Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Cerita Gita, Siswi SMAN 1 Bantul Wakili DIY di Paskibraka Nasional 2026

Cerita Gita, Siswi SMAN 1 Bantul Wakili DIY di Paskibraka Nasional 2026
Anggita Ayu Mahanani Hanifah, siswi SMA Negeri 1 Bantul yang mewakili DIY di Paskibraka Nasional 2026. (Dok. Pemkab bantul)
Intinya Sih
  • Anggita Ayu Mahanani Hanifah, siswi SMAN 1 Bantul, terpilih mewakili DIY sebagai anggota Paskibraka Nasional 2026 dan akan bertugas di Istana Negara pada HUT ke-81 RI.
  • Gita melewati seleksi berjenjang dari tingkat sekolah hingga nasional, mencakup tes kesehatan, psikotes, baris-berbaris, minat bakat, serta wawancara sebelum akhirnya dinyatakan lolos.
  • Sekolah memberikan dukungan penuh berupa pendampingan latihan, pembekalan sejarah Yogyakarta, dan dispensasi belajar; Gita menampilkan Tari Montro khas Bantul sebagai bentuk promosi budaya daerahnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bantul, IDN Times - Siswi SMA Negeri 1 Bantul berhasil lolos seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2026. Anggita Ayu Mahanani Hanifah menjadi salah satu nama yang diumumkan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) untuk menjadi paskibraka mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Siswi kelas 11 yang akrab disapa Gita itu tak menyangka akan mengemban tugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih di Istana Negara pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kesempatan tersebut sekaligus mewujudkan impian yang telah ia cita-citakan sejak kecil.

"Rasanya itu terharu, bahagia senang sekali, bangga sama diri sendiri," kata pelajar asal Dayu, Gadingsari, Sanden, Bantul itu pada Kamis (26/06/2026) dilansir laman resmi Pemerintah Kabupaten Bantul.

Proses panjang seleksi Paskibraka

Gita menceritakan proses seleksi yang harus dilaluinya hingga terpilih sebagai wakil DIY. Perjalanan itu dimulai dari seleksi di tingkat sekolah, kemudian berlanjut ke tingkat kabupaten, provinsi, hingga akhirnya lolos ke tingkat nasional.

"Dari seleksi sekolah untuk mengikuti seleksi kabupaten. Lalu di bulan Maret seleksi tingkat Kabupaten, kemudian di bulan Mei saya lolos untuk mengikuti seleksi Provinsi, dan pada bulan Juni alhamdulillah saya lolos untuk mewakili DIY ke nasional," terangnya.

Menurut Gita, tahapan verifikasi di tingkat nasional berlangsung cukup panjang. Peserta harus mengikuti tes kesehatan, psikotes, baris-berbaris, minat dan bakat, hingga wawancara.

"Masih tidak menyangka. Karena saya sendiri sempat pasrah, karena saya memiliki kekurangan di mana teman saya lebih unggul dari saya," katanya.

Dukungan penuh sekolah

Gita mengatakan sekolah memberikan dukungan penuh selama mengikuti seleksi Paskibraka tingkat nasional. Ia mendapat pendampingan untuk persiapan tes minat bakat, public speaking, hingga pembekalan sejarah Yogyakarta. Sekolah juga memberikan dispensasi belajar selama proses seleksi.

"Sekolah memberikan fasilitas berupa guru tari untuk minat bakat, public speaking dan juga saya diajarkan tentang sejarah Jogja, serta diberikan waktu dispensasi belajar," ujarnya.

Siswi yang bercita-cita menjadi anggota TNI itu memilih membawakan Tari Montro saat tes minat bakat. Menurutnya, tarian khas Bantul tersebut dipilih sebagai upaya memperkenalkan budaya dari daerah asalnya.

"Kenapa minat bakat tari karena ingin mengenalkan tarian dari daerah saya sendiri, tari Montro kan dari Bantul," imbuh Gita.

Gita menjadi satu dari dua wakil DIY yang lolos seleksi tingkat nasional. Ia bersama Ahmad Raditya dari Kabupaten Sleman akan bertugas bersama perwakilan dari 38 provinsi di Indonesia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest News Jogja

See More