Jogja Fashion Week 2026 Hadirkan 15 Sesi, Libatkan 82 IKM

- Jogja Fashion Week 2026 berlangsung 13–16 Agustus di JEC dengan tema “Roots to Resonance, Beyond”, melibatkan 82 IKM DIY, puluhan desainer, serta pelaku pendidikan dan industri kreatif.
- Ajang edisi ke-21 ini menggelar 15 sesi peragaan selama empat hari, memberi panggung bagi desainer profesional, pelajar, mahasiswa, desainer cilik, APPMI DIY, dan IFC.
- Selain runway, 82 IKM memamerkan produk fesyen, sportswear, batik, dan kriya di Hall B-C; Creative Corner menghadirkan 13 sesi interaktif. Seluruh rangkaian gratis dengan pendaftaran online.
Yogyakarta, IDN Times – Jogja Fashion Week (JFW) 2026 kembali digelar dengan membawa semangat merawat tradisi sekaligus membuka ruang bagi perkembangan industri fesyen masa depan. Mengusung tema “Roots to Resonance, Beyond”, gelaran edisi ke-21 ini berlangsung di Jogja Expo Center (JEC) pada Kamis (13/8/2026)–Minggu (16/8/2026).
Tahun ini, JFW melibatkan 82 Industri Kecil Menengah (IKM) asal DIY serta puluhan desainer dari berbagai generasi. Tak hanya menghadirkan peragaan busana, ajang ini juga menjadi ruang bertemunya karya lokal, tren global, dunia pendidikan, hingga pelaku industri kreatif.
1. Ada 15 sesi fashion show selama empat hari
Karya Geralda Almira Pribadi yang ditampilkan di Jogja Fashion Week, Minggu (25/8/2024). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo) JFW 2026 membawa sejumlah pembaruan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Salah satunya penambahan volume peragaan busana menjadi 15 sesi selama empat hari. Panggung utama tidak hanya diisi desainer profesional. Penyelenggara juga memberikan ruang bagi siswa SMK, mahasiswa dan pelajar, desainer cilik, hingga asosiasi profesi.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Anton Raharja mengatakan JFW menjadi momentum untuk meningkatkan daya saing pelaku industri fesyen lokal. “Jogja Fashion Week ini bukan sekadar panggung peragaan, melainkan momentum penting untuk mendorong eskalasi dan daya saing para pelaku industri fesyen kita,” ujar Anton, saat konferensi pers di JEC, Rabu (12/8/2026).
Menurutnya, peningkatan standardisasi produksi menjadi salah satu langkah agar karya Industri Kecil Menengah (IKM) Yogyakarta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Pemerintah DIY, lanjut Anton, juga melihat perkembangan industri fesyen di daerah menunjukkan tren positif. Kolaborasi antara desainer senior, perancang muda, pelaku IKM, serta institusi pendidikan dinilai menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem fesyen yang berkelanjutan.
2. Desainer muda hingga asosiasi profesi dapat panggung
Gelaran Jogja Fashion Week 2024. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo) Perwakilan panitia JFW 2026, Aulia mengatakan salah satu pembeda tahun ini adalah semakin beragamnya pengisi panggung utama. Selain sesi reguler, terdapat panggung khusus untuk pelajar dan mahasiswa, anak-anak, Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) DIY, serta Indonesian Fashion Chamber (IFC).
“Ini baru pertama kali ada di Jogja Fashion Week, di mana sesi khusus asosiasi APPMI dan IFC akan menampilkan total tokoh-tokoh fashion designer dari DIY secara penuh pada tahun 2026. Ini menjadi sesuatu yang spesial,” kata Aulia.
Hari pertama, Kamis (13/8/2026), dibuka dengan Young Talents Fashion Showcase yang menampilkan karya siswa dan lembaga pendidikan. Setelah itu, pengunjung dapat menyaksikan panggung Urban Pulse dan Simplicity in Style.
Sementara pada Jumat (14/8/2026), panggung diisi antara lain APPMI Fashion Tendance 2027, Modest Muse, dan Modest in Motion. Rangkaian JFW 2026 berlanjut pada Sabtu (15/8/2026) dengan menghadirkan panggung Kids N Teen. Sesi ini memberikan ruang bagi karya busana anak dan remaja dari sejumlah desainer dan brand. Selanjutnya, pengunjung dapat menikmati Twilight Allure pada sore hari dan Luminous Night pada malam hari.
Sejumlah nama desainer yang tampil di antaranya Itang Yunasz, Ferry Setiawan, Dadang Koesdarto, Eko Rudianto, hingga sejumlah desainer dan pelaku fesyen dari berbagai daerah. Pada hari terakhir, Minggu (16/8/2026), agenda dibuka dengan Grand Final Jogja Young Fashion Designer Competition 2026 bertema “Identity in Motion”. Sebanyak 20 finalis dari berbagai daerah akan berkompetisi dalam ajang tersebut. Panggung kemudian dilanjutkan dengan IFC Trend Show 2026/2027 “RECODE”, Casual Redefined, dan ditutup melalui Closing Ceremony Urban Menswear.
3. 82 IKM ikut pamerkan produk fesyen

Jumpa pers Jogja Fashion Week (JFW) 2026 di Jogja Expo Center, Rabu (12/8/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo) Tak hanya runway, JFW 2026 juga menghadirkan pameran dagang di Hall B dan Hall C JEC. Sebanyak 82 IKM DIY ambil bagian dengan kategori produk yang mencakup fesyen, sportswear dan kasual, batik, serta kriya.
Menariknya, sektor sportswear turut mengalami peningkatan partisipasi, termasuk dari pemasok jersi lokal seperti Almer dan PSIM Store. Di Hall C, pengunjung juga bisa mengikuti Creative Corner yang menghadirkan 13 sesi interaktif. Agenda ini melibatkan sejumlah perguruan tinggi, seperti UNY, UST, AKS AKK, dan ISI Yogyakarta, serta mitra industri.
Penyelenggara juga melakukan sejumlah peningkatan teknis untuk menjaga kualitas JFW 2026. Salah satunya dengan menghadirkan koreografer asal Jakarta, Angga Irawan. Tata cahaya dan penggunaan LED juga ditingkatkan untuk mendukung kualitas pertunjukan.
Aulia berharap JFW dapat terus berkembang menjadi ruang interaksi tren fesyen global yang berangkat dari Yogyakarta dan kemudian menjangkau Indonesia. “Selama sekian lama, Jogja Fashion Week ini telah memiliki posisi yang cukup baik di Indonesia. Kita ketahui bersama bahwa standar dari penyelenggaraan fashion show Jogja Fashion Week dari tahun ke tahun selalu berusaha ditingkatkan,” ujarnya.
Seluruh rangkaian pameran dan peragaan busana JFW 2026 terbuka untuk umum secara gratis. Pengunjung cukup melakukan pendaftaran secara online.


















