Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Aplikasi Simetris untuk MBG Diuji Coba di Gunungkidul

Aplikasi Simetris untuk MBG Diuji Coba di Gunungkidul
Petugas menyusun ompreng berisi makan bergizi gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). (ANTARA FOTO/Andri Saputra)
Intinya Sih
  • Yayasan Bijjana Paksi Sitengsu meluncurkan uji coba aplikasi Simetris di Gunungkidul untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis dengan sistem digital terpusat berbasis transparansi dan akuntabilitas.
  • Aplikasi Simetris menyinkronkan seluruh proses produksi makanan, mulai dari pengelolaan bahan baku lokal hingga distribusi ke sekolah secara real-time, sekaligus memantau gizi dan manajemen limbah.
  • Uji petik melibatkan tim IT yang menyiapkan perangkat command center serta fitur monitoring gizi, logistik real-time, manajemen stok, dan transparansi anggaran guna memastikan efisiensi dapur MBG.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Yogyakarta, IDN Times -  Yayasan Bijjana Paksi Sitengsu mulai menguji coba sistem teknologi informasi berbasis server di Yogyakarta untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gunungkidul. Uji coba tersebut dilakukan melalui aplikasi Simetris, platform digital yang dirancang untuk mendukung transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan operasional dapur pusat atau Central Kitchen Command Center.

Pendiri Yayasan Bijjana Paksi Sitengsu, Kartika Mega Wardhani, mengatakan pilot project aplikasi Simetris di Gunungkidul bertujuan menyinkronkan seluruh proses produksi makanan secara real time, mulai dari pengelolaan stok bahan baku dari petani lokal hingga distribusi ke sekolah. Kartika yang merupakan sentono dalem (keluarga raja) Keraton Yogyakarta itu menyebut uji coba sistem masih dilakukan secara internal guna memastikan seluruh proses berjalan optimal, sekaligus menjadi solusi untuk mencegah kasus keracunan makanan pada program MBG yang sebelumnya sempat terjadi di sejumlah daerah.

1. Sistem memuat asupan gizi hingga manajemen limbah

Kartika mengatakan penerapan aplikasi Simetris menjadi bagian penting untuk menjaga standar nutrisi dan ketepatan distribusi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui sistem tersebut, data terkait asupan gizi, jumlah porsi makanan, hingga pengelolaan limbah dapat dipantau secara digital.

“Uji petik ini bukan sekadar soal teknologi, tapi bagaimana kita memastikan keberlanjutan program MBG. Dengan Simetris, seluruh ekosistem dari hulu ke hilir bisa terpantau secara transparan,” ujar Kartika, Rabu (13/5/2026).

Ia menjelaskan aplikasi Simetris juga terintegrasi dengan rantai pasok yang melibatkan produsen lokal di Gunungkidul. Selain diterapkan di Gunungkidul, sistem tersebut direncanakan digunakan di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di DIY. Dengan sistem itu, dapur MBG dapat menyerap hasil panen petani dan peternak lokal secara lebih terukur sehingga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Dari awal kita libatkan para generasi muda lokal seperti Petani Punk Gunungkidul dan Lumbung Mataram ya. Bahkan dalam perkembangannya kita juga telah bekerjasama dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) agar ekosistem kita benar benar dari ketahanan pangan lokal,” kata Kartika.

Kartika berharap uji coba Simetris di dapur MBG Gunungkidul dapat menjadi prototipe yang bisa diterapkan di berbagai daerah di Indonesia. “Dengan integrasi teknologi Simetris, Yayasan Bijjana Paksi Sitengsu optimistis bahwa program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menjadi program bantuan sosial, tetapi juga transformasi sistem pangan berbasis digital yang berkelanjutan dan modern,” pungkasnya.

2. Proses uji petik

Pekerja menyiapkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
Pekerja menyiapkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

Tim Ahli IT Yayasan Bijjana Paksi Sitengsu, Fajar Saptono, mengatakan uji coba saat ini masih berada pada tahap pengujian sistem. Tim IT tengah menyiapkan berbagai perangkat untuk command center, seperti printer, pemindai barcode, tablet, dan komputer yang nantinya akan diintegrasikan dengan sistem Simetris.

“Pengujian sistem dimulai dari pembuatan resep dan meal plan oleh ahli gizi, kemudian dibuatkan PO nya ke supplier, selanjutnya produk tersebut sampai ke gudang dan dilakukan persiapan. Semua tahapan di atas dilakukan secara digital, begitu juga untuk tahapan persiapan, seperti memasak, semuanya terlacak oleh sistem menggunakan digital timer,” jelas Fajar.

Ia menambahkan proses pengemasan makanan juga dapat dilacak oleh sistem hingga ke tiap porsi. Kurir distribusi pun dapat membuat laporan perjalanan melalui telepon seluler sehingga seluruh aktivitas tercatat di command center.

“Yayasan yang punya 1,2, apalagi 10 dapur pastinya terbantu melihat aktivitas dari proses yang terjadi di Simetris,” ujarnya.

3. Sejumlah keunggulan dihadirkan

Fajar menyebut aplikasi Simetris memiliki sejumlah fitur utama, salah satunya monitoring gizi. “Aplikasi akan memastikan setiap menu memenuhi standar kalori dan nutrisi yang dibutuhkan siswa,” ujar Fajar.

Selain itu, sistem juga dilengkapi fitur logistik real time untuk melacak armada distribusi agar makanan tetap sampai dalam kondisi hangat dan segar. Simetris turut memiliki manajemen stok guna menekan potensi pemborosan bahan baku melalui sistem inventori yang lebih presisi.

“Hal mendasar lainnya yakni transparansi anggaran, berupa pencatatan biaya produksi yang akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.

Fajar menambahkan Gunungkidul dipilih sebagai lokasi pilot project karena memiliki karakteristik wilayah yang menantang, namun didukung potensi sumber daya lokal yang besar.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Jogja

See More