Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pria di Bantul Tewas Tenggelam di Sungai Oyo Usai Mabuk

Pria di Bantul Tewas Tenggelam di Sungai Oyo Usai Mabuk
Evakuasi jenazah korban tenggelam di Sungai Oyo, kawasan wisata Kedung Parangan, Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul. (Dok. Humas Polres Bantul)
Intinya Sih
  • Seorang pria berinisial TA (27) ditemukan tewas tenggelam di Sungai Oyo, Bantul, setelah hilang sejak sehari sebelumnya dan berhasil ditemukan tim gabungan pada hari kedua pencarian.
  • Peristiwa bermula saat TA dan temannya BI datang ke lokasi wisata dalam keadaan mabuk, mengonsumsi minuman keras oplosan, lalu berenang tanpa mengenakan rompi pelampung hingga akhirnya tenggelam.
  • Hasil pemeriksaan medis menyatakan korban meninggal akibat tenggelam tanpa tanda kekerasan, sementara polisi masih menyelidiki kasus dengan mengamankan barang-barang korban serta memeriksa saksi yang juga terpengaruh miras.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bantul, IDN Times - Pria berinisial TA (27) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (21/7/2026) siang usai tenggelam di Sungai Oyo, kawasan wisata Kedung Parangan, Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul. Jenazah korban ditemukan di sekitar lokasi awal saat ia dilaporkan tenggelam sehari sebelumnya.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan tim gabungan menemukan korban sekitar pukul 12.08 WIB setelah melakukan penyisiran intensif di area yang diduga menjadi titik korban tenggelam.

"Korban berhasil ditemukan pada hari kedua pencarian sekitar pukul 12.08 WIB oleh tim gabungan Basarnas DIY, Basarnas Kabupaten Bantul bersama relawan. Lokasi penemuan masih berada di sekitar area yang diduga menjadi titik korban tenggelam," kata Rita, Selasa (21/7/2026).

Kronologi tenggelamnya TA di Sungai Oyo

Rita mengatakan peristiwa itu bermula pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, korban datang ke objek wisata Kedung Parangan bersama temannya berinisial BI (23). Berdasarkan hasil penyelidikan, keduanya berada dalam pengaruh minuman keras ketika tiba di lokasi.

"Mereka datang ke lokasi wisata dalam keadaan mabuk. Setelah tiba di lokasi, keduanya kembali mengonsumsi minuman keras oplosan yang dibawa korban sebanyak tiga botol," jelas Rita.

Rita menuturkan, setelah menghabiskan dua botol minuman keras, korban dan BI menyewa pelampung untuk berenang di Sungai Oyo. Namun, korban menolak mengenakan rompi pelampung sebelum masuk ke sungai.

"Korban tidak mau memakai rompi pelampung dan langsung berenang menuju bagian tengah sungai. Temannya sempat ikut berenang, tetapi kemudian kembali ke tepi sungai untuk menghabiskan sisa minuman keras yang masih ada," katanya.

Rita mengatakan saksi kemudian menyadari korban sudah tidak terlihat di permukaan Sungai Oyo. Melihat kondisi itu, saksi langsung meminta pertolongan kepada warga sekitar.

"Karena korban sudah tidak terlihat lagi, saksi segera meminta bantuan warga. Informasi tersebut diteruskan kepada Bhabinkamtibmas Kalurahan Selopamioro dan selanjutnya dilaporkan ke Polsek Imogiri sehingga pencarian langsung dilakukan oleh tim gabungan," tutur Rita.

Kondisi terpengaruh miras

Rita mengatakan proses pencarian korban melibatkan personel Polsek Imogiri, Basarnas DIY, Basarnas Kabupaten Bantul, Tim INAFIS Polres Bantul, petugas Puskesmas Imogiri II, pemerintah kalurahan, TNI, serta relawan.

Selama penanganan kasus, polisi juga mengamankan sejumlah barang milik korban, yakni tas selempang, jaket, dompet, telepon genggam, SIM, dan uang tunai. Selain itu, sepeda motor Honda Beat milik saksi turut diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

Rita menambahkan, hasil pemeriksaan menunjukkan saksi yang bersama korban saat kejadian masih berada di bawah pengaruh minuman keras oplosan.

"Dari hasil pemeriksaan diketahui saksi masih dalam kondisi dipengaruhi minuman keras oplosan ketika kejadian berlangsung. Fakta tersebut menjadi bagian dari penyelidikan yang kami lakukan untuk melengkapi rangkaian peristiwa," ujarnya.

Tidak ada tanda-tanda kekerasan

Rita mengatakan jenazah korban kemudian dievakuasi dan diperiksa oleh tim medis Puskesmas Imogiri II bersama Tim INAFIS Polres Bantul. "Hasil pemeriksaan menyatakan korban meninggal dunia akibat tenggelam dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," ujarnya.

Setelah proses identifikasi rampung, kata Rita, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga. Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.

Share Article
Editorial Team

Latest News Jogja

See More