Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jogja Kick Boxing Festival 2026 Jadi Wadah Cegah Tawuran Anak Muda

Kab. Sleman
4 min read
Jogja Kick Boxing Festival 2026 Jadi Wadah Cegah Tawuran Anak Muda
Konferensi pers Jogja Kick Boxing Festival 2026 di Redy Jogja Camp Jumat (16/10/2026) malam. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
  • Jogja Kick Boxing Festival 2026 digelar di GOR UNY pada 12–14 Desember, menggabungkan kompetisi nasional, musik, dan aktivitas komunitas bertema “Jogja Punya Nyali”.

  • Festival ini ditujukan sebagai ruang pembinaan pelajar, mahasiswa, dan komunitas untuk mengembangkan disiplin, prestasi, serta menyalurkan energi secara produktif guna menghindari tawuran.

  • Ajang ini membuka lebih dari 30 kelas junior hingga senior; KONI DIY berharap kompetisi tersebut menjaring atlet potensial untuk mewakili DIY di kejuaraan nasional dan PON.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sleman, IDN Times Jogja – Kickboxing tak sekadar menjadi olahraga bela diri yang mengandalkan kekuatan fisik dan teknik bertarung. Di Jogja, olahraga ini didorong menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, meraih prestasi, sekaligus menjauhkan diri dari aksi tawuran dan kekerasan jalanan.

Semangat tersebut diusung melalui Jogja Kick Boxing Festival 2026 yang dijadwalkan berlangsung di GOR UNY Yogyakarta pada 12–14 Desember 2026. Mengusung tema Jogja Punya Nyali, festival ini dirancang untuk memadukan kompetisi kickboxing berskala nasional dengan hiburan musik dan aktivitas komunitas.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas pengenalan kickboxing kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar dan mahasiswa. Selain menjadi ajang adu kemampuan, festival tersebut juga diproyeksikan sebagai ruang bagi anak muda untuk menyalurkan energi melalui kegiatan yang terarah dan produktif.

  1. 1. Jadi wadah positif untuk anak muda, bukan sekadar bertarung

    WhatsApp Image 2026-10-16 at 22.45.58-2.jpeg
    Konferensi pers Jogja Kick Boxing Festival 2026 di Redy Jogja Camp Jumat (16/10/2026) malam. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

    Ketua Umum Kick Boxing Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (KBI DIY), Redy Apriyanta, mengatakan penyelenggaraan festival ini dilatarbelakangi keinginan untuk memperluas ruang pembinaan bagi generasi muda di Yogyakarta. Menurutnya, perkembangan wilayah dan dinamika kehidupan anak muda perlu diimbangi dengan tersedianya kegiatan positif. Salah satunya melalui olahraga bela diri yang memiliki jalur pembinaan dan kompetisi yang jelas.

    “Melalui festival ini, kickboxing diharapkan dapat menjadi alternatif bagi anak-anak dan remaja untuk mengembangkan kemampuan, membangun kedisiplinan, serta menghindari lingkungan pergaulan yang berpotensi mengarah pada tawuran,” ujarnya saat konferensi pers di Redy Jogja Camp Jumat (16/10/2026) malam. 

    Kegiatan tersebut juga tidak hanya menyasar atlet berpengalaman. Penyelenggara berupaya memperkenalkan kickboxing kepada pelajar, mahasiswa, serta komunitas olahraga agar semakin banyak anak muda memiliki kesempatan untuk terlibat. Dengan begitu, manfaat festival diharapkan tidak berhenti pada hasil pertandingan, tetapi juga mendorong tumbuhnya komunitas olahraga yang sehat dan berkelanjutan. 

    Upaya memperkenalkan kickboxing kepada generasi muda juga direncanakan dilakukan melalui kegiatan yang menyasar sekolah dan perguruan tinggi. Menurut Redy, keterlibatan pelajar dan mahasiswa menjadi salah satu perhatian dalam penyelenggaraan festival tahun ini. Selain atlet dari camp independen, kompetisi dirancang membuka ruang bagi peserta dari kalangan pendidikan sesuai kategori yang ditetapkan.

    Langkah ini diharapkan dapat memperluas basis pembinaan sekaligus memperkenalkan jalur prestasi dalam olahraga bela diri kepada generasi muda. Di sisi lain, keterlibatan komunitas gym dan camp kickboxing dari berbagai daerah, khususnya di Pulau Jawa, diharapkan menambah pengalaman bertanding bagi atlet junior maupun senior.

  2. 2. KONI DIY berharap lahir atlet potensial hingga level PON

    WhatsApp Image 2026-10-16 at 22.45.59.jpeg
    Konferensi pers Jogja Kick Boxing Festival 2026 di Redy Jogja Camp Jumat (16/10/2026) malam. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

    Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI DIY, Wesley Heince Parera Tauntu, mengapresiasi penyelenggaraan Jogja Kick Boxing Festival 2026 sebagai bagian dari upaya pembinaan dan peningkatan prestasi atlet. Ia menyebut kegiatan tersebut sejalan dengan program Pengda Kickboxing DIY untuk memperkenalkan olahraga ini kepada masyarakat sekaligus menjaring atlet-atlet potensial.

    “Harapan kami, event ini nanti bisa berjalan dengan lancar, diikuti atlet-atlet potensial yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta, dan bisa menghasilkan atlet-atlet potensial yang nanti harapannya bisa mewakili DIY di berbagai event nasional, bahkan sampai PON,” ujarnya.

    Menurut Wesley, keberlanjutan kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat eksistensi kickboxing di DIY. Terlebih, kejuaraan dapat menjadi kesempatan bagi atlet untuk mengukur kemampuan dan memperoleh pengalaman bertanding. Ia juga berharap penyelenggaraan tahun ini dapat berlangsung lebih besar dibandingkan sebelumnya, baik dari segi partisipasi maupun dampaknya terhadap perkembangan kickboxing di Yogyakarta.

  3. 3. Lebih dari 30 kelas pertandingan, dari junior hingga senior

    Olahraga kickboxing. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
    Olahraga kickboxing. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

    Jogja Kick Boxing Festival 2026 dirancang menghadirkan pertandingan dalam beragam kategori usia dan kelas berat. Berdasarkan rancangan kategori yang disiapkan penyelenggara, ajang ini mencakup lebih dari 30 kelas pertandingan. Kelas pertandingan mencakup sejumlah nomor kick light dan low kick putra maupun putri dengan rentang berat badan berbeda. 

    Pada nomor kick light, kelas putra dan putri mencakup rentang 47–63 kilogram. Adapun low kick junior putra berada pada rentang 48–75 kilogram, sedangkan senior putra 51–80 kilogram. Untuk kategori putri, low kick junior dipertandingkan pada rentang 45–60 kilogram dan senior 48–67 kilogram.

    Keragaman kelas tersebut diharapkan memberi ruang bagi atlet dari berbagai kelompok usia dan tingkat pengalaman untuk mengembangkan kemampuan sesuai kategori masing-masing. Selain atlet dari berbagai camp kickboxing, penyelenggara juga berencana menghadirkan atlet pilihan dari kompetisi sebelumnya, termasuk atlet yang tampil dalam kejuaraan tingkat daerah.

    Tidak hanya menghadirkan pertandingan di atas ring, Jogja Kick Boxing Festival 2026 juga dikemas sebagai festival olahraga dan hiburan atau sportainment. Penyelenggara merencanakan rangkaian acara berupa upacara pembukaan, pertunjukan musik langsung, sesi interaktif dengan penonton, serta berbagai aktivitas pendukung yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung. 

    Sejumlah nama yang tercantum dalam rencana penampilan hari pertama adalah Shaggydog, The Kick, The Jeblogs, serta The Cloves and The Tobacco. Sementara itu, pada penutupan festival, daftar penampil yang direncanakan meliputi Ngatmombilung, Lavora, Aftershine, dan Guyon Waton.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More