Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Film Memburu Pemangsa, Kisah 4 Jurnalis Perempuan Buru Predator Anak

Kota Yogyakarta
3 min read
 Film Memburu Pemangsa, Kisah 4 Jurnalis Perempuan Buru Predator Anak
FIlm Memburu Pemangsa. (Dok. Istimewa)
  • Film Memburu Pemangsa mengangkat isu kekerasan terhadap anak melalui kisah empat jurnalis perempuan yang menyelidiki jaringan predator anak dengan unsur horor, kriminal, dan aksi.
  • Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem memerankan Agnes, Cia, Brina, dan Anya yang mengumpulkan informasi, mengejar pelaku, serta menghadapi ancaman berbahaya.
  • Sebelum tayang nasional, film garapan Umay Shahab diputar di tujuh kota; tiket di hampir seluruh lokasi disebut terjual habis, sementara pemeran menjalani workshop aksi selama tiga bulan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Yogyakarta, IDN Times – Kasus kekerasan terhadap anak masih menjadi persoalan yang menyita perhatian publik. Salah satunya kasus kekerasan yang terjadi di salah satu daycare di Kota Yogyakarta menjadi sorotan nasional. Sementara di Medan, sepanjang Juni 2026 tercatat 39 laporan kasus kekerasan terhadap anak dengan 44 anak menjadi korban.

Persoalan serupa juga terjadi di Makassar. Pada Juli 2026, seorang siswi SMP menjadi korban kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh pasangan suami istri.

Rentetan kasus tersebut menjadi perhatian Sinemaku Pictures dalam menggarap film Memburu Pemangsa. Film garapan sutradara Umay Shahab ini menghadirkan kisah empat jurnalis perempuan yang memburu predator menyasar anak-anak.

Film horror-crime-action tersebut diputar lebih dulu di tujuh kota, termasuk Yogyakarta yang menyambut meriah penayangan Memburu Pemangsa di CGV Jwalk Yogyakarta, pada Sabtu (19/9/2026).

  1. 1. Penonton diajak ikuti proses jurnalis buru predator anak

    Pemutaran FIlm Memburu Pemangsa. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
    Pemutaran FIlm Memburu Pemangsa. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

    Dalam film ini, Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem memerankan empat jurnalis perempuan dengan karakter berbeda. Laura Basuki berperan sebagai Agnes, Prilly Latuconsina sebagai Cia, Taskya Namya sebagai Brina, dan Yasamin Jasem sebagai Anya.

    Keempatnya terlibat dalam sebuah investigasi untuk membongkar kasus kriminal besar yang melibatkan predator anak. Perburuan tersebut membawa mereka berhadapan dengan kejahatan yang bekerja sama dengan iblis.

    Kisah investigasi menjadi salah satu kekuatan utama film. Penonton diajak mengikuti proses empat jurnalis tersebut mengumpulkan informasi, mengejar pelaku, hingga berhadapan langsung dengan ancaman yang membahayakan keselamatan mereka.

    Sepanjang pemutaran di Yogyakarta, penonton dibuat tegang mengikuti perjalanan keempat karakter tersebut. Sejumlah adegan bahkan disambut tepuk tangan, sementara adegan horor dan aksi membuat penonton beberapa kali menahan napas.

    Umay Shahab mengatakan, isu kekerasan terhadap anak menjadi salah satu alasan penting di balik film tersebut. “Orang yang melakukan tindakan kekerasan pada anak adalah serendah-rendahnya manusia, karena melakukan kekerasan terhadap anak, yang tidak memiliki kemampuan kekuatan untuk melawan,” ujar Umay.

  2. 2. Taskya Namya membayangkan jika keponakannya sebagai korban

    FIlm Memburu Pemangsa. (Dok. Istimewa)
    FIlm Memburu Pemangsa. (Dok. Istimewa)

    Taskya Namya yang memerankan Brina menilai keberadaan empat jurnalis perempuan dalam film memiliki arti penting. Menurutnya, karakter tersebut digambarkan tidak hanya sebagai sosok yang melakukan investigasi, tetapi juga berupaya membela dan menjaga anak-anak.

    “Gambaran empat jurnalis perempuan di film ini sangat penting untuk membela dan menjaga anak-anak. Salah satu alasanku mau bergabung di film ini adalah karena isu anak-anak,” ujar Taskya.

    Ia juga mengaku terbawa secara emosional dengan isu yang diangkat film. Taskya memiliki tiga keponakan sehingga membayangkan mereka berada dalam situasi seperti korban dalam film membuat karakter Brina terasa semakin dekat.

    “Aku punya tiga keponakan dan membayangkan kalau mereka ada di posisi terburuk seperti yang ada di film ini, aku juga akan melakukan apapun seperti Brina dan teman-teman jurnalisnya, mengejar dan tidak membiarkan pemangsa ini untuk lolos,” tambahnya.

  3. 3. Empat perempuan jadi karakter utama sekaligus hero

    FIlm Memburu Pemangsa. (Dok. Istimewa)
    FIlm Memburu Pemangsa. (Dok. Istimewa)

    Selain mengangkat isu kekerasan terhadap anak, Memburu Pemangsa juga menawarkan pendekatan berbeda melalui empat pemeran perempuan sebagai karakter utama sekaligus hero. Film ini memadukan unsur horor, kriminal, dan aksi dengan desain produksi yang dirancang untuk membawa penonton mengikuti langsung perburuan para jurnalis.

    Yasamin Jasem menyebut porsi aksi dalam film menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain. Mereka bahkan harus menjalani pelatihan sebelum proses produksi. “Salah satu yang menarik untukku juga adalah adegan action-nya yang cukup heavy, ditambah pacing horor yang memacu adrenalin. Kami para pemeran harus melakukan workshop action selama tiga bulan sebelumnya lebih dulu, dan sangat menantang,” ujar Yasamin.

    Dengan perpaduan investigasi jurnalistik, aksi, dan horor, Memburu Pemangsa membawa penonton masuk ke dalam perburuan empat jurnalis terhadap predator anak.

    Sebelum tayang secara nasional, Memburu Pemangsa menggelar pemutaran lebih dulu di tujuh kota, yakni Jakarta, Depok, Bogor, Bekasi, Yogyakarta, Medan, dan Makassar. Antusiasme penonton disebut cukup tinggi dengan tiket di hampir seluruh kota tersebut terjual habis.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More