Ingatkan Penderita hipertensi Minum Obat, Pemkot Inovasi Dasi Pensi

Pemerintah Kota Yogyakarta mengimbau penderita hipertensi menjaga pola hidup sehat seiring meningkatnya kasus hingga 39.819 pasien, dengan 1.691 kasus baru dan 15.623 pasien terkendali.
Dinas Kesehatan menyebut peningkatan temuan kasus baru dipengaruhi program cek kesehatan gratis yang membantu mendeteksi penderita hipertensi lama maupun baru secara lebih cepat.
Inovasi digital DASI PENSI DIKOTA diterapkan di 18 puskesmas untuk memantau pasien, mengingatkan jadwal kontrol dan obat, serta membantu tenaga kesehatan mendeteksi kondisi sejak dini.
Yogyakarta, IDN Times - Pemerintah Kota Yogyakarta mengingatkan warganya penderita hioertensi untuk menerapkan pola hidup sehat dan mengkonsumsi makanan bergizi seimbang serta obat. Ajakan ini seiring peningkatan jumlah penderita hipertensi di Kota Yogyakarta.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, selama Maret hingga Mei 2026 tercatat sebanyak 39.819 pasien hipertensi dalam perawatan. Sementara itu, jumlah pasien hipertensi baru mencapai 1.691 kasus, dan pasien hipertensi yang berhasil terkendali sebanyak 15.623 orang atau 40,98 persen.
1. Hipertensi picu sejumlah penyakit

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Iva Kusdyarini, mengatakan hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dapat memicu berbagai komplikasi kesehatan apabila tidak ditangani secara tepat.
"Untuk meminimalkan risiko maka penderita hipertensi harus memperbanyak aktivitas fisik, konsumsi buah dan sayur, mengurangi makan tinggi garam dan lemak, merokok, serta stres," terang Iva, senin (21/6/2026).
2. Puskesmas ingatkan pasien minum dengan program Dasi Pensi

Ia menjelaskan, peningkatan penemuan kasus baru hipertensi juga dipengaruhi oleh semakin gencarnya pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Melalui pemeriksaan tersebut, banyak ditemukan penderita hipertensi baru maupun pasien lama yang sebelumnya tidak rutin melakukan kontrol kesehatan.
Dinkes Kota Yogyakarta melakukan upaya untuk meningkatkan angka hipertensi terkendali. Salah satunya melalui optimalisasi inovasi digital DASI PENSI DIKOTA (Dashboard dan Pengingat Pasien Hipertensi dan Diabetes Mellitus di Kota Yogyakarta) yang dikembangkan bersama Asosiasi Dinas Kesehatan (ADINKES).
Inovasi digital tersebut telah diimplementasikan di 18 puskesmas di Kota Yogyakarta. Sistem ini sebagai peringatan dini untuk memantau, mendeteksi, dan mengingatkan pasien agar rutin melakukan kontrol dan pengobatan.
“Melalui Dasi Pensi Dikota, pasien akan menerima pengingat konsumsi obat dan jadwal kontrol melalui pesan singkat. Selain itu, tenaga kesehatan dapat memantau rekam medis pasien serta mendeteksi lebih dini potensi perburukan kondisi kesehatan,” ungkapnya.
Pengingat yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu membentuk perilaku dan kesadaran pasien untuk rutin memeriksakan kesehatan serta mengonsumsi obat secara teratur.
















