- Nama asli: Susilo Nugroho
- Nama panggung: Den Baguse Ngarso
- Tempat, tanggal lahir: Yogyakarta, 5 Januari 1959
- Pekerjaan: pemain teater dan guru di SMKN 1 Bantul
Sosok Susilo Nugroho, Den Baguse Ngarso Jatuh Cinta pada Seni Sejak SMA
Seniman Yogyakarta Susilo Nugroho, dikenal sebagai Den Baguse Ngarso, meninggal pada 21 September 2026 di usia 67 tahun dan dimakamkan di TPU Krapyak Sewon, Bantul.
Ketertarikannya pada seni peran tumbuh sejak SMA; ia kemudian ikut mendirikan Teater Gandrik pada 1983 serta berkarier sebagai pemain teater dan guru SMKN 1 Bantul.
Karakter Den Baguse Ngarso dalam Mbangun Deso TVRI Yogyakarta pada 1990-an mengukuhkan namanya; ia juga tampil di ketoprak, sinetron, film, dan tetap berkesenian setelah pensiun 2019.
Seniman legendaris Jogja. Susilo Nugroho, yang dikenal sebagai Den Baguse Ngarso, berpulang pada Senin (21/9/2026) di usia 67 tahun. Kepergiannya menjadi kehilangan bagi dunia kesenian Tanah Air, mengingat panjangnya perjalanan dan karya yang telah ditinggalkan.
Den Baguse Ngarso akan dimakamkan hari ini, Selasa (22/9/2026) di TPU Krapytak Sewon, Bantul pukul 16.00 WIB.
Berikut profil dan perjalanan Den Baguse Ngarso yang dimulai sebagai pemain teater dan guru di SMKN 1 Bantul.
1. Bio data Den Baguse Ngarso
2. Tertarik seni peran sejak SMA hingga mendirikan Teater Gandrik
Susilo Nugroho menempuh pendidikan formalnya di SD Suryodiningratan II Yogyakarta, kemudian melanjutkan ke SLTP Pangudi Luhur I Yogyakarta dan SMA Kolese De Britto Yogyakarta. Setelah itu, ia kuliah di IKIP Sanata Dharma yang kini dikenal sebagai Universitas Sanata Dharma. Ketertarikannya pada dunia seni peran mulai tumbuh sejak duduk di bangku SLTA, tepatnya sekitar 1977.
Perjalanannya di dunia teater kemudian berkembang hingga pada 1983, bersama Heru Kesawa Murti, Jujuk Prabowo, Sepnu Heryanto, dan Saptaria Handayaningsih mendirikan Teater Gandrik.
Bagi Susilo, menjadi seorang pemain peran bukanlah pekerjaan yang sederhana karena setiap tokoh menuntut proses penghayatan yang berbeda. Seorang aktor harus mampu melepaskan dirinya sendiri agar benar-benar hadir sebagai sosok yang dimainkan di atas panggung. Pandangan itulah yang kemudian menjadi bagian penting dari caranya memaknai dunia seni peran.
3. Perjalanan karier Den Baguse Ngarso
Saat mendengar nama Susilo Nugroho, mungkin orang belum tentu mengenalnya. Berbeda saat membahas karakter Den Baguse Ngarso, sosok yang diperankannya dalam siaran Mbangun Deso di TVRI Yogyakarta pada 1990-an. Karakter inilah yang mengukuhkan kiprahnya sebagai aktor teater, ketoprak, sinetron, dan pelawak. Dalam perannya. Den Baguse Ngarso digambarkan sebagai seorang priyayi yang sombong, gemar melontarkan ucapan nylekit, sok tahu, dan selalu ingin menang sendiri.
Berbeda dengan sosok aslinya di luar panggung, Susilo yang juga menjalani profesi sebagai guru di SMK Negeri 1 Bantul terkenal menyenangkan.
Kecintaannya pada seni peran bahkan turut terbawa ke ruang kelas ketika ia mengajar mata pelajaran ekonomi. Susilo menggunakan metode bermain peran agar para siswa dapat memahami materi dengan cara yang lebih mudah dan dekat. Setelah pensiun dari SMK Negeri 1 Bantul pada 2019, ia tetap melanjutkan aktivitasnya di dunia seni dan terlibat dalam berbagai kegiatan kesenian
4. Daftar film yang pernah dibintangi Susilo Nugroho
Kiprah Susilo Nugroho di dunia seni peran tak hanya berlangsung di atas panggung teater dan ketoprak, ia merambah layar lebar. Sejumlah film pernah menjadi bagian dari perjalanan kariernya, memperlihatkan kemampuannya membawakan beragam karakter dengan warna yang khas. Ini sejumlah film yang pernah dibintangi sepanjang perjalanan kariernya.
Film pendek:
- Lemantun (2014) sebagai Eko
- Nusabrata (2022) sebagai Pengarsa Warta
- Mawawisa (2022) sebagai Pak Benguk
Film:
- Preman in Love (2009) sebagai Heri
- Ayat-Ayat Adinda (2015) sebagai Arifin
- Ipar Adalah Maut (2024) sebagai Junaedi Prawito
- Sah! Katanya... (2025) sebagai Kusno
Kepergian Susilo Nugroho meninggalkan ruang yang sulit tergantikan dalam dunia seni pertunjukan Yogyakarta. Sosok Den Baguse Ngarso dan perjalanan panjangnya bersama teater akan terus menjadi bagian para penikmat seni. Selamat jalan, Susilo Nugroho, semoga karya dan tawa yang pernah dihadirkan selalu hidup.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















