Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Inovasi Beton Limbah Sabut Kelapa Antar Tim UMY Raih Prestasi Nasional

Inovasi Beton Limbah Sabut Kelapa Antar Tim UMY Raih Prestasi Nasional
Tim Werkudara UMY meraih juara dua dalam seleksi final Lomba Beton Nasional yang digelar di Universitas Tarumanagara, Jakarta Barat, pada Sabtu (23/5/2026). (Dok. UMY)
Intinya Sih
  • Tim Werkudara dari Teknik Sipil UMY meraih juara dua Lomba Beton Nasional di Universitas Tarumanagara berkat inovasi beton berbahan limbah serat sabut kelapa.
  • Proses riset dan persiapan berlangsung sekitar tujuh bulan, melibatkan berbagai pengujian material hingga menemukan formula beton terbaik meski sempat mengalami beberapa kegagalan.
  • Dukungan fasilitas laboratorium kampus membantu tim fokus meneliti, sementara mereka berharap inovasi beton ramah lingkungan ini bisa dikembangkan lebih lanjut untuk industri konstruksi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Yogyakarta, IDN Times - Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali meraih prestasi di tingkat nasional. Tim Werkudara yang terdiri dari Dewa Tri Puja, Firman Maulan Ibrahim, dan Rafif Ihsan Maulana, berhasil meraih juara dua dalam seleksi final Lomba Beton Nasional yang digelar di Universitas Tarumanagara, Jakarta Barat, pada Sabtu (23/5/2026).

Dalam kompetisi ini, mereka memanfaatkan limbah serat sabut kelapa (cocofiber) untuk meningkatkan kualitas dan kekuatan mekanis dari beton. Penggunaan bahan organik ini menjadi salah satu keunggulan utama yang memikat dewan juri. Mereka bersaing dengan berbagai universitas besar di Indonesia, termasuk tim finalis dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Berjuang di lab selama 7 bulan

Ketua Tim Werkudara, Dewa Tri Puja, mengatakan perjalanan dalam kompetisi tersebut tidak berlangsung singkat. Sebelum lolos ke babak final, tim harus melewati sejumlah tahapan mulai dari pendaftaran, seleksi proposal, hingga pengujian sampel beton yang dipersiapkan selama sekitar tujuh bulan.

“Rasanya sangat senang bisa mendapatkan Juara 2 dari perlombaan ini. Semua rasa lelah selama berbulan-bulan melakukan pengujian di laboratorium akhirnya terbayarkan,” ujar Dewa, Selasa (26/5/2026), dilansir laman resmi UMY.

Dewa menjelaskan, proses persiapan menjadi tantangan tersendiri bagi tim. Sejak Oktober 2025, mereka mencari material yang sesuai dan melakukan berbagai pengujian bahan. Tim juga beberapa kali mengalami kegagalan sebelum menemukan formula beton yang digunakan dalam kompetisi.

Berjibaku dengan sampel beton di bulan puasa

Dewa mengatakan perjuangan tim dijalani di tengah padatnya aktivitas perkuliahan. Laboratorium kampus bahkan menjadi tempat yang hampir setiap hari digunakan tim untuk membuat dan menguji sampel beton.

Salah satu pengalaman yang paling diingat terjadi saat proses pembuatan sampel beton pada bulan Ramadan. Mereka bekerja mulai pukul 00.00 hingga 05.00 WIB demi mendapatkan hasil beton yang optimal.

“Tantangan terbesar saya sebagai ketua tim adalah mengatur anggota karena kami berasal dari kelas dan jadwal kuliah yang berbeda. Namun, alhamdulillah semuanya bisa dihadapi bersama,” katanya.

Didukung fasilitas kampus

Dewa mengapresiasi dukungan kampus dalam pengembangan inovasi timnya. Menurutnya, fasilitas laboratorium yang memadai membuat mereka dapat fokus melakukan penelitian tanpa terkendala biaya.

Ke depan, Dewa berharap inovasi beton ramah lingkungan yang dikembangkan timnya dapat terus disempurnakan sehingga memberi manfaat lebih luas bagi industri konstruksi. Ia juga berharap capaian tersebut dapat memotivasi mahasiswa UMY lainnya untuk meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Share Article
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest News Jogja

See More