Ndarboy Bagikan Cerita Debut Akting di Film Musikal Cidro Asmoro

Ndarboy debut akting sebagai Daru dalam film komedi musikal Cidro Asmoro, berlatih dengan acting coach dan pemain lain untuk mendalami karakter bujang.
Film VISION+ ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 8 Oktober 2026, mengikuti Prita, penjaga kafe yang viral setelah menyanyi campursari lalu menghadapi dunia hiburan.
Cidro Asmoro memadukan musik, komedi, romansa, dan budaya Jawa melalui karakter serta kultur tokoh; lagu campursari modern turut menggerakkan cerita dan emosi.
Yogyakarta, IDN Times – Penyanyi lagu-lagu Jawa, Ndarboy atau Ndaru, menjajal pengalaman baru di dunia perfilman dengan memerankan karakter Daru dalam film komedi musikal Cidro Asmoro. Tak sekadar bernyanyi, ia dituntut mendalami karakter dan berakting di depan kamera.
Film produksi VISION+ ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai Kamis (8/10/2026). Setelah sukses hadir dalam format series, Cidro Asmoro kembali dengan cerita baru yang memadukan musik, komedi, romansa, dan budaya Jawa.
Ndarboy mengaku proses syuting film ini menjadi pengalaman sekaligus pembelajaran baru baginya. Sebagai penyanyi yang terbiasa tampil di atas panggung, ia harus beradaptasi dengan tuntutan akting dan membangun karakter yang berbeda dari dirinya sehari-hari.
“Di film ini ya jelas saya penyanyi tapi suruh akting, tapi saya berusaha semaksimal mungkin semoga nanti kalian semuanya suka,” ujar pria yang belakangan naik daun dengan lagu 'Kicau Mania' itu, di Yogyakarta, Senin (28/9/2026).
1. Ndarboy belajar akting untuk perankan Daru

Ndarboy saat press conference Film Cidro Asmoro, di Yogyakarta, Senin (28/9/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo) Memerankan Daru menjadi tantangan tersendiri bagi Ndarboy. Salah satu tuntutan karakter yang harus ia jalani adalah menjiwai sosok bujang. Untuk mendalami peran tersebut, Ndarboy mengikuti arahan pelatih akting atau acting coach. Ia juga banyak berlatih bersama para pemain lain selama proses produksi.
“Untungnya ada acting coach sama banyak berlatih sama teman-teman cast yang lain juga. Jadi ini tidak cuma proses kreatif tapi juga pembelajaran saya untuk hal baru di dunia film,” katanya.
Selain pengalaman akting, Ndarboy berharap kehadiran Cidro Asmoro dapat menjadi bagian dari perkembangan film dan musik Jawa di industri hiburan Indonesia. Menurutnya, besarnya minat masyarakat terhadap musik Jawa menjadi peluang bagi para musisi untuk ikut mewarnai industri hiburan nasional.
“Saya harap teman-teman pecinta musik Jawa itu kan banyak sekarang. Hingga kita para musisi Jawa bisa ikut andil dalam mewarnai industri musik di Indonesia,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan kepada musisi, aktor, dan film-film Jawa agar semakin dikenal luas. “Saya harap juga teman-teman bisa ikut support musisi-musisi Jawa atau aktor-aktor Jawa dan film-film Jawa di industri perfilman Indonesia. Jadi mohon support-nya teman-teman untuk menonton. Semoga kalian suka,” imbuhnya.
2. Usung genre musikal drama komedi

Film Cidro Asmoro. (Dok.istimwa) Cidro Asmoro mengikuti kisah Prita yang diperankan Jodilee Warwick, seorang gadis sederhana dari keluarga kurang mampu yang bekerja sebagai penjaga kafe kecil di Jogja. Di tengah rutinitasnya, Prita sebenarnya menyimpan impian untuk menjadi penyanyi, namun memilih bekerja demi membantu keluarganya.
Suatu malam, Prita dan sahabatnya, Molly, berhenti di trotoar dan melihat seorang pengamen membawakan lagu campursari “Koyo Jogja Istimewa”. Prita spontan ikut bernyanyi dan berjoget. Aksi polos dan penuh semangat tersebut direkam Molly dan diunggah ke media sosial. Tak disangka, video berdurasi kurang dari satu menit itu meledak dan menjadi fenomena nasional. Goyang Viral khas Prita ditiru berbagai kalangan, hingga dalam semalam kehidupan gadis penjaga kafe tersebut berubah total.
Namun, menjadi terkenal ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Prita harus berhadapan dengan dunia hiburan yang sebelumnya asing baginya, termasuk para musisi dan band ternama yang merasa terusik oleh popularitasnya.
Mengusung genre musical, drama, comedy, film ini mengajak penonton menikmati cerita yang ringan dan menghibur, sekaligus membawa mereka masuk ke momen-momen emosional para karakter. Film ini memadukan komedi, musikal, romansa, dan fenomena budaya viral dalam sebuah kisah inspiratif tentang seseorang dari kalangan bawah yang berhasil mengubah hidupnya secara luar biasa.
3. Budaya Jawa jadi bagian dari modernitas

Press conference Film Cidro Asmoro, di Yogyakarta, Senin (28/9/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo) Film ini tetap membawa warna Jawa yang menjadi identitas Cidro Asmoro, namun hadir dengan cerita yang fresh sehingga bisa dinikmati baik oleh penonton yang sudah mengikuti series maupun mereka yang baru pertama kali mengenalnya.
“Kami melihat antusiasme penonton terhadap Cidro Asmoro sebagai series dan ingin membawa semangat itu ke layar lebar dengan cerita yang baru. Penonton yang sudah mengikuti series tetap akan menemukan sesuatu yang fresh, sementara penonton baru juga bisa langsung menikmati filmnya. Ada musik, komedi, emosi, dan tentu saja warna Jawa yang kuat di dalamnya,” ujar Deputy CEO VISION+, Clarissa Tanoesoedibjo.
Sutradara Cidro Asmoro, Senoaji Julius mengatakan, film ini berupaya menghadirkan budaya Jawa tanpa hanya mengandalkan unsur visual, seperti pakaian tradisional, bangunan, atau latar tempat. Baginya, kekuatan Jawa dalam film ini justru terletak pada sikap, karakter, dan kultur yang melekat pada tokoh-tokohnya.
Seno mengaku terinspirasi oleh lagu-lagu Ndarboy yang menggunakan bahasa Jawa, tetapi tetap dikemas dengan musik modern. Menurutnya, lagu-lagu tersebut menggambarkan perjuangan hidup masyarakat Jawa melalui pendekatan yang dekat dengan generasi sekarang.
“Jadi, saya mau menempatkan bahwa budaya Jawa bukan hanya sebagai pelengkap, tapi budaya Jawa itu salah satu unsur yang membentuk modernitas. Jadi, modern itu dibentuk dari Jawa itu juga, karakternya,” jelas Seno.
Pendekatan tersebut juga diterapkan melalui perpaduan komedi, romansa, dan musik campursari modern. Lagu-lagu dalam film tidak sekadar menjadi pengiring adegan, tetapi ikut menggerakkan cerita dan menggambarkan perubahan emosi para karakter.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















