Cegah Kebakaran, Sri Sultan Minta Tiap Toko di Malioboro Miliki Alat Pemadam

- Sri Sultan Hamengku Buwono X mengusulkan setiap toko di kawasan Malioboro memiliki APAR, menyusul kebakaran Hamzah Batik pada 28 September 2026.
- Sultan menilai APAR dapat membantu menahan api sebelum petugas tiba, serta harus diperiksa dan diisi ulang secara berkala.
- Kebakaran Hamzah Batik bermula di area dapur lantai tiga, berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa, dan membuat operasional toko serta agenda acara ditutup sementara.
Yogyakarta, IDN Times - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X mengusulkan setiap tempat usaha atau toko memiliki alat pemadam api ringan atau APAR.
Usul ini menyusul peristiwa kebakaran yang terjadi di pusat perbelanjaan batik, Hamzah Batik di kawasan Malioboro, tepatnya Jalan Margo Mulyo, Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Senin (28/9/2026).
1. Biasakan setiap toko punya APAR

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo) Sultan mengatakan belum mengetahui pemicu si jago merah bisa muncul dan melahap bangunan yang berada di kawasan atau bagian utama Sumbu Filosofi Yogyakarta tersebut. Menurut Sultan, sebagai antisipasi setiap tempat usaha di kawasan tersebut dapat dilengkapi APAR.
"Saya enggak tahu persis ya di sana apakah sudah ada pemadam kebakaran dalam arti yang di rumah gitu loh. Kan ada kan yang di dapur dan sebagainya. Apakah di sana ada, kalau enggak, dibiasakan ya di toko-toko itu harus ada pemadam kebakaran yang APAR," kata Sultan di Kantor DPRD DIY, Kota Yogyakarta, Rabu (30/9/2026).
2. Cek berkala APAR, jangan didiamkan saja

ilustrasi apar (pexels.com/Jan van der Wolf) Menurut Sultan, ketersediaan APAR setidaknya mampu mengurangi risiko api kian membesar saat kebakaran terjadi. Atau penanganan secara mandiri sebelum petugas pemadam kebakaran tiba.
"Kalau enggak, ya risikonya ya gitu, gitu. Jadi kalau memang belum ada tetap bisa mempertimbangkan untuk setiap toko dan sebagainya itu punya APAR itu. Ya paling sedikit awal itu sudah ada disemprot, sebelum ada pemadam kebakaran datang," katanya.
Sultan juga mengingatkan apabila sudah memiliki APAR, harus dicek secara berkala atau diisi ulang. "Tapi nek tuku ya nek setahun ya kudu diisi maneh, ora terus dinengke wae," pungkas Sultan.
3. Hamzah Batik terbakar, tutup sementara operasional

Hamzah Batik (Dok. Hamzah Batik) Sebelumnya terjadi kebakaran melanda toko Hamzah Batik Malioboro pada Senin (28/9/2026) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.
Peristiwa ini diketahui ketika seorang saksi sedang memperbaiki kamar mandi di lantai tiga mendengar suara letupan benda terbakar. Saat diperiksa, api sudah membakar area dapur di lantai tersebut. Petugas keamanan setempat sempat berupaya meredam kobaran api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), tapi api terlanjur membesar dan tidak berhasil dikendalikan.
Proses pemadaman melibatkan tim gabungan yang mengerahkan 12 unit mobil damkar, satu unit water cannon milik Polresta Yogyakarta, serta satu truk damkar TNI. Petugas bahu-membahu menjinakkan si jago merah hingga akhirnya api berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.45 WIB.
Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Hingga saat ini otal kerugian material akibat insiden tersebut dalam proses pendataan.
Dampak dari kejadian ini, pihak manajemen mengumumkan operasional Hamzah Batik Malioboro ditutup sementara waktu. Seluruh agenda pertunjukan harian, bulanan, maupun acara lainnya juga terpaksa ditiadakan hingga batas waktu yang belum ditentukan.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















