Pembeli Emas Digital BSI di DIY-Jateng Capai 1,83 Ton, Didominasi Anak Muda

- Transaksi emas digital di BSI wilayah DIY dan Jawa Tengah mencapai 1,83 ton dalam setahun, menunjukkan peningkatan signifikan pada periode Februari 2025 hingga Februari 2026.
- Mayoritas pembeli emas digital berasal dari kalangan milenial dan Gen Z yang memanfaatkan kemudahan layanan BYOND by BSI untuk investasi emas sesuai prinsip syariah.
- BSI mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap modus penipuan dan selalu memastikan informasi melalui kanal resmi Bank Syariah Indonesia.
Yogyakarta, IDN Times – Investasi emas saat ini tidak hanya berbentuk fisik, transaksi emas secara digital mengalami lonjakan signifikan. Seperti halnya di Bank Syariah Indonesia (BSI) mencapai 1,83 ton untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah dalam waktu satu tahun terakhir.
“BSI untuk Bullion Bank, khususnya BSI area Jogja (DIY - Jawa Tengah) mencapai 1,83 ton. Itu dari Februari 2025 sampai Februari 2026. Trennya terus meningkat,” ungkap Area Operation and Service Manager Bank Syariah Indonesia Area Yogyakarta, Hafid Safriadi, Selasa (17/3/2026).
1. Anak muda dominasi pembeli emas digital

Hafid mengungkapkan dari total 1,83 ton didominasi kalangan anak muda, dari milenial hingga Gen Z. Layanan digital yang mudah diakses dan lekat dengan generasi muda membuat tren emas digital melonjak.
“Jadi bisa diakses melalui BYOND by BSI secara real time. Hal ini juga menunjukkan bahwa anak-anak muda sudah mulai aware dengan investasi emas yang aman dan sesuai syariah” ungkapnya.
Harga emas setiap harinya, baik harga jual maupun harga beli bisa dipantau. Berbagai fitur yang ada mulai dari beli emas, cicil emas, hingga gadai emas bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk transaksi emas. “Untuk penetrasi penjualan, pembelian emasnya bisa mulai dari Rp50 ribu,” ucap Hafid.
2. Emas jadi pilihan investasi yang menarik

Diketahui harga emas terus mengalami kenaikan beberapa waktu terakhir, emas pun masih menjadi pilihan investasi yang menarik. Hal itu juga ditunjukkan dengan semakin minimnya emas batangan Antam di pasaran.
“Jadi mulai dari emas batangan yang terkecil pun itu sudah sangat susah untuk mendapatkannya. Nah, makannya trennya itu sekarang beralih ke digital,” ujar Hafid.
3. Hati-hati modus penipuan

Area Manager BSI Area Yogyakarta, Muhammad Taqiyuddin juga meminta masyarakat tetap berhati-hati dengan segala bentuk modus penipuan. Nasabah diimbau untuk mengecek kebenaran informasi melalui official channel Bank Syariah Indonesia.


















![[QUIZ] Cara Kamu Bereaksi dalam Hubungan Bisa Ungkap Attachment Style-mu!](https://image.idntimes.com/post/20260206/pexels-timur-weber-8560647_06931aa1-1620-445c-aaa1-9602275c520f.jpg)