Viral Dugaan Pelecehan Verbal Dosen UMY ke Mahasiswi, Ini Sikap Kampus

- Seorang dosen Fakultas Farmasi UMY diduga melakukan pelecehan seksual verbal terhadap mahasiswi melalui percakapan chat yang viral di media sosial.
- Pihak universitas memastikan akan memanggil dosen terduga pelaku dan pihak program studi untuk klarifikasi dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah.
- UMY melibatkan Satgas PPKPT dan jajaran prodi dalam investigasi guna menjamin objektivitas serta keadilan selama proses pemeriksaan berlangsung.
Bantul, IDN Times - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) akan memeriksa salah seorang seorang dosen Fakultas Farmasi yang dituding melakukan pelecehan seksual secara verbal.
Dugaan kasus pelecehan dilakukan dosen terhadap mahasiswi menjadi viral di media sosial sejak beberapa hari terakhir.
1. Dugaan pelecehan seksual via obrolan chat

Dugaan pelecehan ini mencuat melalui platform Threads. Sebuah unggahan memperlihatkan tangkapan layar percakapan pesan WhatsApp yang diduga berisi komunikasi antara oknum dosen dengan beberapa mahasiswinya. Unggahan itu menyoroti pesan yang bernada pelecehan verbal seorang dosen kepada beberapa mahasiswi sebagai terduga korban.
Unggahan itu menimbulkan berbagai respons. Beberapa warganet mengaku pernah mendapatkan perlakuan serupa dari oknum dosen tersebut.
2. Panggil untuk periksa dosen terduga pelaku
Direktur Komunikasi Publik UMY, Ratih Herningtyas, tak menampik sosok yang dibicarakan tersebut merupakan pengajar di kampusnya.
Rektorat menurut Ratih, akan menelusuri kebenaran informasi yang beredar di media sosial termasuk memintai klarifikasi dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam seluruh prosesnya.
"Kami akan memanggil dosen yang bersangkutan beserta pihak program studi untuk mendapatkan gambaran peristiwa secara utuh. Perkembangan lebih lanjut akan segera kami sampaikan," kata Ratih.
3. Koordinasi intensif lintas bagian
Ratih menambahkan, untuk menjamin objektivitas dan keadilan dalam pemeriksaan, pihak universitas dalam proses investigasi akan melibatkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) serta jajaran program studi tempat dosen tersebut bernaung.
"Pimpinan UMY, Satgas PPKPT, dan pihak program studi terus berkoordinasi secara intensif," imbuh Ratih.




















