Waspada Ancaman Gelombang Tinggi 4 Meter di Pantai Selatan Jogja

- BMKG memperingatkan gelombang tinggi 2,5-4 meter di perairan DIY pada 12-14 Agustus 2026, meliputi Kulon Progo, Bantul, Gunungkidul, dan Samudra Hindia selatan DIY.
- Pola angin timuran berkecepatan 15-35 knot memengaruhi selatan Jawa, meningkatkan risiko bagi nelayan, tongkang, dan feri sesuai batas angin serta tinggi gelombang.
- Pengguna perairan diminta mempertimbangkan kondisi laut; warga pesisir selatan DIY diimbau menjauhi bibir pantai, tidak berenang atau memancing, dan memantau informasi BMKG.
Yogyakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai gelombang tinggi di perairan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 12-14 Agustus 2026. Tinggi gelombang diprakirakan mencapai 2,5-4 meter dan masuk kategori tinggi yang berisiko terhadap aktivitas kelautan maupun wilayah pesisir.
Kondisi tersebut berpotensi terjadi di Perairan Kulon Progo, Perairan Bantul, Perairan Gunungkidul, serta Samudra Hindia selatan DIY. BMKG juga mencatat pola angin timuran masih memengaruhi kawasan selatan Pulau Jawa, dengan kecepatan angin sekitar 15-35 knot.
Gelombang laut yang tinggi dapat membahayakan sejumlah aktivitas pelayaran. Nelayan dengan perahu kecil perlu lebih berhati-hati ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dan gelombang 1,25 meter, sedangkan kapal tongkang menghadapi risiko ketika angin mencapai 16 knot dan gelombang 1,5 meter. Untuk kapal feri, kondisi berisiko ketika kecepatan angin mencapai 21 knot dengan tinggi gelombang sekitar 2,5 meter.
BMKG mengimbau nelayan, kapal tongkang, kapal feri, serta pengguna perairan lainnya meningkatkan kewaspadaan dan mempertimbangkan kondisi laut sebelum beraktivitas. Masyarakat yang berada di sekitar pantai selatan DIY juga diminta tidak mendekati bibir pantai, menghindari aktivitas berenang, memancing, atau kegiatan lain yang berisiko terseret gelombang, serta terus memantau informasi cuaca dan gelombang terbaru dari BMKG.


















