Cegah Kejahatan Jalanan, Bambanglipuro Bantul Dirikan 3 Posko Anti-Klitih

- Tingginya kasus kejahatan jalanan di Bambanglipuro, termasuk pengeroyokan pelajar SMAN 1, mendorong pembentukan tiga posko anti-klitih di tiap kalurahan untuk menjaga keamanan masyarakat.
- Ani Widayani menegaskan pentingnya gotong royong warga dalam mendukung operasional posko anti-klitih karena keterbatasan anggaran pemerintah, dengan harapan patroli malam bisa berjalan berkelanjutan.
- Kapolsek Bambanglipuro mencatat 40 laporan kriminal selama Januari–April 2026 dan mengajak kolaborasi lintas instansi serta masyarakat guna menekan tindak kejahatan yang banyak melibatkan pelajar.
Bantul, IDN Times - Tingginya angka kriminalitas di Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, termasuk kasus pengeroyokan yang menewaskan pelajar SMAN 1 Bambanglipuro hingga menjadi perhatian nasional, mendorong pembentukan posko antiklitih di setiap kalurahan.
Wakil Ketua Komisi A DPRD Bantul, Ani Widayani, mengaku prihatin dengan maraknya kejahatan jalanan yang menyebabkan korban luka hingga meninggal dunia. Menurutnya, korban dan pelaku sebagian besar masih berstatus pelajar SMP dan SMA sederajat.
"Kasus kejahatan jalanan yang menyebabkan seorang siswa SMAN 1 Bambanglipuro meninggal dunia akibat dikeroyok tentunya sangat memprihatinkan karena korbannya sekolah di wilayah Bambanglipuro dan pelaku pengeroyokan salah satunya warga Bambanglipuro," katanya saat Rapat Koordinasi Forkompimkap Bambanglipuro di Balai Kalurahan Mulyodadi, Senin (11/5/2026).
1. Dirikan posko anti klitih di tiga kalurahan

Ani mengatakan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di Bambanglipuro belum kondusif. Selain kejahatan jalanan, wilayah tersebut juga dihadapkan pada kasus pencurian kendaraan bermotor, pencurian dengan kekerasan, hingga penyalahgunaan obat-obatan berbahaya.
Karena itu, tiga kalurahan di Kapanewon Bambanglipuro diminta bersinergi mencegah tindak kriminalitas, salah satunya dengan membentuk tim antikriminalitas tingkat kapanewon dan posko di titik rawan kejahatan.
"Posko-posko anti klitih ini akan melakukan patroli pada jam malam atau waktu-waktu yang rawan terjadinya tidak kriminalitas dengan harapan bisa menekan tindak kejahatan," ungkapnya.
2. Gotong royong dan andalkan jejaring tak mustahil anggaran posko diperoleh

Ani mengakui pembentukan posko antiklitih membutuhkan anggaran karena melibatkan relawan yang berjaga pada malam hari. Kebutuhan operasional seperti konsumsi dinilai cukup penting, sementara anggaran di tingkat kalurahan, kapanewon, Polsek, hingga Koramil terbatas akibat efisiensi anggaran pemerintah pusat.
"Namun saya optimistis anggaran untuk posko-posko anti klitih ini ada sebab masyarakat Bambanglipuro punya budaya gotong royong yang tinggi. Apalagi jika anggaran tersebut untuk memerangi kejahatan. Masyarakat Bambanglipuro juga punya jejaring untuk penggalangan anggaran agar kegiatan patroli di jam malam dapat berlangsung dan berkelanjutan," ucap politisi PDI Perjuangan itu.
3. Dalam 4 bulan ada 40 laporan polisi di Polsek Bambanglipuro

Kapolsek Bambanglipuro, AKP I Nengah Jeffry, mengatakan jumlah aduan atau laporan polisi selama Januari hingga April 2026 di wilayah hukumnya mencapai 40 kasus. Sebanyak 11 kasus di antaranya diselesaikan secara kekeluargaan.
"Sisanya dalam lidik dari kasus pencurian, penipuan, penggelapan, penganiayaan dan pengeroyokan," ungkapnya.
Menurut Jeffry, kasus yang menonjol adalah pengeroyokan terhadap siswa SMAN 1 Bambanglipuro hingga meninggal dunia. Meski lokasi kejadian bukan di Bambanglipuro, korban bersekolah di wilayah tersebut dan salah satu dari tujuh pelaku merupakan warga Bambanglipuro.
"Atas berbagai tindak kriminalitas yang melibatkan pelajar tersebut kami mengajak kolaborasi dengan semua instansi, elemen masyarakat seperti tokoh masyarakat, tokoh agama untuk menekan angka kriminalitas di Bambanglipuro. Bukan sekadar saling tuding antara pihak sekolah, orang tua, maupun kepolisian," tandasnya.


















