Seleksi Mutasi Masuk Kemenhaj 2026: Antusiasme Tinggi, Ujian Ketat

- Kemenhaj menggelar ujian kompetensi mutasi PNS melalui Layanan ASN Karier Batch II Tahun 2026.
- Sekitar 5.300 pendaftar tercatat untuk sekitar 820 formasi, dengan sekitar 1.300 peserta terverifikasi mengikuti ujian.
- Ujian CACT menilai aspek manajerial dan sosiokultural, termasuk integritas, kerja sama, serta komunikasi kandidat.
Sleman, IDN Times — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) sedang menggelar tahapan ujian kompetensi dalam rangka mutasi masuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) melalui Layanan ASN Karier Batch II Tahun 2026. Antusiasme para abdi negara untuk berpindah tugas ke instansi yang mengurus penyelenggaraan haji dan umrah ini rupanya sangat tinggi.
Kepala Bagian Pengelolaan SDM Kemenhaj, Abdul Basir, mengungkapkan bahwa jumlah pendaftar membludak melebihi kuota yang disediakan.
1. Rela meninggalkan jabatan demi Kementerian Haji dan Umrah

Suasana ujian kompetensi dalam rangka mutasi masuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) melalui Layanan ASN Karier Batch II Tahun 2026 (Dok. Kemenhaj RI) Basir menyoroti sebuah fenomena menarik dari seleksi mutasi ini. Meski posisi yang dibuka dikhususkan untuk jabatan pelaksana penata layanan operasional dengan syarat minimal lulusan S1, banyak pelamar yang ternyata sudah menduduki jabatan strategis di instansi asal mereka. Ada yang berstatus eselon tiga, pejabat fungsional (CF) ahli muda, hingga CF ahli madya.
"Tapi karena mereka pengin berkhidmat untuk memberikan layanan kepada jemaah haji, mereka mungkin rela meninggalkan jabatannya yang penting bisa bergabung dengan Kementerian Haji," tutur Basir.
2. Fokus pada aspek manajerial dan sosio-kultural

Kepala Bagian Pengelolaan SDM Kementerian Haji dan Umrah RI, Abdul Basir (IDN Times/Yogie Fadila) Demi menjamin integritas dan akuntabilitas, Kemenhaj bekerja sama penuh dengan BKN. Rangkaian ujian kompetensi ini diselenggarakan di seluruh kantor BKN di 34 provinsi dengan rentang waktu pelaksanaan mulai 16 hingga 28 September 2026. Di Yogyakarta sendiri, ujian digelar dengan metode Computer Assisted Competency Test (CACT) dan dihadiri oleh 13 peserta pada sesi Kamis itu.
Adapun formasi yang diperebutkan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terbilang sangat terbatas. Basir merinci, Kemenhaj hanya membuka lima formasi untuk Kantor Wilayah (Kanwil), lima formasi untuk Asrama Haji, dan satu hingga dua orang untuk penempatan di tingkat Kabupaten/Kota, menyesuaikan dengan jumlah pegawai eksisting. "Kami juga ada kebijakan outsourcing untuk mengatasi kekurangan pegawai yang ada di kantor," tambahnya.
Materi ujian CACT difokuskan pada penilaian manajerial dan sosiokultural. Tujuannya adalah untuk mengukur kebiasaan kerja, integritas, kemampuan kerja sama, hingga tingkat komunikasi para kandidat PNS yang akan mutasi tersebut.
3. Motivasi melayani Tamu Allah

Sejumlah peserta ujian kompetensi dalam rangka mutasi masuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) melalui Layanan ASN Karier Batch II Tahun 2026 (IDN Times/Yogie Fadila) Tingginya antusiasme pendaftar ini selaras dengan motivasi luhur yang dibawa oleh para peserta seleksi. Syahrul Arifin, salah seorang peserta yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di Kecamatan Laksono, Kabupaten Wonosobo, mengaku sangat bersemangat. "Motivasi saya itu ya saya merasa senang untuk mengurusi umat, tamu-tamu Allah itu aja. Kami tentu saja bisa mengabdi di Kementerian Haji secara maksimal karena ada motivasi karena senang, merasa cinta, merasa terhormat untuk bisa melayani tamu-tamu Allah itu saja," kata Syahrul.
Senada dengan Syahrul, seorang peserta asal Kemenag Sleman, juga berharap bisa memperluas kiprah pengabdiannya. Ia berkeinginan agar pengembangan kariernya bisa bermuara pada pelayanan yang lebih optimal kepada para tamu Allah (jemaah haji). "Pengin bisa lebih melayani para tamu Allah aja sih. Mudah-mudahan bukan hanya perkara dunia tapi perkara akhirat juga," ujar peserta yang meminta identitasnya dirahasiakan penuh harap.
Dia juga mengapresiasi tingkat kesulitan soal yang diberikan oleh BKN. Ia meyakini bahwa standar soal yang lumayan susah itu adalah bukti bahwa Kemenhaj sangat serius menyeleksi SDM terbaiknya. "Saya sendiri berkeyakinan Kemenhaj enggak mau sembarangan orang, pengin mendapatkan SDM-SDM terbaik yang mereka seleksi melalui sistem ini," tutupnya.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Teguh Dwi Nugroho, telah mengingatkan seluruh peserta untuk mematuhi aturan dan tata tertib yang berlaku selama pelaksanaan ujian CACT. Peserta yang terbukti melakukan pelanggaran akan langsung dicatat dalam Berita Acara Pelaksanaan Kegiatan dan akan dilaporkan ke pejabat berwenang di instansi asal peserta. Hal ini dilakukan demi menjaga integritas tahapan seleksi secara keseluruhan.


















