Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Puluhan Siswa Mual Usai Makan MBG, SPPG Wonokerto Turi Dihentikan Sementara

Kab. Sleman
Puluhan Siswa Mual Usai Makan MBG, SPPG Wonokerto Turi Dihentikan Sementara
ilustrasi keracunan makanan (IDN Times/Novaya Siantita)
  • Operasional SPPG Wonokerto, Turi, Sleman dihentikan sementara setelah 49 penerima MBG, terdiri dari 48 siswa dan satu guru, mengalami mual, pusing, muntah, serta sakit perut.

  • Sebanyak 45 siswa ditangani di Puskesmas, tiga menjalani rawat jalan, dan satu masih dirawat di RSUD Sleman; mayoritas penerima manfaat dilaporkan sudah membaik.

  • KPPG Sleman bersama instansi terkait menguji sampel makanan dan air, sambil mengevaluasi higiene, sanitasi, produksi, distribusi, serta keamanan pangan; penyebab kejadian belum disimpulkan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sleman, IDN Times - Operasional SPPG Wonokerto, Turi Kabupaten Sleman, dihentikan sementara setelah adanya laporan dugaan gangguan pencernaan pada sejumlah penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG).

Puluhan penerima manfaat dari tiga sekolah merasakan pusing, mual, muntah dan sakit perut diduga akibat mengonsumsi MBG yang didistribusikan SPPG tersebut.

  1. 1. Operasional SPPG dihentikan sementara

    Seorang perempuan menutup mulut, mual, akibat keracunan makanan.
    ilustrasi keracunan makanan (IDN Times/Novaya Siantita)

    Kepala KPPG Sleman, Harsono Budi Waluyo, mengatakan penghentian operasional dilakukan sebagai langkah kehati-hatian sembari menunggu proses pemeriksaan untuk mengetahui penyebab munculnya gejala pada penerima manfaat.

    Berdasarkan pemantauan awal KPPG Sleman, sebanyak 49 orang mengalami gejala berupa mual, pusing, dan muntah. Dari jumlah tersebut, 48 orang merupakan siswa dan satu guru.

    Sebanyak 45 siswa telah mendapatkan penanganan di Puskesmas, tiga orang menjalani rawat jalan di RSUD Sleman, sedangkan satu orang masih menjalani rawat inap di RSUD Sleman. Mayoritas penerima manfaat yang mengalami gejala dilaporkan telah membaik dan kembali ke rumah.

    "KPPG Sleman memastikan penanganan terhadap penerima manfaat menjadi prioritas utama serta akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait sampai proses pemeriksaan dan evaluasi selesai, saat ini operasional SPPG telah diberhentikan," kata Harsono dalam keterangannya, Senin (7/9/2026) malam.

  2. 2. Minta publik tak berspekulasi

    Pada Senin kemarin, SPPG Turi Wonokerto tercatat menyalurkan MBG kepada 2.682 penerima manfaat. Menu yang dibagikan terdiri nasi putih, bola-bola sapi goreng, edamame, kari kol wortel, dan semangka kuning.

    Menindaklanjuti laporan tersebut, KPPG Sleman bersama tim SPPG berkoordinasi dengan pihak sekolah, Puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Kepolisian, dan Koramil untuk melakukan pemantauan serta penanganan terhadap penerima manfaat.

    Untuk mengetahui penyebab kejadian, Puskesmas dan Dinas Kesehatan mengambil sampel makanan. Sampel yang diperiksa meliputi makanan yang disimpan serta makanan dari proses produksi terakhir. Selain itu, sampel air yang digunakan dalam proses pengolahan makanan di SPPG juga turut diambil.

    KPPG Sleman menegaskan penyebab gangguan pencernaan tersebut belum dapat disimpulkan karena proses pemeriksaan masih berlangsung.

    "KPPG Sleman menegaskan bahwa penyebab gangguan pencernaan tersebut belum dapat disimpulkan dan masih dalam proses pemeriksaan oleh pihak berwenang. Oleh karena itu, KPPG Sleman mengimbau seluruh pihak untuk tidak berspekulasi sampai hasil pemeriksaan laboratorium dan kajian dari instansi terkait diperoleh," ujarnya mengimbau.

    Harsono mengatakan KPPG Sleman akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses produksi dan distribusi MBG di SPPG Turi Wonokerto. Evaluasi mencakup penerapan SOP higiene dan sanitasi, pengawasan proses pengolahan makanan, hingga sistem pengendalian mutu dan keamanan pangan.

    Sebagai bagian dari penanganan, KPPG Sleman juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait hingga proses pemeriksaan dan evaluasi selesai.

  3. 3. Siswa silih berganti masuk puskesmas

    Diberitakan sebelumnya, puluhan siswa tiga sekolah di Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman mengeluhkan pusing, mual, muntah, dan sakit perut usai menyantap MBG.

    Kepala Puskesmas Turi, Dyah Retnaningtyas, mengatakan 45 siswa mendapatkan penanganan di Puskesmas, terdiri 24 siswa SMP Negeri 3 Turi, dua siswa SD Muhammadiyah Balerante, dan 19 siswa SMK Muhammadiyah I Turi. Mereka datang secara silih berganti dan berombongan untuk ditangani puskesmas tersebut.

    Menurut Dyah, seluruh siswa yang ditangani di Puskesmas telah membaik dan diperbolehkan pulang, sementara terdapat laporan dua siswa yang langsung dibawa dari sekolah ke RSUD Sleman.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More