Puluhan Siswa di Turi Sleman Pusing hingga Muntah Usai Santap MBG
Puluhan siswa dari tiga sekolah di Kapanewon Turi, Sleman, mengalami pusing, mual, muntah, dan sakit perut setelah menyantap Makan Bergizi Gratis.
Puskesmas Turi menangani 45 siswa, mengambil sampel makanan dari sekolah dan SPPG untuk diuji, serta membuka pemantauan 24 jam bagi gejala lanjutan.
KPPG Sleman mencatat 49 penerima manfaat, termasuk seorang guru, mengalami gangguan pencernaan; penyebabnya belum dipastikan dan masih menunggu pemeriksaan pihak berwenang.
Sleman, IDN Times - Puluhan siswa tiga sekolah di Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman mengeluhkan pusing, mual, muntah hingga sakit perut usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).
1. Siswa silih berganti alami keluhan kesehatan
ilustrasi keracunan makanan (IDN Times/Novaya Siantita) Kepala Puskesmas Turi, Dyah Retnaningtyas, menjelaskan sejumlah siswa SMP Negeri 3 Turi harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) puskesmas sekitar pukul 09.30 WIB, pada Senin (7/9/2026).
Menurut Dyah, rombongan pertama berjumlah 24 siswa. Tidak lama kemudian, dua pelajar dari sekolah lainnya yaitu SD Muhammadiyah Balerante, Kapanewon Turi, juga datang untuk menjalani pemeriksaan. "Kebanyakan memang mengeluh pusing, mual, muntah, sakit perut, menyatakan tadi setelah makan MBG," kata Dyah.
Pihak Puskesmas Turi selanjutnya melakukan pemeriksaan terhadap siswa serta memberikan obat sesuai kondisi yang dialami. Setelah mendapat penanganan, 26 siswa dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang.
2. Bawa sampel makanan ke laboratorium
Namun kejadian serupa terjadi kembali sekitar pukul 11.30 WIB. Sebanyak 19 siswa SMK Muhammadiyah I Turi datang ke Puskesmas Turi. Mereka merasakan kejadian serupa. "Total siswa dari tiga sekolah yang mendapat penanganan di Puskesmas Turi mencapai 45 orang.
Guna mengetahui penyebab munculnya keluhan tersebut, Puskesmas Turi mengambil sejumlah sampel makanan yang dibagikan kepada siswa. Sampel tidak hanya dikumpulkan dari sekolah, tetapi juga dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dyah menjelaskan makanan MBG yang dikonsumsi siswa adalah nasi, bola-bola daging, edamame, serta tumis kol wortel. Sementara itu, buah yang diberikan dalam paket makanan adalah semangka.
Meski siswa diperbolehkan pulang, Puskesmas Turi tetap memantau kondisi mereka. Fasilitas kesehatan juga memastikan layanan tetap tersedia selama 24 jam apabila muncul keluhan lanjutan atau terdapat siswa yang membutuhkan rujukan.
"Kami minta untuk melapor kalau misal ada gejala lanjutan. Kami 24 jam siap untuk menerima. Misalnya ada yang perlu dirujuk kami siap 24 jam," imbuhnya.
Tim surveilans Puskesmas Turi telah berkoordinasi dengan sekolah penerima program MBG dan meminta meneruskan informasi kepada orangtua agar segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila muncul gejala.
3. KPPG Sleman: 49 orang alami gejala gangguan pencernaan
Sementara itu, Kepala KPPG Sleman, Harsono Budi Waluyo mengatakan, pihaknya mencatat total 49 penerima manfaat mengalami indikasi gangguan pencernaan. Jumlah tersebut terdiri dari 48 siswa dan satu orang guru.
Dari total tersebut, 45 orang mendapat penanganan di Puskesmas, tiga orang menjalani rawat jalan di RSUD Sleman, dan satu orang masih menjalani rawat inap di RSUD Sleman. Mayoritas penerima manfaat yang mengalami gejala disebut telah membaik dan kembali ke rumah.
Pada hari kejadian, SPPG Turi Wonokerto menyalurkan MBG kepada 2.682 penerima manfaat. Menindaklanjuti laporan tersebut, KPPG Sleman bersama tim SPPG melakukan koordinasi dengan pihak sekolah, Puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Kepolisian, dan Koramil untuk melakukan pemantauan serta penanganan terhadap penerima manfaat.
KPPG Sleman menegaskan penyebab munculnya gangguan pencernaan tersebut belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak berwenang.
"KPPG Sleman menegaskan bahwa penyebab gangguan pencernaan tersebut belum dapat disimpulkan dan masih dalam proses pemeriksaan oleh pihak berwenang. Oleh karena itu, KPPG Sleman mengimbau seluruh pihak untuk tidak berspekulasi sampai hasil pemeriksaan laboratorium dan kajian dari instansi terkait diperoleh," kata Harsono dalam keterangannya, Senin (7/9/2026) malam.


















