Cuaca DIY Hari Ini 30 Juli 2026: Cerah Berawan di Seluruh Wilayah

- BMKG memprakirakan seluruh wilayah DIY cerah berawan tanpa potensi hujan pada 30 Juli 2026 pukul 07.00 WIB hingga 31 Juli pukul 07.00 WIB.
- Suhu di DIY diperkirakan 21-30 derajat Celsius dengan angin 12-22 kilometer per jam; hembusan terkuat diprediksi terjadi di Gunungkidul.
- BMKG memperingatkan gelombang 1,25-2,5 meter di perairan selatan DIY dan 2,5-4 meter di Samudra Hindia, sehingga nelayan serta operator kapal diminta waspada.
Yogyakarta, IDN Times - Kondisi cuaca di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis (30/7/2026) diprediksi akan didominasi cerah berawan. Prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Yogyakarta ini berlaku mulai pukul 07.00 WIB hingga Jumat (31/7/2026) pukul 07.00 WIB.
Seluruh kabupaten dan kota di DIY diprediksi menikmati cuaca cerah berawan sejak pagi hingga dini hari tanpa potensi hujan. Suhu udara berada pada kisaran 21-30 derajat Celsius. Sementara itu, kecepatan angin berkisar 12-22 kilometer per jam, dengan hembusan angin paling kencang diperkirakan terjadi di Kabupaten Gunungkidul. Kondisi cuaca yang relatif stabil ini mendukung aktivitas masyarakat, meski warga tetap disarankan memantau pembaruan prakiraan cuaca dari BMKG.
Prakiraan cuaca kabupaten/kota di DIY hari ini
Wilayah | Kondisi cuaca | Suhu udara |
|---|---|---|
Kota Yogyakarta | Cerah berawan sepanjang hari | 21–30°C |
Kabupaten Sleman | Cerah berawan sepanjang hari | 21–30°C |
Kabupaten Bantul | Cerah berawan sepanjang hari | 21–30°C |
Kabupaten Kulon Progo | Cerah berawan sepanjang hari | 21–30°C |
Kabupaten Gunungkidul | Cerah berawan sepanjang hari | 21–30°C |
BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta juga mengeluarkan peringatan tinggi gelombang untuk periode 30 Juli-2 Agustus 2026. Gelombang setinggi 1,25-2,5 meter berpotensi terjadi di Perairan Kulon Progo, Bantul, dan Gunungkidul, sedangkan Samudra Hindia selatan DIY diperkirakan mengalami gelombang lebih tinggi, yakni 2,5-4 meter.
Kondisi ini dipicu pola sirkulasi siklonik di Laut Filipina dan Samudra Pasifik sebelah utara Papua yang memperkuat dominasi angin timuran di wilayah Jawa, termasuk DIY. Nelayan dan operator kapal diimbau meningkatkan kewaspadaan karena gelombang tersebut berisiko mengganggu keselamatan pelayaran.

















