ICCF UMY ke-11 Ajang Menciptakan Agen Perdamaian Dunia

- Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menggelar ICCF ke-11 yang diikuti mahasiswa asing dari 30 negara sebagai ajang pertukaran budaya dan kuliner internasional.
- Festival ini menampilkan berbagai kesenian, tarian, dan kuliner khas dari tiap negara peserta untuk mempererat hubungan antarbudaya dan memperluas wawasan global mahasiswa.
- Kegiatan ini diharapkan melahirkan mahasiswa sebagai agen perdamaian dunia melalui pemahaman lintas budaya dan kolaborasi positif antarnegara.
Bantul, IDN Times - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar 11th International Cultural and Culinary Festival (ICCF) atau Festival Budaya dan Kuliner Internasional ke-11 yang diikuti mahasiswa asing dari 30 negara. Kegiatan ini menjadi ajang pertukaran budaya dan kuliner antarnegara, sekaligus diharapkan mendorong mahasiswa asing menjadi agen perdamaian di negara masing-masing.
Wakil Rektor Bidang Mutu, Reputasi, dan Kemitraan UMY, Slamet Riyadi, mengatakan festival tersebut mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa asing, tidak hanya dari UMY tetapi juga dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
"Pada acara ini kita juga melibatkan siswa SMA untuk menjadi agen budaya karena budaya itu suatu hal yang harus kita tanamkan secara baik sejak belia. Pelajar SMA ini nantinya mendampingi peserta dari berbagai negara di setiap booth sehingga diharapkan menarik temen-temen SMA lainnya untuk hadir dan menikmati budaya dan kuliner dari 30 negara," katanya saat membuka acara di Gedung Sportorium UMY, Rabu (29/4/2026).
1. Budaya dan kuliner ajang diplomasi non formal antar negara

Slamet mengatakan budaya dan kuliner menjadi pendekatan nonformal antarnegara selain diplomasi formal. Melalui festival ini, UMY ingin mendorong kolaborasi, saling memahami, dan kerja sama untuk pembangunan di tingkat nasional maupun internasional.
"Festival Budaya dan Kuliner Internasional ke-11, kita ingin menunjukkan bahwa UMY sangat terbuka terhadap dunia internasional dengan mengundang calon mahasiswa atau mahasiswa asing hingga dosen dan profesor asing untuk berkolaborasi sehingga UMY sangat terbuka dengan geliat dunia internasional," ucapnya.
"UMY sebagai universitas terbuka dibuktikan setiap tahunnya ada mahasiswa baru asing setiap tahunnya ada 10 ribu orang," tambahnya.
2. Mahasiswa asing tampilkan seni dan budayanya masing-masing

Direktur Kemitraan Global dan Employability UMY, Rizal Yaya, mengatakan setiap negara peserta akan menampilkan kesenian dan budaya masing-masing, mulai dari tari, menyanyi, hingga pembacaan puisi.
"Mereka akan menampilkan budaya dan ekspresi masing-masing sehingga akan menjadi daya tarik sendiri. Selain mereka juga akan mengenal satu sama lain," ujarnya.
3. Mahasiswa akan menjadi agen perdamaian di negaranya masing-masing

Salah satu peserta Festival Budaya dan Kuliner Internasional ke-11 berasal dari Amerika Serikat yang menampilkan kuliner dan budaya khas negaranya. Kegiatan ini diikuti mahasiswa dari berbagai negara, termasuk negara yang pernah berkonflik.
"Ada mahasiswa dari Pakistan dan Afganistan yang negara mereka pernah berkonflik, namun dalam Festival Budaya dan Kuliner Internasional ke-11 ini namun dalam acara ini mereka bersama-sama dan diharapkan itu tertular ke level negara," tuturnya.
"Ketika para mahasiswa dari berbagai negara ini saling memahami maka mereka bisa menjadi agen perdamaian di negaranya masing-masing," tambahnya.


















