Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

53 Siswa-Guru di Bantul Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Disetop

Kab. Bantul
53 Siswa-Guru di Bantul Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Disetop
Ilustrasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). (IDN Times/Tunggul Damarjati)
  • Sebanyak 53 penerima MBG di SD Negeri 1 Sumberagung, Bantul, mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan yang dibagikan 4 September 2026.
  • Korban terdiri dari 50 siswa dan tiga guru; 51 orang menjalani rawat jalan, sementara dua lainnya masih dirawat inap dan terus dipantau.
  • Puskesmas mengambil sampel makanan untuk investigasi, sedangkan KPPG mengevaluasi proses produksi serta menghentikan operasional SPPG Bantul Jetis Patalan 2.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bantul, IDN Times - Sebanyak 53 penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 1 Sumberagung, Jetis, Bantul, mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG. Kejadian ini diduga berkaitan dengan menu yang dibagikan pada Jumat (4/9/2026).

Kepala KPPG Sleman, Harsono Budi Waluyo, mengatakan pihaknya masih melakukan pemantauan dan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait.

"KPPG Sleman menegaskan bahwa penyebab gangguan kesehatan yang dialami penerima manfaat sampai saat ini masih dalam proses pemeriksaan," kata Harsono dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).

  1. Siswa dan guru mengalami keluhan kesehatan

    Berdasarkan data terbaru, sebanyak 53 orang mengalami keluhan kesehatan. Mereka terdiri dari 50 siswa dan tiga guru.

    Dari jumlah tersebut, 51 orang menjalani rawat jalan. Sementara itu, dua penerima manfaat masih menjalani rawat inap.

    "KPPG Sleman bersama SPPG terus memantau perkembangan kondisi kedua penerima manfaat yang masih menjalani perawatan," imbuh Harsono.

  2. Menu makanan diduga picu gejala keracunan

    ilustrasi anak sakit perut (vecteezy.com/Srinrat Wuttichaikitcharoen)
    ilustrasi anak sakit perut (vecteezy.com/Srinrat Wuttichaikitcharoen)

    Kejadian tersebut dilaporkan pada Senin (7/9/2026). Keluhan kesehatan muncul setelah para penerima manfaat menyantap menu MBG yang didistribusikan pada Jumat (4/9/2026). Menu tersebut terdiri dari potato wedges, bistik galantin, tempe garit, cah buncis wortel, dan semangka merah.

    Guna mengetahui penyebab gangguan kesehatan, Puskesmas Jetis 2 telah mengambil sampel makanan dari SPPG Bantul Jetis Patalan 2.

    "KPPG Sleman juga terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Puskesmas, pihak sekolah, SPPG, serta unsur kewilayahan dalam proses penanganan dan pemantauan kejadian," katanya.

    Sampel makanan selanjutnya akan diperiksa sebagai bagian dari proses investigasi.

  3. Operasional dapur MBG disetop

    KPPG Sleman telah melakukan langkah tindak lanjut dengan mengevaluasi seluruh rangkaian penyelenggaraan MBG di SPPG Bantul Jetis Patalan 2. Ini meliputi penerimaan dan penyimpanan bahan baku, proses persiapan, pengolahan, pemorsian, penyimpanan, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.

    Menurut Harsono, evaluasi juga diarahkan pada penerapan higiene sanitasi, pengendalian mutu, keamanan pangan, serta kepatuhan terhadap SOP pada setiap tahapan produksi dan distribusi.

    "KPPG Sleman memastikan bahwa keselamatan dan kesehatan penerima manfaat merupakan prioritas utama. Pemantauan terhadap penerima manfaat yang terdampak akan terus dilakukan sampai kondisi seluruh penerima manfaat dinyatakan membaik dan saat ini SPPG tersebut sudah diberhentikan operasional," tegasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More