Sejarah Hamzah Batik, Toko Legendaris Malioboro yang Alami Kebakaran

- Hamzah Batik di Jalan Margo Mulyo, Yogyakarta, terbakar Senin dini hari; api dari dapur lantai tiga padam pukul 04.45 WIB tanpa korban jiwa, sementara kerugian didata.
- Berawal dari usaha keluarga Mirota, Hamzah Sulaiman mendirikan Mirota Batik pada 1979 sebelum berganti nama menjadi Hamzah Batik sebagai penghormatan kepadanya.
- Raminten, karakter panggung Hamzah, berkembang menjadi ikon restoran dan kabaret; Raminten Cabaret Show rutin digelar di lantai tiga sejak 2018 setiap Jumat dan Sabtu.
Bagi banyak pelancong, perjalanan ke Jogja terasa belum lengkap tanpa mampir ke Hamzah Batik. Namun, pada Senin (28/9/2026) dini hari, toko oleh-oleh di kawasan Malioboro, tepatnya Jalan Margo Mulyo, Gondomanan, Kota Yogyakarta, ini dilanda kebakaran. Api pertama kali terlihat dari ruang dapur di lantai tiga sekitar pukul 01.30 WIB.
Polresta Yogyakarta menyampaikan bahwa api padam pukul 04.45 WIB tanpa ada korban jiwa, sedangkan total kerugian masih didata. Di tengah kabar ini, banyak orang kembali bertanya tentang asal-usul toko tersebut, sosok Raminten, dan kabaret yang selalu ramai ditonton. Biar makin kenal, simak ulasan singkatnya berikut ini.
1. sejarah Hamzah Batik, berdiri sejak 1979

Pameran Keris 'Napak Suran' di Area Budaya Hamzah Batik, Jalan Malioboro, Yogyakarta, Senin (17/7/2023). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo) Akar Hamzah Batik berasal dari usaha keluarga Hamzah Sulaiman di kawasan Kotabaru pada 1950-an. Hamzah adalah anak bungsu pendiri Grup Mirota. Usaha bernama Mirota itu menjual bahan pokok dan makanan. Namanya merupakan singkatan dari minuman, roti, dan tawar.
Menurut situs resmi perusahaan, Mirota Batik berdiri pada 1979 dengan konsep awal "Malioboro Baru", yakni pasar kecil berisi beberapa kios. Hamzah memulainya dengan menyewa tiga stan yang menjual batik dan kerajinan tangan. Dari sana usahanya berkembang dan makin dikenal wisatawan.
Perjalanan itu sempat terguncang pada 2004 ketika Mirota Batik terbakar. Operasional dipindahkan sementara ke Mirota Gallery di Jalan Malioboro, sementara gedung utama direnovasi. Setahun kemudian, gedung baru tiga lantai seluas 802 meter persegi selesai dibangun.
Nama Mirota Batik kemudian diganti menjadi Hamzah Batik sebagai bentuk penghormatan kepada pendirinya. Kini lantai satu berisi batik, camilan tradisional, dan jamu. Lantai dua menampilkan kerajinan tangan, sedangkan lantai tiga menyediakan busana muslim dan pakaian anak, lengkap dengan ruang tunggu restoran Raminten.
2. Fakta Raminten, maskot Hamzah Batik sekaligus nama restoran

Hamzah Sulaiman. (Dok. Istimewa) Raminten bukan sekadar nama merek. Ia adalah peran panggung Hamzah Sulaiman, yang tampil sebagai perempuan Jawa berkebaya, berjarik, dan berkonde dalam pentas ketoprak serta acara komedi di televisi lokal Jogja TV. Menurut orang dekat Hamzah dari tim pengembangan Hamzah Batik, nama ini berasal dari ungkapan ora sepinten (tidak seberapa), yang menggambarkan karakter sederhana.
Popularitas tokoh ini kemudian merambah ke bisnis kuliner. The House of Raminten di Kotabaru resmi berdiri pada 26 Desember 2008 dan awalnya hanya menjual aneka jamu. Pelan-pelan, restoran ini juga menyajikan sego kucing (nasi bungkus porsi kecil) dengan harga sangat murah. Gak heran kalau wisatawan penasaran, apalagi suasananya kental dengan patung perempuan berkonde, pelayan berbusana Jawa, serta aroma dupa dan bunga. Restoran dengan nama serupa juga hadir di gedung Hamzah Batik.
Gak banyak yang tahu bahwa Hamzah juga seorang abdi dalem (pengabdi keraton) di Keraton Yogyakarta. Ia tercatat sebagai abdi dalem sejak 2 September 2014, dan Sri Sultan Hamengku Buwono X menganugerahinya gelar Kanjeng Mas Tumenggung Tanoyo Hamijinindyo.
Hamzah Sulaiman wafat pada Rabu, 23 April 2025, di usia 75 tahun. Meski begitu, sosok Raminten yang ia ciptakan tetap menjadi ikon yang melekat pada Hamzah Batik dan restorannya.
3. Cabaret Show yang ikonik

potret Raminten Cabaret Show (instagram.com/ramintencabaret) Raminten Cabaret Show digelar di lantai tiga gedung Hamzah Batik setiap Jumat dan Sabtu pukul 19.00 sampai 20.30 WIB. Pertunjukan ini sudah berlangsung sejak 2018 dan makin ramai peminat sejak 2022 berkat pengaruh media sosial. Di luar jam pertunjukan, area ini tetap terasa seperti bagian toko pada umumnya.
Kabaret adalah pertunjukan yang memadukan musik, tari, komedi, dan drama dengan busana yang meriah. Di sini, para pemain pria berbusana perempuan (cross-dresser) dan kerap menirukan artis ternama lewat lip sync (menyanyi dengan gerak bibir mengikuti rekaman). Sentuhan komedinya membuat suasana terasa cair dan cocok ditonton berbagai kalangan, dari teman sebaya sampai keluarga besar.
Penonton bisa memesan tiket lewat reservasi atau membeli langsung di lokasi sebelum pertunjukan dimulai. Pertunjukan ini juga menerima pemesanan privat untuk acara perusahaan. Karena gedungnya baru terdampak kebakaran, kamu perlu cek jadwal dan informasi terbaru lewat kanal resmi Hamzah Batik sebelum berangkat.
Itulah tiga sisi Hamzah Batik, dari sejarah panjangnya, sosok Raminten, hingga kabaret yang ramai di akhir pekan. Semoga proses penanganan pascakebakaran berjalan lancar dan toko ini bisa kembali menyambut pengunjung. Kalau kamu punya kenangan berbelanja atau nonton kabaret di sana, ceritakan di kolom komentar dan bagikan artikel ini ke temanmu.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















