Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BGN DIY Pecat Pegawai SPPG Bantul Ejek Korban Keracunan MBG di Karo

Kota Yogyakarta
3 min read
BGN DIY Pecat Pegawai SPPG Bantul Ejek Korban Keracunan MBG di Karo
ilustrasi PHK (IDN Times/Aditya Pratama)
  • BGN DIY memecat pegawai SPPG yang mengolok korban dugaan keracunan di Karo, Sumatera Utara, karena pernyataannya dinilai tidak menunjukkan empati.

  • BGN DIY menegaskan personel Program Makan Bergizi Gratis wajib menjaga etika, sensitivitas, tanggung jawab komunikasi publik, serta tidak menjadikan isu keamanan pangan sebagai bahan candaan.

  • Seluruh jajaran SPPG DIY diminta menjadikan kasus ini sebagai evaluasi untuk memperkuat SOP, keamanan pangan, kualitas pelayanan, pengawasan, integritas, dan profesionalitas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Yogyakarta, IDN Times – Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memecat pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengolok-olok korban keracunan di Karo, Sumatera Utara. Pegawai SPPG tersebut dipecat karena menyampaikan pernyataan tidak menunjukkan empati.

Koordinator Regional BGN DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko mengatakan pegawai tersebut diberhentikan setelah dilakukan penanganan sesuai ketentuan. Menurut Gagat, tindakan tersebut menjadi bagian dari upaya BGN menjaga standar etika dan profesionalitas seluruh personel yang terlibat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami menyayangkan adanya pernyataan tersebut. Setelah dilakukan penanganan sesuai ketentuan, yang bersangkutan telah diberhentikan,” ujar Gagat, Senin (21/9/2026).

Ia menegaskan, bekerja dalam program MBG tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis. Setiap personel juga dituntut memiliki etika, empati, sensitivitas, serta tanggung jawab ketika berkomunikasi di ruang publik.

  1. 1. BGN DIY Ingatkan SPPG soal empati

    ilustrasi keracunan makanan (IDN Times/Novaya Siantita)
    ilustrasi keracunan makanan (IDN Times/Novaya Siantita)

    Gagat mengatakan setiap kejadian yang berkaitan dengan keamanan pangan harus menjadi perhatian bersama. Terlebih saat terdapat masyarakat atau penerima manfaat yang diduga terdampak.

    Menurutnya, kondisi tersebut seharusnya disikapi dengan rasa kemanusiaan dan empati, bukan dijadikan bahan candaan maupun olok-olok. Ia juga mengingatkan seluruh jajaran SPPG agar lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial maupun menyampaikan pernyataan di ruang publik. Pasalnya, pernyataan yang disampaikan satu personel dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap penyelenggaraan Program MBG secara keseluruhan.

    “Kita harus memahami sensitivitas persoalan yang sedang dihadapi masyarakat. Jangan sampai persoalan yang seharusnya menjadi pembelajaran bersama justru dikomentari dengan cara yang tidak tepat. Empati dan saling menghormati harus menjadi bagian dari budaya kerja kita,” katanya.

  2. 2. Minta SPPG fokus tingkatkan kualitas pelayanan

    Ilustrasi MBG. (IDN Times/Tunggul Damarjati)
    Ilustrasi MBG. (IDN Times/Tunggul Damarjati)

    Di sisi lain, Gagat meminta seluruh jajaran BGN Regional DIY tidak larut dalam polemik yang muncul. Persoalan tersebut diminta menjadi momentum untuk melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

    Menurutnya, perhatian publik terhadap Program MBG saat ini semakin besar. Karena itu, jajaran SPPG harus menjawabnya melalui kinerja yang baik, kedisiplinan, penerapan keamanan pangan, kualitas makanan, pelayanan, serta komunikasi yang tepat.

    “Kami mengarahkan seluruh jajaran untuk fokus bekerja. Tingkatkan kualitas pelayanan, pastikan keamanan pangan, laksanakan SOP, perkuat pengawasan, dan berikan pelayanan terbaik kepada penerima manfaat,” ujar Gagat.

    BGN secara nasional juga terus memperkuat tata kelola SPPG dengan menempatkan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) sebagai salah satu perhatian utama dalam menjaga keamanan pangan. Dalam sejumlah kasus, BGN telah mengambil tindakan terhadap SPPG maupun personel yang dinilai memerlukan penindakan, termasuk penghentian sementara operasional atau suspend dan pencopotan kepala SPPG.

  3. 3. Jadi pelajaran bagi semua SPPG di DIY

    ilustrasi keracunan makanan (IDN Times/Novaya Siantita)
    ilustrasi keracunan makanan (IDN Times/Novaya Siantita)

    Gagat menegaskan persoalan tersebut tidak boleh hanya dipandang sebagai masalah individu. Ia meminta kejadian itu menjadi pelajaran bagi seluruh jajaran SPPG di DIY.

    Mulai dari koordinator wilayah, koordinator kecamatan, kepala SPPG, pengawas gizi, pengawas keuangan, hingga seluruh personel diminta menjaga integritas, profesionalitas, etika, dan komunikasi saat menjalankan tugas.

    “Jangan sampai satu perilaku menghapus kerja baik banyak orang. Mari kita jadikan ini pelajaran. Bekerja dengan benar, berkomunikasi dengan baik, dan tetap memiliki empati. Kita hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, bukan untuk merendahkan pihak lain,” kata Gagat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More