Jadwal Gerakan Pangan Murah Kota Jogja, Mulai 12 Mei hingga November

- Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pertanian dan Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah di 14 kemantren mulai 12 Mei hingga November 2026 untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
- Program ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, telur, bawang, dan cabai dengan skema subsidi dua ribu rupiah per kilogram atau per liter.
- Gerakan Pangan Murah menyasar masyarakat menengah ke bawah guna menjaga daya beli, menekan inflasi, serta memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.
Yogyakarta, IDN Times - Kabar gembira bagi warga Kota Yogyakarta, Pemerintah Kota melalui Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) akan menggelar Gerakan Pangan Murah di 14 kemantren mulai 12 Mei hingga November 2026. Program tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.
Kepala Bidang Pangan DPP Kota Yogyakarta, Ashardini Eka Setianingsih, mengatakan pangan menjadi kebutuhan dasar yang harus mudah dijangkau masyarakat. Menurutnya, fluktuasi harga pangan dalam kondisi tertentu dapat memengaruhi daya beli warga sehingga diperlukan upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga melalui Gerakan Pangan Murah.
"Melalui Gerakan Pangan Murah kami hadir untuk menjaga stabilitas pasokan dan membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih murah dari harga pasar," kata Ashardini pada 4 Mei 2026 dilansir laman resmi pemkot.
1. Sediakan beras hingga cabai
Ashardini mengatakan, DPP Kota Yogyakarta menggandeng distributor, produsen, pelaku usaha pangan, hingga instansi terkait dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM). Program tersebut menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, bawang merah, bawang putih, cabai, serta komoditas pangan lainnya sesuai ketersediaan.
Untuk menjaga harga tetap terjangkau, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta menerapkan skema subsidi pada bahan pangan yang dijual dalam GPM. “Kami sediakan subsidi dua ribu rupiah (potong pajak) per kilogram komoditas atau per liter minyak goreng,” ujar Ashardini.
2. Sasar warga menengah ke bawah

Ashardini menegaskan Gerakan Pangan Murah menyasar masyarakat menengah ke bawah untuk membantu menjaga daya beli sekaligus menekan inflasi. Program tersebut juga diharapkan mampu memitigasi dampak kenaikan harga pangan, terutama bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah. Meski demikian, kegiatan itu tetap terbuka bagi seluruh warga Kota Yogyakarta.
“Diprioritaskan bagi warga ber KTP (Yogya) di kemantren masing-masing. Kegiatan akan dilaksanakan dua kali dalam sebulan sesuai jadwal,” ujar Dini.
Ia menambahkan, Gerakan Pangan Murah diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga terjangkau dan berkualitas. Selain itu, program tersebut juga ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah serta mendukung pengendalian inflasi.
“Gerakan Pangan Murah bukan hanya sekadar solusi jangka pendek, tetapi juga berfokus pada pembangunan sistem pangan yang berkelanjutan dan inklusif. Gerakan ini tidak hanya memberikan bantuan langsung kepada masyarakat, tetapi juga harapannya menciptakan dasar yang kuat untuk ketahanan pangan yang berkelanjutan di masa depan,” pungkasnya.
3. Jadwal Gerakan Pangan Murah
Bulan/Tanggal | Lokasi |
|---|---|
12 Mei 2026 | Kantor Kemantren Danurejan |
21 Mei 2026 | Kantor Kemantren Mantrijeron |
2 Juni 2026 | Kantor Kemantren Gedongtengen |
9 Juni 2026 | Kantor Kemantren Umbulharjo |
Juli 2026 | Kantor Kemantren Tegalrejo |
Juli 2026 | Kantor Kemantren Mergangsan |
5 Agustus 2026 | Kantor Kemantren Wirobrajan |
11 Agustus 2026 | Kantor Kemantren Gondomanan |
September 2026 | Kantor Kemantren Kotagede |
September 2026 | Kantor Kemantren Gondokusuman |
Oktober 2026 | Kantor Kemantren Kraton |
Oktober 2026 | Kantor Kemantren Jetis |
Oktober 2026 | Kantor Kemantren Ngampilan |
November 2026 | Kantor Kemantren Pakualaman |


















