Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Chicken and Egg Run 2026 Dorong Konsumsi Ayam dan Telur

Kota Yogyakarta
4 min read
Chicken and Egg Run 2026 Dorong Konsumsi Ayam dan Telur
Chicken and Egg Run 2026 di kawasan Benteng Vredeburg, Yogyakarta, Minggu (18/10/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
  • Pinsar menggelar Chicken and Egg Run 2026 di Yogyakarta, diikuti hampir 3.000 peserta, untuk mengampanyekan konsumsi ayam dan telur sebagai protein hewani terjangkau.

  • Konsumsi ayam Indonesia diperkirakan 13–15 kilogram dan telur 23 kilogram per kapita per tahun, masih di bawah negara tetangga yang mencapai 23–24 kilogram ayam dan 35 kilogram telur.

  • Peternak meminta pemerintah menekan harga jagung agar biaya produksi serta harga jual lebih terjangkau; Kementerian Koperasi mendorong penguatan ekosistem Pinsar melalui koperasi dan akses pembiayaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Yogyakarta, IDN Times – Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia menggelar Chicken and Egg Run 2026 di kawasan Benteng Vredeburg, Yogyakarta, Minggu (18/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ayam dan Telur Nasional (HATN) 2026 untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konsumsi protein hewani.

Ketua Umum Pinsar Indonesia, Singgih Januratmoko, mengatakan kegiatan ini merupakan upaya untuk mendorong peningkatan konsumsi ayam dan telur di Indonesia. Menurutnya, kedua komoditas tersebut merupakan sumber protein hewani yang relatif terjangkau bagi masyarakat.

“Setiap tahun Pinsar mengadakan kegiatan Hari Ayam dan Telur Nasional, terutama untuk promosi dan meningkatkan konsumsi ayam dan telur,” kata Singgih.

Ia menyebut konsumsi ayam dan telur masyarakat Indonesia masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara tetangga di Asia Tenggara. Singgih memperkirakan konsumsi ayam di Indonesia berada di kisaran 13–15 kilogram per kapita per tahun, sedangkan di sejumlah negara tetangga mencapai 23–24 kilogram.

Sementara itu, konsumsi telur di Indonesia diperkirakan sekitar 23 kilogram per kapita per tahun, sementara negara tetangga bisa mencapai 35 kilogram per kapita per tahun. Angka tersebut dinilai masih perlu ditingkatkan agar masyarakat semakin terbiasa memenuhi kebutuhan protein hewani.

  1. 1. Chicken and Egg Run 2026 diikuti hampir 3.000 peserta

    WhatsApp Image 2026-10-18 at 08.11.23-4.jpeg
    Chicken and Egg Run 2026 di kawasan Benteng Vredeburg, Yogyakarta, Minggu (18/10/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

    Singgih mengungkapkan, Chicken and Egg Run 2026 mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya. Kegiatan lari tersebut diikuti hampir 3.000 peserta, dengan pilihan kategori jarak 2,5 kilometer, 5 kilometer, dan 10 kilometer. 

    Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga dan promosi gaya hidup sehat, tetapi juga sarana edukasi mengenai pentingnya konsumsi ayam dan telur bagi masyarakat, terutama anak-anak.

    “Pengenalan kepada masyarakat bahwa ayam dan telur adalah protein yang termurah yang ada sekarang di Indonesia dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terutama untuk anak-anak generasi kita ke depan supaya mereka mempunyai kualitas yang baik,” ujar Singgih.

    Singgih berharap kampanye tersebut dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya protein hewani untuk mendukung pertumbuhan dan kualitas generasi mendatang. Selain itu, penyelenggaraan acara di Yogyakarta diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi daerah. Kehadiran peserta dari berbagai wilayah Indonesia dinilai dapat ikut menggerakkan sektor perhotelan, pariwisata, dan usaha lokal, terutama karena kegiatan berlangsung pada akhir pekan.

  2. 2. Peternak minta pemerintah bantu tekan harga pakan

    WhatsApp Image 2026-10-18 at 08.11.23-2.jpeg
    Ketua Umum Pinsar Indonesia, Singgih Januratmoko. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

    Di balik upaya meningkatkan konsumsi ayam dan telur, Singgih menyoroti persoalan biaya produksi yang masih menjadi tantangan bagi peternak. Salah satunya adalah tingginya harga pakan, termasuk jagung sebagai bahan baku penting dalam industri perunggasan.

    Menurutnya, biaya produksi yang tinggi turut memengaruhi harga jual ayam dan telur kepada masyarakat. Karena itu, ia berharap pemerintah dapat membantu mengatasi persoalan pasokan dan harga jagung agar biaya produksi bisa ditekan.

    “Harapan kita pemerintah bisa segera menyelesaikan masalah di bidang jagung ini, sehingga nanti harapan kita dengan HPP yang murah, maka harga ayam dan telur juga akan murah dan bisa dijangkau banyak masyarakat,” katanya. 

    Singgih menilai kampanye konsumsi ayam dan telur perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga keterjangkauan harga. Dengan biaya produksi yang lebih efisien, masyarakat diharapkan dapat mengakses sumber protein hewani tersebut dengan lebih mudah. 

    Ia juga menegaskan bahwa kampanye peningkatan konsumsi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Pinsar berinisiatif menggerakkan kampanye secara mandiri dengan melibatkan para pelaku usaha dan peternak perunggasan.

    “Kita secara inisiatif, secara mandiri, dari peternak untuk peternak, mengkampanyekan itu. Harapan kita nanti pemerintah juga akan lebih mendukung,” ujarnya.

  3. 3. Kementerian Koperasi dorong Pinsar perkuat ekosistem usaha

    WhatsApp Image 2026-10-18 at 08.11.23-5.jpeg
    Chicken and Egg Run 2026 di kawasan Benteng Vredeburg, Yogyakarta, Minggu (18/10/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

    Staf Ahli Menteri Koperasi Bidang Kebijakan Publik, Koko Haryono, mengapresiasi penyelenggaraan Chicken and Egg Run 2026 sebagai salah satu upaya mendorong peningkatan konsumsi ayam dan telur di Indonesia.

    Ia berharap Pinsar dapat memperkuat organisasi dan ekosistem usaha melalui koperasi. Menurutnya, koperasi dapat menjadi wadah untuk menghubungkan berbagai tahapan usaha perunggasan, mulai dari hulu hingga hilir.

    “Kami harap Pinsar ini bisa menguatkan organisasinya melalui koperasi karena koperasi ini akan menjadi ekosistem yang akan membantu dari hulu sampai hilirnya,” kata Koko.

    Koko mengatakan Kementerian Koperasi mendukung penguatan tata kelola organisasi serta upaya memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha perunggasan. Ia juga berharap Pinsar dapat terhubung dengan berbagai program strategis pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). 

    “Semoga Pinsar juga bisa terhubung dengan program-program strategis nasional, seperti MBG, Koperasi Desa Merah Putih, dan program-program strategis pemerintah lainnya,” ujarnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More