Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Merah Putih Sepanjang 481 Meter Membentang di Jalan Malioboro

Kota Yogyakarta
Merah Putih Sepanjang 481 Meter Membentang di Jalan Malioboro
Pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 481 meter di di Jalan Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (15/8/2026). (ANTARA FOTO/Rahid Putra Laksana)
  • Sekitar 1.000 peserta mengarak Bendera Merah Putih utuh sepanjang 481 meter dari Tugu Jogja ke Titik Nol Kilometer melalui Malioboro, Sabtu 15 Agustus 2026.
  • Kirab Merah Putih menjadi bagian peringatan HUT ke-81 RI, dilepas Sri Sultan Hamengku Buwono X dan dihadiri unsur pemerintah, TNI-Polri, tokoh masyarakat, serta komunitas.
  • Sri Sultan menekankan kirab sebagai sarana menumbuhkan kebanggaan, kesadaran kebangsaan, dan persatuan dalam keberagaman; angka 481 melambangkan empat penjuru mata angin serta usia kemerdekaan ke-81.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Yogyakarta, IDN Times - Sekitar 1.000 peserta mengarak Bendera Merah Putih sepanjang 481 meter dari Tugu Jogja hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta pada Sabtu (15/8/2026) sore. Bendera yang membentang utuh tersebut melewati Jalan Malioboro dan disaksikan masyarakat serta wisatawan. Kegiatan bertajuk Kirab Merah Putih ini menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X melepas Kirab Merah Putih Yogyakarta dari Gerbang Barat Kompleks Kepatihan Yogyakarta. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, jajaran Forkopimda DIY, pimpinan TNI dan Polri, pejabat pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat, agama, dan budaya bersama sejumlah elemen masyarakat.

  1. Tumbuhkan rasa kebangsaan dalam kebersamaan

    Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai Kirab Merah Putih dapat menjadi sarana menumbuhkan kesadaran kebangsaan, khususnya bagi generasi muda. Ia menyebut kegiatan tersebut memiliki nilai filosofis karena tidak sering digelar dan dapat mempertemukan masyarakat dalam suasana kebersamaan.

    “Peristiwa seperti ini sangat bagus karena jarang, belum tentu setahun sekali ada. Harapan saya, peristiwa ini memberikan filosofis dalam batin untuk tumbuhnya rasa kebangsaan dari generasi-generasi, memberikan kesadaran bahwa kita perlu bangga menjadi bangsa Indonesia,” ucap Sri Sultan seusai melepas kirab, dilansir laman resmi Pemda DIY.

    Ia juga berharap masyarakat yang menyaksikan kirab dari sepanjang jalur ikut memegang dan mengarak Bendera Merah Putih. “Harapan saya, publik yang menonton di kiri kanan jalan itu bisa ikut pegang Bendera Merah Putih,” kata Sri Sultan.

  2. Bendera utuh, tidak disambung

    Warga membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 481 meter di Jalan Malioboro, Yogyakarta, menjelang HUT Kemerdekaan.
    Pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 481 meter di di Jalan Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (15/8/2026). (ANTARA FOTO/Rahid Putra Laksana)

    Masyarakat dan wisatawan yang berada di sepanjang Malioboro turut menyaksikan Kirab Merah Putih. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa, komunitas, unsur pemerintah, dan aparat yang bersama-sama membawa Bendera Merah Putih dari Tugu Jogja menuju Titik Nol Kilometer.

    Sri Sultan Hamengku Buwono X menekankan pentingnya membangun kebanggaan sebagai bangsa Indonesia serta memahami persatuan di tengah keberagaman. Menurutnya, perbedaan merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia yang harus dipahami dan dihargai.

    Bendera yang diarak memiliki panjang 481 meter dan dibentangkan dalam kondisi utuh. Sri Sultan memastikan bendera tersebut bukan hasil penyambungan beberapa potongan kain. “Yang penting benderanya sepanjang 481 itu tidak dijahit, utuh lho. Bukan potongan-potongan yang disambung,” tandas Sri Sultan.

  3. Makna Merah Putih 481 meter

    Sementara, Komandan Korem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, menjelaskan bahwa panjang Bendera Merah Putih yang mencapai 481 meter memiliki makna simbolis. Angka empat melambangkan empat penjuru mata angin, sedangkan angka 81 menunjukkan usia Kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun ini.

    Ia mengatakan, Kirab Merah Putih merupakan bagian dari rangkaian Jogja Merah Putih. Setelah berlangsung di kawasan Malioboro pada Sabtu (15/8), kegiatan tersebut akan kembali digelar di Pantai Parangtritis pada Sabtu (22/8).

    “Kenapa kita adakan kegiatan ini adalah mengajak bahwa kita bersama-sama, tanpa perbedaan, menyadari bahwa kita adalah satu bangsa,” ujar Brigjen TNI Yuniar.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More