Remaja di Sanden Bantul Dikeroyok Pakai Sajam, 4 Pelaku Ditangkap
- Seorang remaja berinisial RSP (16) di Sanden, Bantul menjadi korban pengeroyokan bersenjata tajam oleh sekelompok remaja hingga mengalami luka bacok dan kerusakan pada sepeda motornya.
- Polisi berhasil menangkap empat pelaku berinisial ASA, FNS, DBK alias D, dan AKPP yang masing-masing mengakui perannya dalam aksi kekerasan tersebut.
- Dalam penyidikan, polisi menyita tiga celurit, satu golok, serta sepeda motor korban sebagai barang bukti dan masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain.
Bantul, IDN Times - Seorang pelajar berinisial RSP (16), warga Srigading, Sanden, Bantul, menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok remaja yang menggunakan senjata tajam. Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan empat orang yang diduga terlibat beserta sejumlah senjata tajam yang diduga dipakai saat melakukan aksi tersebut.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan penyidik berhasil mengidentifikasi para terduga pelaku serta keberadaan mereka. "Langsung dilakukan pengamanan untuk proses hukum lebih lanjut," kata Rita dilansir laman Polres Bantul.
Empat terduga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial ASA (17), FNS (17), DBK alias D (18), dan AKPP (17). Seluruhnya telah diperiksa di Polsek Sanden.
"Dari hasil pemeriksaan, para terduga pelaku mengakui keterlibatan mereka dalam peristiwa kekerasan terhadap korban sesuai dengan peran masing-masing," ujar Rita.
Kronologi pengeroyokan korban
Rita mengatakan peristiwa itu terjadi pada Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, korban bersama sejumlah rekannya mengendarai sepeda motor menuju wilayah Ngepet, Srigading, untuk berkumpul dengan teman-temannya.
Setibanya di lokasi, mereka mendapat informasi bahwa sebelumnya ada rombongan pengendara sepeda motor yang melintas ke arah utara. Korban bersama rekan-rekannya kemudian berupaya mencari rombongan tersebut.
"Sesampainya di kawasan Perempatan Jembatan Merah, rombongan korban berpapasan dengan sekitar 20 orang yang mengendarai kurang lebih 10 sepeda motor. Salah satu teman korban memilih berbelok karena merasa takut, sedangkan korban tetap melanjutkan perjalanan sebelum akhirnya berbalik arah," jelas Rita.
Saat korban kembali melaju ke arah selatan, kata Rita, rombongan pelaku mengejar dari belakang.
"Korban kemudian disalip oleh rombongan pelaku. Salah seorang pelaku menendang bagian belakang sepeda motor hingga korban terjatuh. Setelah itu korban diseret menuju pinggir sawah oleh beberapa pelaku. Berdasarkan keterangan saksi, para pelaku membawa senjata tajam jenis celurit maupun golok," ungkapnya.
Sepeda motor ikut dirusak
Rita menyampaikan para pelaku tidak hanya mengeroyok korban, tetapi juga merusak sepeda motor yang dikendarainya.
"Korban mengalami luka bacok pada bagian tangan sehingga mengeluarkan banyak darah. Beruntung saat itu anggota kepolisian datang ke lokasi sehingga rombongan pelaku melarikan diri ke arah selatan. Korban kemudian segera dievakuasi ke RSUD Saras Adyatma Bambanglipuro sebelum dirujuk ke RSUD Panembahan Senopati Bantul untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut," kata Rita.
Polisi amankan sejumlah senjata tajam
Dalam penyidikan kasus tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti yang diduga digunakan para pelaku saat melakukan aksi kekerasan.
"Barang bukti yang berhasil diamankan berupa tiga bilah celurit, satu bilah golok, serta satu unit sepeda motor Honda Vario milik korban yang mengalami kerusakan akibat kejadian tersebut," terang Rita.
Rita menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan, ASA (17) diduga membacok korban menggunakan golok sekaligus merusak sepeda motor korban. FNS (17) diduga memukul korban dengan tangan kosong. Sementara itu, DBK alias D (18) diduga membacok sepeda motor korban, sedangkan AKPP (17) diduga membawa golok dan menendang sepeda motor korban hingga terjatuh.
"Saat ini keempat terduga pelaku telah diamankan dan proses penyidikan masih terus berlangsung untuk melengkapi alat bukti serta mendalami kemungkinan adanya pelaku lain yang turut terlibat dalam kejadian tersebut," ujar Rita.




















