Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Raja Monolog Butet Kartaredjasa Terima Bakrie Award 2026 Kategori Seni

Kota Yogyakarta
Raja Monolog Butet Kartaredjasa Terima Bakrie Award 2026 Kategori Seni
Seniman, Butet Kartaredjasa. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo).
Intinya Sih
  • Butet Kartaredjasa ditetapkan sebagai penerima Bakrie Award XXII 2026 kategori Seni dan Budaya atas kiprah puluhan tahun di teater, monolog, seni rupa, dan kepenulisan.
  • Dewan juri menilai Butet menginspirasi masyarakat melalui refleksi sosial yang cerdas dan satir; penghargaan disertai hadiah Rp250 juta serta diserahkan 26 Agustus di TIM Jakarta.
  • Butet akan tetap berkarya di teater, lukis, dan menulis, termasuk tampil di Indonesia Kita pada 1–2 Oktober 2026 serta menyiapkan galeri seniman Yogyakarta.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Yogyakarta, IDN Times – Seniman dan budayawan senior Yogyakarta, Butet Kartaredjasa ditetapkan sebagai penerima Penghargaan Achmad Bakrie (Bakrie Award) XXII Tahun 2026 untuk kategori Seni dan Budaya. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kiprah panjang Butet dalam dunia teater, monolog, seni rupa, hingga kepenulisan selama puluhan tahun.

Nama Butet menempati peringkat teratas dalam kategori Seni dan Budaya berdasarkan keputusan Dewan Juri. Pemberitahuan itu disampaikan oleh Ketua Dewan Juri pada Senin (3/8/2026) di Warung Bu Ageng, Jakarta.

Dewan Juri menyebut Butet sebagai Maestro Teater dan Raja Monolog Indonesia yang berhasil membawa kehangatan seni panggung ke hati rakyat dan menginspirasi bangsa lewat refleksi sosial yang cerdas, edukatif, dan penuh gairah kreatif.

1. Pengakuan nasional atas perjalanan berkesenian

WhatsApp Image 2026-08-04 at 18.03.57.jpeg
Seniman dan budayawan senior Yogyakarta, Butet Kartaredjasa saat menerima pemberitahuan penghargaan. (Dok. Istimewa)

Butet mengaku tidak pernah membayangkan akan menerima penghargaan tersebut. Namun, baginya, Bakrie Award menjadi pengakuan nasional atas dedikasi yang telah ia jalani sejak remaja.

“Tentu saja saya senang. Meskipun ini tidak pernah terbayangkan sebelumnya, saya mendapat award ini. Bagi saya, ini adalah satu pengakuan nasional bahwa kerja saya di bidang kebudayaan tidak sia-sia,” ujar Butet, Senin (4/8/2026).

Ia menuturkan telah menekuni berbagai bidang seni, mulai dari seni peran, keaktoran, seni rupa, hingga menulis sejak masih duduk di bangku SMA dan tidak pernah berhenti hingga saat ini. “Rupanya itu mendapat perhatian dari para juri yang independen. Bahkan saya tidak mengenal satu pun jurinya,” kata Butet.

Selain menjadi bentuk apresiasi, penghargaan tersebut juga disertai hadiah sebesar Rp250 juta. Butet mengaku bersyukur atas penghargaan sekaligus hadiah yang diterimanya. “Tentu saya syukuri. Saya tidak punya alasan untuk menolak karena ini adalah satu apresiasi dan penghargaan yang bersejarah bagi saya,” ungkap Butet.

Penghargaan Achmad Bakrie XXII-2026 dijadwalkan diserahkan secara resmi pada 26 Agustus 2026 di Gedung Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.

2. Dinilai menginspirasi masyarakat melalui teater

Budayawan dan Seniman, Butet Kartaredjasa bergabung di aksi Jogja Memanggil (IDNTimes/Herlambang Jati)
Budayawan dan Seniman, Butet Kartaredjasa bergabung di aksi Jogja Memanggil (IDNTimes/Herlambang Jati)

Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi Butet sebagai pemain teater dan monolog yang selama ini berusaha menghadirkan seni sebagai ruang refleksi sosial. “Saya dihargai sebagai pemain teater dan pemain monolog yang punya predikat Raja Monolog. Saya dianggap menginspirasi bangsa dan masyarakat sehingga orang-orang punya daya kritis dalam membangun kehidupan berdemokrasi,” tuturnya.

Berbagai karya telah dilahirkan Butet selama perjalanan. Selama berkarya, Butet memang dikenal kerap mengangkat isu sosial, politik, dan kebudayaan melalui pertunjukan teater maupun monolog dengan gaya satir yang menjadi ciri khasnya.

Meski telah menerima penghargaan bergengsi, Butet memastikan tidak akan mengubah arah perjalanan seninya. Ia memilih tetap berkarya seperti biasa di berbagai bidang yang selama ini digelutinya. “Saya tetap akan seperti biasanya saja. Tetap main teater, tetap melukis, tetap menulis. Saya tetap bekerja di ranah kebudayaan,” katanya.

Dalam waktu dekat, Butet akan kembali tampil dalam programnya Indonesia Kita di Taman Ismail Marzuki pada 1–2 Oktober 2026. Selain itu, ia juga tengah menyiapkan galeri untuk pameran karya para seniman Yogyakarta.

Tak hanya di dunia seni, Butet juga mengembangkan Warung Bu Ageng di Jakarta sebagai ruang berkumpul dan berdiskusi. “Saya juga membangun usaha Warung Bu Ageng di Jakarta. Aslinya usahanya di Jogja, sekarang saya buka di Cempaka Putih. Harapannya orang bisa memanfaatkannya sebagai ruang untuk berdiskusi,” ujarnya.

3. Seputar penghargaan yang diberikan

Butet Kertaredjasa dan Susilo Nugroho dalam pementasan Teater Gandrik berjudul Para Pensiunan 2049 di Taman Budaya Yogyakarta, 8 April 2019. IDN Times/Pito Agustin Rudiana
Butet Kertaredjasa dan Susilo Nugroho dalam pementasan Teater Gandrik berjudul Para Pensiunan 2049 di Taman Budaya Yogyakarta, 8 April 2019. IDN Times/Pito Agustin Rudiana

Diketahui penghargaan Achmad Bakrie adalah bentuk apresiasi Keluarga Bakrie, melalui Bakrie Untuk Negeri bekerja sama dengan Freedom Institute dan VIVA Group untuk individu atau lembaga. Penghargaan diberikan kepada mereka yang memiliki capaian diberbagai bidang yang berkontribusi bagi kemajuan pemikiran, keilmuwan, dan kebudayaan di Indonesia.

Penghargaan Achmad Bakrie yang telah diberikan sejak tahun 2003, dalam memilih penerima, melalui proses penjurian oleh dewan juri yang independen dengan integritas kepakaran tidak diragukan. Penghargaan intelektual ini diberikan setiap tahun pada bulan Agustus dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More