Viral Wakil Rektor UNY Sebut Spanduk Demo "Sampah", Ini Kronologinya

- Video Wakil Rektor UNY, Siswanto, menyebut spanduk kritik mahasiswa sebagai 'sampah' viral di media sosial dan memicu beragam reaksi warganet.
- Aksi mahasiswa dilakukan saat wisuda untuk menolak rencana pengelolaan dapur program Makan Bergizi Gratis, namun dicegat petugas hingga terjadi adu argumen dengan pihak rektorat.
- Pihak UNY menilai aksi tanpa izin itu mengganggu prosesi wisuda dan membawa material yang dianggap mengotori area serta memuat tuduhan tidak benar terkait keberadaan SPPG.
Sleman, IDN Times – Video yang memperlihatkan Wakil Rektor (WR) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terlibat adu argumen dengan mahasiswa viral di media sosial. Dalam video tersebut, wakil rektor terdengar menyebut spanduk kritik yang dibawa mahasiswa sebagai "sampah".
Video itu diunggah melalui akun Instagram @gardabiru.uny dan memicu beragam tanggapan dari warganet. Wakil Rektor yang terekam dalam video diketahui adalah Siswanto, WR Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan Hukum UNY.
1. Mahasiswa membentangkan spanduk saat acara wisuda

Perwakilan Aliansi Mahasiswa UNY, Andri, menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Rabu (24/6/2026). Menurutnya, aksi sengaja dilakukan bertepatan dengan pelaksanaan wisuda agar pesan yang dibawa dapat dilihat lebih banyak orang. Spanduk berukuran sekitar 2x2 meter itu berisi tiga kalimat kritik terhadap rencana UNY membuka peluang pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tulisan dalam spanduk tersebut berbunyi ‘Rektor kampus pendidikan, tidak paham pendidikan. Kampus dijadikan tempat memasak makanan, bukan memasak pikiran. Kami mahasiswa UNY menolak SPPG.’ Andri mengatakan spanduk hanya akan dipasang sesaat di tangga rektorat untuk didokumentasikan, kemudian dilepas agar tidak mengganggu jalannya prosesi wisuda. Setelah itu, massa berencana melanjutkan aksi dengan berorasi di depan gerbang utama kampus.
2. Mahasiswa mengaku dicegat sebelum masuk area rektorat
Andri mengatakan rombongan mahasiswa sudah lebih dulu dihentikan oleh petugas keamanan dan pihak rektorat sebelum mencapai tangga gedung. Ia mengaku sempat mempertanyakan alasan pelarangan tersebut. Meski demikian, mahasiswa tetap mencoba memasuki area rektorat sehingga terjadi aksi saling dorong dengan petugas.
Setelah terdorong keluar dari area rektorat, cekcok antara mahasiswa dan Wakil Rektor pun terjadi. Momen inilah yang kemudian terekam dan beredar luas di media sosial.
"Kita sempat kaget karena keluar kata-kata seperti 'sampah' dan 'kotor'. Saat itu kami juga belum tahu kalau yang berbicara adalah wakil rektor," kata Andri.
Usai insiden tersebut, mahasiswa akhirnya tetap menggelar aksi di depan gerbang utama UNY dengan membawa spanduk yang sama.
3. Pihak UNY sebut aksi dilakukan tanpa izin dan mengganggu

Menanggapi video yang viral, Siswanto mengatakan mahasiswa hendak melakukan aksi teatrikal di Hall Rektorat tanpa mengantongi izin. Menurut Siswanto, saat itu area rektorat dipadati mahasiswa dan orang tua yang baru selesai mengikuti prosesi wisuda sehingga aksi dinilai tidak tepat dilakukan di lokasi tersebut.
Ia juga menyebut material yang dibawa mahasiswa berpotensi mengotori area hall. Selain itu, isi spanduk dinilai tidak pantas karena menuduh UNY telah memiliki SPPG. "Material teatrikal mengotori lantai dan ada tulisan tidak pantas. Mereka menuduh UNY punya SPPG, padahal sampai saat ini belum ada," ujar Siswanto.
















