18 Perjalanan KA Bandara YIA Terintegrasi KRL, Bakal Dikembangkan Prameks

- KAI Commuter mengoperasikan KA Bandara YIA sejak 17 September 2026 dan mengintegrasikan 18 perjalanan dengan Commuter Line Yogyakarta-Palur, dengan rata-rata waktu transit maksimal 15 menit.
- KA Bandara YIA melayani rata-rata 6 ribu penumpang per hari kerja dan 8 ribu saat akhir pekan, dengan total 50 perjalanan harian reguler serta ekspres.
- Pembelian tiket KA Bandara YIA kini tersedia melalui C-Access, Access by KAI, vending machine, dan situs resmi; aplikasi Railink lama tidak lagi berlaku, sementara KMT belum bisa digunakan.
Yogyakarta, IDN Times – Integrasi layanan Commuter Line KA Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) dengan Commuter Line Yogyakarta-Palur mulai berjalan setelah pengalihan operasional dari PT Railink ke KAI Commuter pada 17 September 2026. Saat ini, sebanyak 18 perjalanan kereta terintegrasi dengan waktu tunggu perpindahan moda rata-rata tidak lebih dari 15 menit.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan pengalihan operasional tersebut merupakan langkah strategis KAI Group untuk mengoptimalkan integrasi layanan kereta api di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Selain Commuter Line Yogyakarta-Palur, integrasi akan dikembangkan dengan layanan KA Prambanan Ekspres (Prameks) dan kereta api jarak jauh yang dioperasikan PT KAI.
"Kami akan terus melakukan evaluasi sehingga ke depannya tentunya kami juga berharap kita bisa meningkatkan lagi jadwal perjalanan yang terintegrasi antara layanan Commuter Line KA Bandara YIA dan juga Commuter Line Yogyakarta-Palur maupun Commuter Line Prameks," ujar Karina, di Stasiun Yogyakarta, Jumat (25/9/2026).
1. Waktu tunggu integrasi antarkereta rata-rata di bawah 15 menit

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo) Karina menyebut integrasi jadwal perjalanan KA Bandara YIA dengan Commuter Line Yogyakarta-Palur memberikan kemudahan bagi pengguna untuk melanjutkan perjalanan menggunakan moda kereta api.
Dari total perjalanan yang tersedia, saat ini sekitar 18 perjalanan terintegrasi dengan jadwal Commuter Line Yogyakarta-Palur. Waktu tunggu untuk perpindahan moda pada perjalanan tersebut rata-rata tidak lebih dari 15 menit.
Integrasi ini juga memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat yang hendak menuju Wates. Selain menggunakan KA Prameks, masyarakat dapat memanfaatkan layanan KA Bandara Reguler yang berhenti di Stasiun Wates.
Namun, integrasi layanan belum sepenuhnya berlaku dalam satu sistem pembayaran menggunakan Kartu Multi Trip (KMT). Karina menjelaskan, tiket KA Bandara YIA saat ini belum dapat dibeli menggunakan KMT. Namun, pengguna dapat membeli tiket melalui aplikasi C-Access maupun Access by KAI.
Misalnya, penumpang dari Klaten yang hendak melanjutkan perjalanan menggunakan KA Bandara YIA dapat membeli tiket KA Bandara melalui aplikasi tersebut. Sementara untuk Commuter Line Yogyakarta-Palur, penumpang dapat menggunakan QR Ticket maupun KMT yang diterbitkan KAI Commuter.
"Sehingga pengguna ini dapat lebih mudah untuk mengatur integrasi layanan pembelian tiketnya karena melalui aplikasi C-Access ini juga sudah bisa melayani pembelian tiket untuk layanan Commuter Line lainnya selain KA Bandara," kata Karina.
2. KA Bandara YIA layani 6 ribu penumpang saat weekday

Suasana Stasiun Yogyakarta, Jumat (25/9/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo) Selama sepekan pengoperasian oleh KAI Commuter, volume penumpang KA Bandara YIA masih relatif stabil. Rata-rata penumpang pada hari kerja mencapai sekitar 6 ribu orang per hari, sedangkan pada akhir pekan sekitar 8 ribu orang per hari.
Karina mengatakan, transisi pengelolaan layanan dari PT Railink pada 17 September 2026 berjalan lancar, salah satunya berkat dukungan para pengguna. "Alhamdulillah transisi pergantian operasi layanan kepada KAI Commuter di tanggal 17 September 2026 ini bisa berjalan dengan lancar. Tentunya ini salah satunya didukung juga dari seluruh pengguna yang frequent menggunakan layanan KA Bandara," ujarnya.
KAI Commuter masih melakukan evaluasi untuk melihat dampak integrasi terhadap peningkatan jumlah penumpang. Perusahaan berharap integrasi jadwal dan kemudahan akses pembelian tiket dapat meningkatkan pengalaman pengguna atau user experience.
Saat ini, jumlah perjalanan KA Bandara YIA sebanyak 50 perjalanan per hari, terdiri 24 perjalanan KA Bandara Reguler dan 26 perjalanan KA Bandara Ekspres. KA Bandara Reguler menempuh perjalanan sekitar 38 menit dengan pemberhentian di Stasiun Yogyakarta, Stasiun Wates, dan Stasiun Bandara YIA. Sementara KA Bandara Ekspres memiliki waktu tempuh sekitar 35 menit dengan pemberhentian di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun Bandara YIA.
Dari sisi tarif, belum ada perubahan sejak pengalihan operasional. KA Bandara Reguler dikenakan tarif Rp10 ribu untuk perjalanan Yogyakarta-Wates dan Rp20 ribu untuk Yogyakarta-Bandara YIA. Sedangkan KA Bandara Ekspres dibanderol Rp50 ribu hingga Rp80 ribu.
3. Pembelian tiket beralih ke C-Access, aplikasi Railink tak lagi berlaku

Penumpang KA Bandara. (Dok. Istimewa) Untuk mendukung integrasi layanan, KAI Commuter melakukan penyesuaian kanal pembelian tiket KA Bandara YIA sejak 17 September 2026. Pengguna kini dapat membeli tiket melalui aplikasi C-Access yang dikelola KAI Commuter. Selain itu, pembelian tiket tetap bisa dilakukan melalui Access by KAI, vending machine di stasiun, serta situs pembelian tiket KA Bandara yang kini dikelola KAI Commuter.
Sementara aplikasi KA Bandara yang sebelumnya dikelola PT Railink tidak dapat digunakan untuk pembelian tiket layanan KA Bandara YIA. Karina berharap perubahan kanal pembelian tiket ini dapat mempermudah pengguna yang hendak mengakses beberapa layanan kereta api dalam satu rangkaian perjalanan. Dengan pengelolaan baru, KAI Commuter juga akan terus mengevaluasi kebutuhan integrasi jadwal maupun pengembangan layanan di stasiun lainnya.
Terkait kemungkinan dibukanya kembali layanan naik dan turun penumpang di Stasiun Sentolo, Karina mengatakan saat ini pola pemberhentian masih sama seperti saat dikelola PT Railink. KAI Commuter akan mempertimbangkan potensi pasar, kebutuhan masyarakat, dan pengembangan daerah sebelum menambah stasiun pemberhentian. Namun, waktu tempuh tetap menjadi prioritas utama dalam layanan kereta bandara.
"Namun tentunya kami akan terus melakukan evaluasi untuk melihat kebutuhan masyarakat untuk penambahan layanan naik turun penumpang di stasiun lain di luar tiga stasiun yang saat ini sudah dilayani," katanya.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















