/9/2026).
Musda Tidar DIY menjadi bagian dari proses regenerasi sekaligus konsolidasi kader muda Gerindra menghadapi kontestasi politik mendatang. Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Tidar, Rocky Candra mengatakan Tidar terus melakukan kaderisasi untuk menyiapkan generasi muda yang nantinya dapat berkontribusi dalam politik maupun kehidupan sosial.
"Pesan yang saya sampaikan adalah bagaimana proses kaderisasi itu Tidar terus berjalan karena regenerasi itu sebuah keniscayaan," kata Rocky di sela Musda Tidar DIY.
1. Tidar siapkan kader muda untuk Gerindra

Musda Tunas Indonesia Raya (Tidar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (11/9/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo) Rocky menyebut anggota Tidar merupakan kader-kader muda Gerindra yang dipersiapkan untuk membangun komunikasi dan jaringan di tengah masyarakat. Menurutnya, kader Tidar tidak hanya diarahkan untuk terlibat dalam politik praktis, tetapi juga berbagai kegiatan sosial dan pendidikan. \
"Kami Tidar adalah Gerindra-Gerindra muda yang mempersiapkan diri untuk membangun komunikasi, membangun jaringan untuk membantu masyarakat dalam semua kegiatan sosial, kependidikan dan juga politik praktis di setiap daerah," ujarnya.
Khusus di Yogyakarta, Rocky berharap Musda dapat melahirkan kader-kader muda yang kelak menjadi pemimpin di berbagai tingkatan. Ia menyebut Yogyakarta sebagai daerah pendidikan memiliki banyak akademisi dan pemikir yang potensial untuk menjadi pemimpin masa depan.
"Kami mengharapkan lahir dari ruangan ini dan Tidar nanti pemimpin-pemimpin Yogyakarta berikutnya, baik di segala tingkatan di politik, apakah itu DPRD, DPRD provinsi, kabupaten, dan DPR RI," katanya.
2. Bidik suara anak muda pada Pemilu 2029

Musda Tunas Indonesia Raya (Tidar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (11/9/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo) Rocky mengatakan Tidar akan mengambil peran dalam setiap kontestasi politik dengan menyasar kelompok pemilih muda. Pendekatan yang digunakan, kata dia, akan disesuaikan dengan karakter anak muda sehingga pesan politik dapat disampaikan secara lebih sederhana dan mudah diterima.
"Bagaimana Tidar merangkul suara-suara pemilih, anak-anak muda dan juga mendistribusikan program-program yang kami sampaikan dengan cara-cara anak muda, dengan gaya-gaya anak muda," ujarnya.
Rocky mengeklaim pola tersebut telah dijalankan Tidar sejak organisasi tersebut berdiri dan memberikan dampak terhadap perolehan suara Gerindra. Ia juga menegaskan Musda bukan sekadar upaya memanaskan mesin partai setelah pemilu.
Menurutnya, kegiatan konsolidasi dan kaderisasi Tidar dilakukan secara rutin, bahkan tidak lama setelah pelaksanaan pemilu. "Ini bagian dari proses kaderisasi yang kami lakukan rutin setiap bulan, setiap hari, setiap tahun. Target kita membentuk karakter anak-anak muda dan juga memenangkan Gerindra, itu target utama," katanya.
Rocky menyebut Tidar saat ini telah hadir di 38 provinsi dan 13 negara. Pada tahun ini, organisasi tersebut menargetkan memperluas keberadaan hingga 20 negara.
3. Kader Tidar DIY diminta rangkul perbedaan

Musda Tunas Indonesia Raya (Tidar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (11/9/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo) Sementara itu, Wakil Ketua I DPD Gerindra DIY, Raden Mas Gustilantika Marrel Suryokusumo, meminta kader muda Tidar DIY menjadi kelompok yang terbuka terhadap perbedaan. Marrel yang merupakan cucu Raja Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengatakan Yogyakarta merupakan daerah yang dihuni masyarakat dengan latar belakang beragam. Menurutnya, karakter tersebut harus tercermin dalam sikap kader Tidar DIY.
"Jogja itu banyak sekali yang mencerminkan dan menyampaikan bahwa Jogja itu miniaturnya Indonesia. Semua masyarakat Indonesia antara pernah ke Jogja atau ada di Jogja, baik mereka mencari pekerjaan atau paling minim sekolah di Jogja," kata Marrel.
Karena itu, ia meminta kader muda Tidar merangkul masyarakat tanpa membedakan asal daerah, agama, ras, suku maupun pilihan politik. "Kalian harus punya wawasan yang luas, harus punya hati yang terbuka, pikiran yang terbuka," ujarnya.
Marrel juga mengingatkan kader Tidar DIY untuk menjunjung persatuan di tengah perbedaan. Menurutnya, semangat tersebut penting agar kader muda Gerindra dapat mencerminkan karakter Yogyakarta sekaligus Indonesia.

















