Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jogja Last Friday Ride #195 Malam Ini, Cek Rekayasa Lalu Lintasnya!

Kota Yogyakarta
Jogja Last Friday Ride #195 Malam Ini, Cek Rekayasa Lalu Lintasnya!
Ilustrasi bersepeda malam hari. (Pexels.com/Jean Papillon)
Intinya Sih
  • Jogja Last Friday Ride ke-195 digelar Jumat malam, 31 Juli 2026, dengan ribuan pesepeda diperkirakan turun ke jalan.
  • Di Malioboro, rombongan JLFR melintas di lajur kanan atau barat, sementara lajur kiri tetap dipakai operasional Trans Jogja saat Car Free Night.
  • Pemerintah dan Satlantas menyiapkan pembagian ruang pedestrian serta personel, terutama di Kleringan; bersepeda di Malioboro tidak dilarang selama mematuhi aturan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Yogyakarta, IDN Times - Jogja Last Friday Ride (JLFR) ke-195 akan kembali digelar pada Jumat (31/7/2026) malam. Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap bulan pada Jumat terakhir ini biasa menyedot ribuan pesepeda turun ke jalan.

Mengantisipasi dampak kegiatan tersebut, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta, Satlantas Polresta Yogyakarta, dan sejumlah pemangku kepentingan menyiapkan rekayasa lalu lintas, pengamanan terpadu, serta pengaturan ruang guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat dan operasional Trans Jogja.

1. Pesepada di lajur kanan saat lintasi Malioboro

Kasat Lantas Polresta Yogyakarta AKP Alvian Hidayat menyampaikan, hasil koordinasi lintas instansi menetapkan rombongan peserta Jogja Last Friday Ride (JLFR) akan melintas di lajur kanan atau sisi barat Jalan Malioboro. Adapun lajur kiri tetap difungsikan sebagai jalur operasional Trans Jogja meski bersamaan dengan pelaksanaan Car Free Night (CFN).

"Rencana hasil diskusi terakhir, rombongan JLFR akan menggunakan lajur kanan atau sisi barat. Sementara lajur kiri tetap digunakan Trans Jogja. Meski bersamaan dengan Car Free Night, Trans Jogja tetap beroperasi sehingga diharapkan layanan transportasi umum dapat berjalan maksimal," ujar Alvian dilansir laman resmi Pemda DIY, 29 Juli 2026.

Menurut Alvian, rekayasa lalu lintas tersebut disiapkan untuk menjaga kelancaran mobilitas di kawasan Malioboro, baik bagi peserta JLFR, pengguna Trans Jogja, pejalan kaki, pelaku usaha, maupun wisatawan.

2. Pembagian ruang di kawasan pedestrian

Jalan Malioboro
Jalan Malioboro (commons.wikimedia.org/Gunawan Kartapranata)

Satlantas Polresta Yogyakarta bersama pemerintah juga mengatur pembagian ruang di kawasan pedestrian Malioboro. Salah satu sisi disiapkan untuk pesepeda, sedangkan sisi lainnya diperuntukkan bagi pejalan kaki dan wisatawan sebagai penerapan konsep berbagi ruang di kawasan publik.

"Diupayakan tetap saling berbagi ruang. Satu lajur untuk para pesepeda, satu lajur lagi untuk pejalan kaki ataupun wisatawan yang berjalan kaki," kata Alvian.

Untuk mendukung pelaksanaan JLFR, Satlantas Polresta Yogyakarta menyiagakan personel di sejumlah titik, terutama di kawasan Kleringan yang diperkirakan menjadi lokasi kepadatan lalu lintas. Langkah itu dilakukan guna mengantisipasi kemacetan dan menjaga keselamatan pengguna jalan.

"Kami akan menggelar personel secara maksimal, khususnya di simpul-simpul sekitar Kleringan. Pemerintah juga akan membersamai peserta JLFR agar kegiatan berlangsung tertib dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya," tegas Alvian.

3. Tidak ada larangan pesepeda masuki Malioboro

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Chrestina Erni Widyastuti sebelumnya menegaskan tidak ada larangan bersepeda di kawasan Malioboro, termasuk bagi peserta Jogja Last Friday Ride (JLFR). Menurutnya, seluruh pengguna jalan memiliki hak yang sama sehingga perlu saling menghormati, berbagi ruang, dan mematuhi aturan lalu lintas.

"Kami tidak pernah melarang aktivitas bersepeda di Malioboro. Semua pengguna jalan memiliki hak yang sama. Yang terpenting adalah saling berbagi ruang, saling menghargai, dan menaati aturan agar tidak menimbulkan kemacetan maupun mengganggu pengguna jalan lainnya," ujar Erni.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo juga memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mendukung penyelenggaraan JLFR. Hasto mengatakan, pemerintah memilih pendekatan kolaboratif dengan mendampingi masyarakat agar kegiatan berlangsung tertib.

"Pemkot Yogyakarta bersama Forkopimda menerima dengan baik penyelenggaraan JLFR. Tidak ada pelarangan maupun skema pengamanan khusus. Kami akan membersamai para peserta agar kegiatan berjalan baik bagi semua," kata Hasto.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More