Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

BPBD Sleman Gandeng Akademisi Cari Pemicu Api Misterius di Rumah Warga

BPBD Sleman Gandeng Akademisi Cari Pemicu Api Misterius di Rumah Warga
ilustrasi kebakaran rumah (freepik.com/partystock)
Intinya Sih
  • BPBD Sleman menggandeng akademisi dari ITB, UGM, dan UPN untuk meneliti penyebab munculnya 46 titik ‘api misterius’ di rumah warga Dusun Kasuran yang belum terungkap hingga kini.
  • Sambil menunggu hasil penelitian, BPBD meminta pemilik rumah mengungsi sementara dan memberikan bantuan logistik seperti matras, selimut, serta kebutuhan pangan dasar.
  • Relawan lokal diminta berjaga mengantisipasi kemunculan api baru sambil menunggu hasil kajian akademisi terkait kemungkinan faktor teknologi atau penyebab lain.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Sleman, IDN Times – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman berencana menggandeng akademisi untuk mencari penyebab munculnya ‘api misterius’ di rumah warga yang ada di Dusun Kasuran, Margodadi, Seyegan. Pasalnya, mulai dari Jumat (22/5/2026) malam hingga Jumat (29/5/2026) penyebab munculnya api belum diketahui secara pasti. 

Kemunculan api terbaru diketahui terjadi Jumat (29/5/2026) sekitar pukul 13.33 WIB. Api tersebut membakar wadah atau baskom plastik di bawah rak piring, area dapur tiba-tiba terbakar. Beruntung kobaran api dapat segera dipadamkan sebelum merembet lebih besar.

Jika diakumulasikan sejak peristiwa pertama pada Jumat (22/5/2026) lalu, total sudah ada 46 titik api skala kecil maupun besar yang menyala secara tiba-tiba di dalam dan luar rumah.

Septic tank dibersihkan, api masih muncul

ilustrasi api (pixabay.com/Ronald Plett)
ilustrasi api (pixabay.com/Ronald Plett)

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro mengungkapkan BPBD Sleman akan mencoba mencari tahu sumber penyebab munculnya api misterius tersebut. Pihaknya akan menggandeng akademisi untuk meneliti lebih jauh.

Pihaknya telah menghubungi Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta. “ITB sudah menjawab beberapa sih, cuma belum bisa masuk karena jauh. Yang UGM sama UPN belum,” ujar Bambang, Jumat (29/5/2026). 

Bambang menjelaskan bahwa investigasi awal telah melibatkan unsur kepolisian namun titik terang mengenai sifat asli sumber api belum sepenuhnya terungkap. Berdasarkan keterangan dari Inafis dan Tim Gegana Brimob, kemungkinan sumber apinya berasal dari septic tank. Namun, septic tank tersebut sudah dibersihkan, dikuras, dan salurannya pun sudah diganti baru.

“Artinya kondisinya sudah bersih, tetapi api masih muncul di tempat yang tidak menentu, seperti di tembok, kamar, atau ruang tamu. Kalau membakar handuk mungkin wajar karena kain mudah terbakar, tetapi kejadian ini sampai membuat kaca akuarium ikut meleleh karena panas,” ungkap Bambang.

Minta pemilik rumah mengungsi sementara

ilustrasi api (Pixabay.com/nikolaytaman90)
ilustrasi api (Pixabay.com/nikolaytaman90)

Langkah yang diambil saat ini, sembari menunggu penelitian lebih lanjut dari akademisi, pihak BPBD Sleman meminta pemilik rumah untuk mengungsi sementara. Pihaknya juga memberikan bantuan untuk kebutuhan sehari-hari 

“Kalau bisa jangan tidur di rumah itu dulu, mengungsi dulu. Tidur di luar begitu. Kita juga beri bantuan logistik, ada matras, ada selimut, dan logistik pangan beberapa. Sesuai dengan paket pangan,” ungkap Bambang.

Saat disinggung apakah BPBD Sleman memberikan bantuan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), untuk saat ini tidak. “Damkar mungkin (memberikan). Saya belum tahu Damkar kemarin ke sana juga, tapi saya lihat di fotonya ada beberapa APAR tersedia di situ,” katanya.

Relawan setempat diharap membantu

Ilustrasi api (pexels.com/moein moradi)
Ilustrasi api (pexels.com/moein moradi)

Bambang mengatakan untuk sementara waktu relawan setempat juga diandalkan untuk berjaga-jaga, jika ada sumber titik api baru. Sembari menunggu kepastian kajian dari akademisi nantinya.

“Masyarakat kan bisa ikut membantu, Jaga Warganya. Nanti kita lihat progresnya, kita juga cari teman-teman dari kalangan akademisi untuk bisa mencarikan solusi begitu. Apakah ini (kemunculan api) masuk dalam kategori kegagalan teknologi atau apa,” kata Bambang.

Share Article
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest News Jogja

See More