Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pemerintah Siap Terjunkan 30 Ribu Manajer Kopdes Mulai Agustus 2026

Kab. Sleman
Pemerintah Siap Terjunkan 30 Ribu Manajer Kopdes Mulai Agustus 2026
Dialog Bisnis Menyongsong Era Baru Koperasi yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri Daerah Istimewa Yogyakarta (Kadin DIY) di Loman Park Hotel Yogyakarta, Jumat (31/7/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Intinya Sih

  • Pemerintah akan menempatkan sekitar 30 ribu manajer Kopdes Merah Putih mulai Agustus 2026, setelah pelatihan kedisiplinan, integritas, dan manajerial untuk mendukung operasional gerai.
  • Kopdes akan menyalurkan barang subsidi, menjadi off-taker produk warga, serta mengembangkan potensi lokal; sekitar 19 ribu gerai telah selesai dibangun dengan target 30 ribu gerai.
  • Kadin didorong menghubungkan koperasi dengan pasar dan industri, sekaligus memperkuat kapasitas manajerial; pengembangan koperasi juga memerlukan partisipasi anggota, transparansi, dan perlindungan regulasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sleman, IDN Times - Pemerintah siap menerjunkan sekitar 30 ribu manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih ke berbagai daerah mulai Agustus 2026. Para manajer yang telah menyelesaikan pelatihan kedisiplinan, integritas, dan manajerial itu diproyeksikan menjadi ujung tombak profesionalisasi pengelolaan koperasi sekaligus menggerakkan ekonomi desa.

Staf Khusus Menteri Koperasi Bidang Ekonomi Produktif dan Kreatif Usaha Koperasi, Prof. Ambar Pertiwiningrum mengatakan penempatan manajer dilakukan seiring percepatan pembangunan gerai Kopdes Merah Putih yang kini terus berlangsung di berbagai wilayah Indonesia.

"Sudah dilatih sekitar 30 ribu manajer yang nanti akan ditempatkan di gerai-gerai Kopdes Merah Putih. Mereka akan membantu operasional gerai dan berharmonisasi dengan pengurus maupun pengawas koperasi," kata Ambar, seusai acara Dialog Bisnis Menyongsong Era Baru Koperasi yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri Daerah Istimewa Yogyakarta (Kadin DIY) di Loman Park Hotel Yogyakarta, Jumat (31/7/2026).

1. Kesiapan manajer Kopdes dan jalannya Kopdes

Dialog Bisnis Menyongsong Era Baru Koperasi yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri Daerah Istimewa Yogyakarta (Kadin DIY) di Loman Park Hotel Yogyakarta, Jumat (31/7/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Staf Khusus Menteri Koperasi Bidang Ekonomi Produktif dan Kreatif Usaha Koperasi, Prof. Ambar Pertiwiningrum. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Menurut Ambar, pelatihan yang dijalani para manajer tidak hanya berfokus pada kemampuan mengelola usaha koperasi. Mereka juga dibekali pendidikan kedisiplinan dan integritas sebelum mengikuti pelatihan manajerial selama hampir tiga pekan.

"Harapannya bulan Agustus ini mereka sudah mulai ditempatkan. Setelah mendapatkan pembekalan kedisiplinan dan integritas, mereka juga dilatih mengenai manajemen koperasi agar siap mengelola operasional di lapangan," ujarnya.

Keberadaan manajer dinilai penting karena Kopdes Merah Putih akan menjalankan fungsi yang jauh lebih luas dibanding koperasi pada umumnya. Selain menjadi pusat kegiatan ekonomi desa, koperasi juga akan menjadi penyalur berbagai barang bersubsidi milik pemerintah.

Presiden telah memberikan mandat agar Kopdes Merah Putih menjadi saluran distribusi beras SPHP, Minyakita, LPG 3 kilogram, hingga pupuk bersubsidi. Selain itu, koperasi juga akan berperan sebagai off-taker hasil produksi masyarakat serta mendukung penyaluran berbagai program pemerintah.

"Nanti koperasi menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Mereka menjadi agregator, konsolidator, sekaligus akselerator ekonomi desa," kata Ambar.

Menurutnya, manajer akan membantu memastikan seluruh aktivitas tersebut berjalan efektif, mulai dari pengelolaan gerai, pencatatan usaha, hingga pengembangan unit bisnis koperasi sesuai potensi desa masing-masing.

2. Kopdes untuk pengembangan usaha masyarakat desa

Dialog Bisnis Menyongsong Era Baru Koperasi yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri Daerah Istimewa Yogyakarta (Kadin DIY) di Loman Park Hotel Yogyakarta, Jumat (31/7/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Dialog Bisnis Menyongsong Era Baru Koperasi yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri Daerah Istimewa Yogyakarta (Kadin DIY) di Loman Park Hotel Yogyakarta, Jumat (31/7/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Selain menyalurkan barang subsidi, Kopdes Merah Putih akan menjadi wadah pengembangan usaha masyarakat desa. Produk-produk lokal akan dihimpun dan dipasarkan melalui koperasi sehingga mampu memperpendek rantai distribusi.

Ambar mencontohkan sejumlah koperasi di Yogyakarta sudah mulai memasok kebutuhan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari sayuran, hasil pertanian, hingga produk lainnya sesuai potensi daerah.

"Yang menjadi prioritas adalah produk masyarakat desa sendiri. Jadi koperasi bukan mengambil barang dari luar, tetapi mengembangkan potensi lokal agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat," ujarnya.

Ambar mengatakan pembangunan gerai Kopdes Merah Putih juga terus dikebut. Hingga kini sekitar 19 ribu gerai telah selesai dibangun dan pemerintah menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 30 ribu gerai dalam waktu dekat. Proses verifikasi dan validasi gerai juga sedang dilakukan sebelum seluruh layanan operasional berjalan penuh.

"Kami ingin memastikan seluruh gerai siap beroperasi. Pemerintah daerah juga sedang menyiapkan proses verifikasi dan validasi sehingga layanan bisa berjalan sesuai ketentuan," katanya.

3. Perlu peran berbagai pihak untuk pengembangan koperasi

Dialog Bisnis Menyongsong Era Baru Koperasi yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri Daerah Istimewa Yogyakarta (Kadin DIY) di Loman Park Hotel Yogyakarta, Jumat (31/7/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Sementara itu, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X menyinggung Kadin memiliki peran strategis dalam mengembangkan koperasi. Kadin, dapat memfasilitasi konektivitas pasar, antara koperasi dengan industri pengolahan, perhotelan, ritel modern, dan eksportir, membuka akses yang selama ini sulit dijangkau koperasi secara mandiri.

Peran ini juga mencakup penguatan kapasitas manajerial, seperti pendampingan standardisasi mutu, desain kemasan, sistem pencatatan usaha, negosiasi kontrak, analisis pasar, dan manajemen risiko. “Banyak koperasi memiliki produk yang baik, namun masih membutuhkan pendampingan pada aspek-aspek tersebut, agar mampu bersaing di pasar institusional maupun ekspor,” ungkap Sri Sultan. 

Ia menyebut transfer pengetahuan dari dunia usaha ke koperasi, perlu dilembagakan dalam skema kemitraan yang terstruktur dan berkelanjutan, bukan bersifat insidental. “Dengan konfigurasi ini, Kadin dan koperasi dapat menjadi dua sisi dari satu ekosistem, Kadin memahami denyut pasar dan kebutuhan industri, koperasi memahami kekuatan produksi rakyat,” kata Sri Sultan.

Sri Sultan mengatakan jika keduanya berjalan beriringan, rantai pasok lokal akan lebih pendek dan nilai tambah lebih banyak tertahan di daerah, sejalan dengan prinsip creating shared value, di mana daya saing usaha dan kemajuan sosial tumbuh bersama.

“Era baru koperasi adalah pergeseran posisi struktural dari pengumpul anggota menjadi pengagregasi kekuatan ekonomi. Dari penjual bahan mentah menjadi pemilik proses dan merek. Dari penerima perubahan menjadi penentu arah perubahan. Rakyat tidak lagi menjadi mata rantai terakhir, melainkan pemegang hak pertama, atas nilai yang mereka ciptakan,” ucap Sri Sultan.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Koperasi, Agung Sudjatmiko menyebut untuk membangun era baru perkoperasian, tiga langkah kunci yakni partisipasi aktif anggota, dorongan transparansi dan profesionalisme manajemen logistik, serta komitmen perlindungan regulasi dari pemerintah agar koperasi mampu berdiri tegak sebagai agregator ekonomi nasional harus didorong.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More