Rebellion Rose Gelar YK Rebelfest Vol. 3, DIramaikan 23 Band

- Rebellion Rose menggelar YK Rebelfest Vol. 3 pada 27 September 2026 di Maguwoharjo International Stadium, Yogyakarta, sebagai perayaan 18 tahun perjalanan band bersama Comrades.
- Festival menghadirkan 23 musisi, termasuk Superman Is Dead, Marjinal, Shaggy Dog, Endank Soekamti, dan Rebellion Rose, yang tampil di tiga panggung.
- Selain musik, acara mengusung kampanye perlindungan orangutan, ketahanan pangan, literasi, pengelolaan sampah, sepak bola punk, serta apresiasi rilisan fisik musik independen.
Yogyakarta, IDN Times – Band punk rock asal Yogyakarta, Rebellion Rose, kembali menggelar YK Rebelfest Volume 3 di halaman Parkir Maguwoharjo International Stadium, Minggu (27/9/2026). Berkolaborasi dengan Maha Creators, festival musik ini menjadi perayaan 18 tahun perjalanan Rebellion Rose sekaligus ruang berkumpul bagi para penggemar yang akrab disapa Comrades.
Mengusung tema “YK Rebelfest Adalah Rumah Kedua!” dan semangat “Saatnya Berlebihan”, YK Rebelfest Vol. 3 tak hanya menghadirkan musik, tapi juga membawa semangat solidaritas, kepedulian lingkungan, dan isu sosial. Dengan kampanye “Solidarity First, Punkrock Forever”, festival ini menjadi ruang pertemuan lintas generasi untuk merawat persaudaraan dan berbagi semangat melalui musik.
1. Hadirkan 23 band di tiga panggung

Konferensi pers YK Rebelfest di Maguwoharjo Kamis (24/9/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo) Vokalis Rebellion Rose, Fyan Sinner, mengatakan YK Rebelfest tahun ini menghadirkan 23 artis yang akan tampil di tiga panggung dengan skala berbeda. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun lalu yang menghadirkan sekitar 18 penampil.
Menurut Fyan, penambahan panggung dilakukan untuk mengakomodasi lebih banyak musisi sekaligus mengatur jadwal penampilan. “Pertimbangannya, untuk tahun ini kami mendatangkan band yang lebih banyak daripada tahun lalu. Perbandingannya, tahun lalu ada sekitar 18 penampil, tahun ini kami perbanyak lagi jadi 23. Ketika panggung itu masih dua, otomatis kami bakal pusing mengatur rundown-nya,” ujar Fyan, di Maguwoharjo, Kamis (24/9/2026).
Adapun deretan musisi yang akan tampil meliputi Superman Is Dead, Rebellion Rose, Over Distortion, Marjinal, The Jeblogs, Shaggy Dog, Threesixty, Jangar, Endank Soekamti, Begundal Lowokwaru, Dongker, Rocket Rockers, Bravesboy, Death Vomit, Down For Life, Romi & The Jahats (RTJ), Lukanegara, Sukatani, Megatruh Soundsystem, Weekenders Service Crew (W.S.C), Aldy Amis, Klab Reggae Hore (KRH), dan Stereowall.
Fyan mengatakan, Stadion Maguwoharjo kembali dipilih sebagai lokasi festival karena menjadi tempat yang ingin mereka jadikan ruang pertemuan tahunan bersama para Comrades. “Tahun ini, kami mungkin sudah sangat jatuh cinta dengan area Stadion Maguwoharjo. Jadi, niatnya setiap tahun bakal di sini terus. Pada perhelatan ketiga tahun 2026 ini,” ungkapnya.
2. Jadi rumah kedua bagi Comrades dari berbagai daerah

Konferensi pers YK Rebelfest di Maguwoharjo Kamis (24/9/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo) Bagi Rebellion Rose, YK Rebelfest bukan sekadar festival musik tahunan. Acara ini juga menjadi ruang untuk merawat hubungan dengan para penggemar yang selama ini mendukung perjalanan band tersebut.
Fyan menyebut, tradisi berkumpul di Yogyakarta setiap penyelenggaraan festival mulai menjadi bagian dari ikatan kultural antara Rebellion Rose dan Comrades. Melalui tema “Welcome Home, Sodaraku”, festival ini diharapkan menjadi tempat pulang bagi para penggemar dari berbagai daerah untuk kembali bertemu dan merayakan kebersamaan.
“Rebel Fest selalu mengajak teman-teman yang pernah mendukung Rebellion Rose dari zaman kapan pun hingga hari ini. Selain aktivasi festival musik, kami di tahun ini juga mengamini harapan teman-teman yang secara organik menyebut bahwa Rebel Fest ini saatnya Lebaran dengan Rebellion Rose,” tutur Fyan.
Ia mengatakan, perayaan tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan ulang tahun ke-18 Rebellion Rose. Momen tersebut menjadi kesempatan bagi band dan para Comrades untuk kembali merasakan kebersamaan yang telah terbangun selama bertahun-tahun.
“Jadi, Rebel Fest ini adalah rumah kedua bagi mereka yang tiap tahun punya agenda datang ke Jogja, merasakan atmosfer Lebaran bersama Rebellion Rose. Acara ini juga bertepatan dengan ulang tahun kami yang ke-18. Kami dan teman-teman keluarga Comrades dari segala penjuru ingin merasakan gairah yang sama,” lanjutnya.
3. Bawa kampanye lingkungan, ketahanan pangan, hingga literasi

Konferensi pers YK Rebelfest di Maguwoharjo Kamis (24/9/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo) Selain pertunjukan musik, YK Rebelfest Vol. 3 menghadirkan sejumlah aktivasi komunitas yang mengangkat isu lingkungan dan sosial. Kampanye tersebut melibatkan berbagai komunitas dan organisasi yang selama ini bergerak di bidang masing-masing. Salah satunya adalah Center for Orangutan Protection (COP), yang berkolaborasi dengan Rebellion Rose untuk memberikan edukasi mengenai perlindungan orangutan dan habitatnya di Kalimantan.
Fyan mengatakan, kerja sama dengan COP telah terjalin sejak 2012. Tahun ini, mereka kembali berkolaborasi untuk meningkatkan kepedulian terhadap ancaman kebakaran hutan yang berdampak pada habitat orangutan. “Kami bekerja sama dengan Center for Orangutan Protection (COP), teman lama kami sejak 2012. Kami sempat membuat acara amal bareng untuk kandang orangutan di Kalimantan. Tahun ini, kami tahu habitat orangutan di Kalimantan sedang terjadi kebakaran besar,” jelasnya.
Melalui keterlibatan COP, pengunjung diharapkan bisa mendapatkan informasi mengenai kondisi orangutan dan upaya perlindungan habitatnya. Selain isu konservasi, festival ini juga menggandeng Harvestmind, kelompok petani muda dari Banyumas dan Purbalingga. Komunitas tersebut akan mengampanyekan ketahanan pangan, pertanian berkelanjutan, serta pentingnya menghargai kerja para petani.
“Kemudian kami ajak juga kelompok petani muda di Banyumas dan Purbalingga, Harvestmind. Jadi, selain menanam kesadaran tentang hutan, kami juga mengedukasi untuk ketahanan pangan. Ini selaras dengan semangat kami, do it yourself,” kata Fyan.
Gerakan literasi turut dihadirkan melalui Perpustakaan Jalanan DIY. Kolaborasi yang telah berlangsung sejak 2017 ini akan menghadirkan lapak baca dan ruang diskusi sebagai sarana berbagi pengetahuan sekaligus mengangkat berbagai persoalan sosial, termasuk konflik agraria.
“Selain menanam kesadaran akan hutan dan ketahanan pangan, kami juga menanam pengetahuan. Banyak konflik-konflik agraria yang terjadi di Indonesia. Lewat Perpustakaan Jalanan, kami bisa berbagi ilmu di sana. Karena membaca adalah melawan, kami sepakat dengan slogan itu dan akan selalu mengajak teman-teman dari Perpustakaan Jalanan,” pungkasnya.
Sejumlah komunitas lain juga turut meramaikan festival, di antaranya Rebel Recycle x Ngrumat.id yang berfokus pada pengelolaan sampah, Punk Football melalui Rainfall FC dan Kalibrug FC, serta Record Store bertajuk “Armed with Love, Forever Comrades!” yang menghadirkan apresiasi terhadap rilisan fisik musik independen.
Festival ini juga melibatkan kolektif lokal Konspirasi Tuan Tanah (KTT) untuk memperkuat dekorasi dan atmosfer area acara. Bagi pengunjung yang ingin menghadiri YK Rebelfest Vol. 3, akses kawasan Maguwoharjo International Stadium akan dibuka mulai pukul 11.30 WIB pada Minggu (27/9/2026).
Tiket resmi tersedia melalui platform YesPlis dengan tiga kategori harga: Early Entry Pass Rp99.000, Regular Pass Rp120.000, dan 2 Persons Pass Rp117.000 per tiket.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















