Teknik UGM Nonaktifkan 10 Mahasiswa Dugaan Percakapan Cabul di Grup Chat

FT UGM menonaktifkan sementara 10 mahasiswa yang diduga terlibat percakapan cabul berunsur kekerasan berbasis gender online (KBGO) dalam grup chat sekitar 40 anggota.
Langkah ini diambil setelah fakultas memanggil dan memeriksa para mahasiswa, menyusul unggahan akun @kawanugm yang menampilkan tangkapan layar percakapan dan dugaan pelaku.
Penonaktifan berlangsung 1,5 bulan sambil menunggu keputusan Satgas PPKS UGM, dapat diperpanjang, dan melarang mahasiswa mengikuti kegiatan akademik demi keamanan korban serta integritas pemeriksaan.
Sleman, IDN Times - Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menonaktifkan 10 mahasiswa yang diduga terlibat percakapan cabul melalui sebuah group chat. Dugaan tindak dalam kekerasan berbasis gender online (KBGO) tersebut mencuat setelah akun Instagram akun @kawanugm mengunggah sejumlah foto yang disebut sebagai terduga pelaku.
1. Percakapan berlangsung di grup chat

ilustrasi stop KBGO (freepik.com/freepik) Berdasarkan unggahan akun @kawanugm, dugaan KBGO terjadi dalam sebuah grup percakapan yang beranggotakan sekitar 40 orang. Unggahan itu juga menyertakan tangkapan layar percakapan yang dinilai mengandung unsur KBGO.
Akun tersebut meminta UGM mengambil langkah tegas. Kampus juga didorong untuk memastikan adanya ruang yang aman bagi seluruh civitas akademika.
2. FT UGM nonaktifkan 10 mahasiswa selama 1,5 bulan
Dekan FT UGM, Selo, mengatakan pihak fakultas telah memanggil dan memeriksa 10 mahasiswa yang diduga terlibat. Fakultas juga menyiapkan dokumen untuk menonaktifkan sementara seluruh mahasiswa tersebut.
"Kami sedang menyiapkan dokumen untuk menonaktifkan sementara semua mhs terduga pelaku KBGO selama 1,5 bulan," kata Selo saat dihubungi wartawan, Selasa (29/9/2026).
Penonaktifan berlaku sembari menunggu keputusan akhir Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UGM.
3. Masa nonaktif bisa diperpanjang
Selo menekankan, para mahasiswa dengan status nonaktif tidak bisa mengikuti kegiatan akademik. "Nonaktif ini bisa diperpanjang jika diperlukan, misalnya PPKS belum selesai melakukan pemeriksaan," kata Selo.
Menurut Selo, hal ini bertujuan agar situasi kampus kondusif, korban merasa aman serta menjaga integritas investigasi selama proses pemeriksaan Satgas PPKS.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















