Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Daftar 6 UKM Unik di Kampus Jogja, Berkuda hingga Jemparingan

Kota Yogyakarta
Daftar 6 UKM Unik di Kampus Jogja, Berkuda hingga Jemparingan
Ilustrasi UKM berkuda di UGM. (ugm.ac.id)
Intinya Sih
  • UGM memiliki Unit Berkuda sejak 1989 yang membuka akses latihan berkuda bagi mahasiswa, dengan jadwal fleksibel, kegiatan kandang dan magang, serta partisipasi dalam kejuaraan.
  • UKM di UGM juga mencakup susur gua MAPAGAMA untuk eksplorasi, navigasi, konservasi, dan kerja tim, serta SAUDC yang mengadvokasi hak difabel dan lingkungan kampus inklusif.
  • ISI Yogyakarta, INSTIPER, dan UIN Sunan Kalijaga menawarkan jemparingan tradisional, bela diri metafisika, serta Orkes Gambus Al-Jami'ah yang mengembangkan musik bernuansa Arab, Melayu, dan pop.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Universitas di Jogja punya berapa UKM (unit kegiatan mahasiswa). Mulai organisasi, olahraga, seni, hingga pecinta alam. Namun ada beberapa kampus yang memiliki UKM unik. Penasaran apa saja, yuk simak deretan UKM unik di kampus Jogja berikut ini.

1. UKM Berkuda

UGM punya UKM unik lho, yaitu berkuda. Disebut Unit Berkuda atau UB, kegiatan mahasiswa ini ternyata sudah ada sejak 14 Agustus 1989, lho. Mereka hadir dengan misi mengubah anggapan bahwa olahraga berkuda hanya bisa dinikmati kalangan tertentu karena mahal dan eksklusif. UKM ini membuktikan bahwa berkuda juga bisa dipelajari oleh siapa saja tanpa memandang latar belakang.

Meski identik dengan olahraga yang serius, suasana di Unit Berkuda UGM justru terasa fleksibel karena jadwal latihannya menyesuaikan waktu luang para anggotanya. Saat akhir pekan menjadi waktu yang paling ramai di lapangan GMEC UGM.

Selain berlatih, para anggota juga mengikuti berbagai aktivitas menarik seperti kunjungan ke kandang, program magang, klinik berkuda, hingga acara internal yang mempererat kebersamaan. Tak hanya aktif berkegiatan, Unit Berkuda UGM juga kerap menorehkan prestasi di berbagai kejuaraan.

2. UKM Susur Gua

ilustrasi wisata gua di jogja (unsplash.com/@ltheritage)
ilustrasi wisata gua di jogja (unsplash.com/@ltheritage)

Beruntungnya mahasiswa UGM yang suka tantangan sekaligus ingin menjelajahi alam, mereka bisa melihat sisi yang berbeda ldwat UKM susur gua. Kegiatan ini berada di bawah naungan MAPAGAMA yang fokus pada penelusuran gua atau caving di berbagai daerah di Indonesia, bahkan hingga mancanegara.

Di UKM ini, mahasiswa diajak mengenal dunia bawah tanah yang penuh keindahan sekaligus mempelajari teknik eksplorasi yang aman.

Menjadi bagian dari divisi susur gua bukan sekadar soal mencari adrenalin, tetapi juga belajar navigasi, konservasi alam, dan kerja sama tim di medan yang menantang. Para anggota berkesempatan mengeksplorasi lorong-lorong gelap, sungai bawah tanah, hingga formasi batuan yang jarang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

3. UKM Peduli Difabel

UGM juga mempunyai UKM Peduli Difabel UGM atau SAUDC (Student Activity Unit of Diffable Care). Organisasi ini fokus pada isu difabel dengan melibatkan mahasiswa sebagai relawan. Tujuan utamanya adalah menampung aspirasi, memberikan motivasi, serta memperjuangkan hak-hak penyandang difabel agar lingkungan kampus semakin inklusif.

Awalnya, SAUDC adalah sebuah komunitas bernama Forum Mahasiswa Difabel dan Partner (FMDP) UGM yang didirikan pada April 2012 oleh Mukhanif Yasin Yusuf bersama sejumlah mahasiswa yang peduli terhadap isu disabilitas. Seiring perkembangannya, organisasi ini kemudian resmi menjadi UKM kategori khusus di UGM untuk mewadahi berbagai program dan advokasi terkait difabel.

4. UKM Jemparingan

Potret olahraga jemparingan (budaya.jogjaprov.go.id)
Potret olahraga jemparingan (budaya.jogjaprov.go.id)

Di tengah banyaknya organisasi mahasiswa, UKM Jemparingan Mataram Saraswati di ISI Yogyakarta hadir dengan kegiatan yang mengangkat olahraga sekaligus budaya lokal.

Anggota UKM ini diajak mempelajari jemparingan, seni panahan tradisional khas Mataram yang telah menjadi bagian dari warisan budaya Yogyakarta. Lewat kegiatan tersebut, anggota gak cuma belajar membidik sasaran, tapi ikut menjaga tradisi jemparingan agar tetap hidup di kalangan generasi muda.

Aktivitas diadakan cukup beragam, mulai gladen alit, gladen ageng, dan gladen pakualaman untuk memperdalam kemampuan para anggota. Mereka juga berkesempatan mengikuti workshop pembuatan gandewa dan udeng, studi banding, hingga outbound dan malam keakraban yang mempererat kebersamaan.

5. UKM Metafisika

Nama UKM yang satu ini mungkin membuat banyak orang penasaran sejak pertama kali mendengarnya. UKM Beladiri Metafisika INSTIPER merupakan organisasi kemahasiswaan yang mempelajari bela diri fisik dan nonfisik, pencak silat, serta pengolahan tenaga dalam untuk membentuk mental, disiplin, dan kesehatan batin. Sekilas terdengar tidak biasa, tetapi justru itulah yang membuat banyak mahasiswa bergabung.

Bahkan, ilmu tenaga dalam yang dipelajari di bawah bimbingan Joko Dwi Wahyono ini tak hanya digunakan sebagai bekal latihan semata. Anggotanya membuat kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat dengan beberapa kali menggelar bakti sosial, termasuk memberikan layanan pengobatan alternatif menggunakan tenaga dalam.

6. UKM Orkes Gambus Al-Jami'ah z

ilustrasi gambus (Pixabay.com/Talie79)
ilustrasi gambus (Pixabay.com/Talie79)

Di tengah banyaknya UKM seni di Yogyakarta, UIN Jogja punya UKM Orkes Gambus Al-Jami'ah. Dibentuk sejak 1981, UKM ini menjadi wadah bagi mahasiswa UIN Sunan Kalijaga untuk mengembangkan bakat bermusik melalui alunan gambus, vokal hingga permainan berbagai alat musik seperti oud, biola, keyboard, gitar, darbuka, marawis, dan seruling. Perpaduan musik bernuansa Arab, Melayu, hingga pop membuat setiap penampilannya memiliki karakter yang khas.

Tak hanya berfokus pada musik gambus, UKM ini memiliki Divisi Qosidah dan Divisi Orkes Melayu yang terus melahirkan karya serta musisi berbakat. Dari divisi tersebut lahir album qasidah kontemporer berjudul Tawaqal hingga sejumlah penyanyi dangdut yang dikenal di tingkat nasional, seperti Gufron KDI dan Vina KDI Gilas. UKM ini menjadi cara bagi mahasiswa yang ingin mendalami musik tradisional bernuansa Islami sekaligus mengasah kemampuan tampil di atas panggung.

Kampus di Jogja punya sejumlah UKM unik tak hanya olahraga dan seni, tapi juga kepedulian terhadap sesama. Kamu mahasiswa di Jogja, ikut UKM apa nih?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More