Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan di DIY, Kategori Awas

Kota Yogyakarta
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan di DIY, Kategori Awas
Warga mengambil air menggunakan galon di mata air Kali Wonosari, Padukuhan Duwet, Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, Selasa (28/7/2026). (ANTARA FOTO/Rahid Putra Laksana)
  • BMKG menetapkan peringatan dini kekeringan meteorologis kategori awas di seluruh DIY pada dasarian II Agustus 2026.
  • Curah hujan DIY diprediksi rendah hingga November, dengan El Nino sangat kuat berpeluang bertahan sampai Desember dan puncak kemarau terjadi pada Agustus.
  • BMKG meminta pemerintah dan warga menghemat air, mengantisipasi berkurangnya air bersih serta risiko kebakaran hutan dan lahan, dan memantau informasi iklim.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sleman, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis untuk seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Status kekeringan pada dasarian II Agustus 2026 berada dalam kategori 'awas'.

Kondisi tersebut diperkirakan masih berlangsung di tengah rendahnya curah hujan hingga November 2026. BMKG memprediksi curah hujan di DIY tetap rendah hingga November 2026, sementara El Nino yang saat ini berada dalam kondisi sangat kuat berpeluang berlangsung hingga Desember.

Kepala Stasiun Klimatologi DIY, Mamenun, mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan menyusul status kekeringan meteorologis tersebut.

"Pada dasarian II Agustus 2026, peringatan dini kekeringan meteorologis di seluruh wilayah D.I. Yogyakarta berada dalam status awas," kata Mamenun dalam keterangan tertulis, Senin (10/8/2026).

  1. Hujan diprediksi minim hingga November

    Berdasarkan perkembangan iklim BMKG per 10 Agustus 2026, curah hujan dasarian II Agustus diprediksi berada pada kategori rendah, yakni hanya 0-10 milimeter (mm) per dasarian, dengan sifat hujan umumnya bawah normal.

    Kondisi minim hujan diprediksi berlanjut pada dasarian III Agustus. Curah hujan diperkirakan tetap berada pada kisaran 0-10 mm per dasarian dengan sifat hujan bawah normal hingga normal.

    Memasuki dasarian I September, curah hujan diprediksi berada pada kisaran 0-10 mm per dasarian dengan sifat hujan bawah normal.

    Untuk September, curah hujan diprediksi berada pada kisaran 0-20 mm per bulan dengan sifat hujan seluruhnya bawah normal. Pada Oktober, curah hujan juga diperkirakan hanya 0-20 mm per bulan.

    Sementara itu, curah hujan November diprediksi berada pada kisaran 0-100 mm per bulan dengan sifat hujan seluruhnya bawah normal.

    Kondisi tersebut menunjukkan musim kemarau 2026 di DIY diprediksi lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologisnya. Jumlah curah hujan selama musim kemarau 2026 diprediksi berada pada kisaran 250-400 mm.

  2. El Nino Diperkirakan Berlangsung hingga Desember

    ilustrasi dampak El Nino
    ilustrasi dampak El Nino (pexels.com/kevin yung)

    BMKG menyebut kondisi atmosfer-laut saat ini turut mendukung berlangsungnya periode kering di DIY. Angin di wilayah Indonesia bagian selatan ekuator bertiup dari arah timur yang mengindikasikan Monsun Australia masih aktif.

    Indeks El Nino Southern Oscillation (ENSO), menurut Mamenun, saat ini berada dalam kondisi sangat kuat. "Kondisi tersebut berpeluang terjadi sampai dengan Desember 2026," kata dia.

    Sementara itu, Dipole Mode Index (DMI) berada dalam kategori netral, tetapi berpeluang memasuki fase positif pada September-Desember 2026.

    Di sisi lain, Madden Julian Oscillation (MJO) diprediksi tidak aktif di wilayah Indonesia. Anomali suhu muka laut di perairan selatan DIY juga berada pada kategori netral, yakni antara -0,5 hingga 0,5 derajat Celsius, dengan suhu sekitar 24-26 derajat Celsius.

    BMKG memprediksi seluruh delapan zona musim (ZOM) di DIY mengalami puncak musim kemarau pada Agustus 2026. Sebanyak tujuh ZOM atau 87,5 persen diprediksi memiliki sifat hujan bawah normal, sedangkan satu ZOM atau 12,5 persen berada dalam kategori normal.

    Durasi musim kemarau diperkirakan berlangsung 16-18 dasarian pada satu ZOM dan 19-21 dasarian pada tujuh ZOM. Musim kemarau di DIY diprediksi berakhir pada dasarian I dan II November 2026.

  3. Warga diminta hemat air dan waspadai karhutla

    BMKG meminta pemerintah daerah, institusi terkait, dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak musim kemarau, terutama di wilayah yang rentan mengalami kekeringan meteorologis.

    Dampak yang perlu diantisipasi antara lain berkurangnya ketersediaan air bersih serta meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan. Aktivitas El Nino yang kuat juga berpotensi membuat curah hujan lebih rendah dan memperpanjang periode kemarau di DIY.

    Masyarakat diminta mengelola sumber daya air secara efisien serta menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca dan iklim setempat.

    BMKG juga mengimbau masyarakat terus memantau informasi iklim melalui Stasiun Klimatologi DIY, termasuk melalui kanal media sosial dan laman resmi BMKG Stasiun Klimatologi DIY.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More