Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sri Sultan Bicara Pagar Tinggi di Mal, Pemerintah Wajib Jamin Warga Aman

Kab. Sleman
Sri Sultan Bicara Pagar Tinggi di Mal, Pemerintah Wajib Jamin Warga Aman
Pagar pembatas yang dipasang di area Pakuwon Mall Jogja. (IDN Times/Tunggul DamarjatI)
Intinya Sih
  • Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta pemerintah daerah mengonsolidasikan potensi ancaman demi menjamin masyarakat beraktivitas aman tanpa kekhawatiran.
  • Sultan menilai situasi aman dapat mengurangi kebutuhan pagar tinggi; ia juga mempersilakan demonstrasi sesuai aturan tanpa merusak fasilitas publik atau mengganggu warga.
  • Pakuwon Mall Jogja menghentikan sementara pembangunan pagar yang disebut sebagai penataan kawasan, setelah spekulasi publik mengaitkannya dengan isu keamanan dan demonstrasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Yogyakarta, IDN Times - Fenomena pembangunan pagar di sejumlah pusat perbelanjaan yang ramai dibahas di media sosial mendapat perhatian Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Menurut Sultan, keresahan yang muncul di masyarakat harus dijawab dengan langkah nyata pemerintah daerah untuk memastikan kondisi keamanan tetap terjaga.

1. Buat masyarakat merasa tak dibayangi kekhawatiran

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X. (Dok. Istimewa)
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X. (Dok. Istimewa)

Sultan menilai setiap daerah perlu mengonsolidasikan seluruh potensi yang dimiliki agar ancaman keamanan dapat dicegah sejak dini. Dengan begitu, masyarakat bisa beraktivitas dengan rasa aman tanpa dibayangi kekhawatiran.

"Sekarang bagaimana daerah sendiri bisa mengkonsolidasikan potensi (ancaman) itu tidak terjadi," kata Sultan, Kamis (6/8/2026).

2. Jaminan keamanan demi kurangi kebutuhan membangun pagar tinggi

Sultan mengatakan, ketika pemerintah daerah mampu menciptakan situasi yang aman, masyarakat tidak lagi memandang pagar tinggi sebagai kebutuhan yang mendesak. Menurutnya, rasa aman akan mengurangi kekhawatiran, termasuk di kalangan pelaku usaha.

"Masyarakat merasa aman dan nyaman, ya akhirnya keperluan untuk meninggikan pagar, juga pemahamannya (urgensinya) turun. Tapi, jika tidak percaya ya (pembangunan pagarnya) semakin tinggi," ujar Sultan.

Ia menegaskan, menjaga keamanan merupakan tanggung jawab pemerintah daerah. Karena itu, pemerintah wajib hadir untuk memberikan kepastian dan rasa nyaman kepada masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

3. Persilakan masyarakat demo, asal tidak timbulkan kerusakan

Sultan juga menyinggung kemungkinan adanya aksi demonstrasi di masa mendatang. Ia mempersilakan masyarakat menyampaikan aspirasi, tetapi mengingatkan agar aksi dilakukan sesuai aturan dan tidak berujung pada perusakan fasilitas umum maupun mengganggu warga.

"Ya silahkan asal (sesuai) ketentuan yang berlaku, tetapi juga bisa menjaga diri untuk tidak melakukan perusakan terhadap fasilitas publik maupun warga masyarakat lain. Kalau mau demonstrasi ya silahkan," pungkasnya.

4. Pembangunan pagar di Pakuwon Mal Jogja dihentikan

Di DIY, Pakuwon Mall Jogja (PMJ) menjadi salah satu pusat perbelanjaan yang memasang pagar di area kawasan mal. Pagar dibangun di sisi depan, utara, dan barat kompleks pusat perbelanjaan yang berada di Jalan Ringroad Utara, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman.

Penempatan pagar baru memicu berbagai spekulasi di media sosial. Namun, manajemen memastikan proyek itu tidak berkaitan dengan situasi keamanan.

Menurut manajemen, pembangunan pagar merupakan bagian dari penataan kawasan yang telah direncanakan sejak tahun lalu. Pengerjaannya baru dilakukan pada musim kemarau agar proses konstruksi, termasuk pengecatan, dapat berjalan lebih optimal.

Manajemen PMJ pun membantah anggapan bahwa pemasangan pagar berkaitan dengan aksi demonstrasi yang pernah terjadi di sekitar kawasan Polda DIY. Saat itu, pihak mal mengaku justru memberikan dukungan kemanusiaan kepada para peserta aksi, mulai dari penyediaan minuman dan layanan medis hingga membantu proses evakuasi korban.

Di tengah ramainya perbincangan publik, manajemen memutuskan menghentikan sementara pembangunan pagar agar tidak memicu keresahan yang lebih luas. Manajemen berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh spekulasi yang mengaitkan proyek tersebut dengan isu keamanan. Sebab, narasi yang tidak berdasar dikhawatirkan dapat memengaruhi iklim investasi di Jogja.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More